Minggu, 11 Oktober 2009

Astigmatisme?

Seorang Guru olahraga SD di Bandung mengajak para muridnya untuk berlari 50 m mengikuti jalur dan mengambil batu yang terletak di depan masing-masing pelari. Tanpa disadari ada seorang murid yang berlari ke sebelah kanan dan mengambil batu milik temannya. Guru tersebut menegur anak perempuan itu karena tidak berkonsentrasi saat diberi pengarahan. Setelah dicek, bukan karena anak itu yang kurang mendengarkan tapi karena dia mengalami kelainan pada mata. Gadis itu dinyatakan oleh dokter menderita astigmatisme. Sekarang mari kita cari tahu apa itu astigmatisme.
Astigmatisme atau mata silindris merupakan kelainan pada mata yang disebabkan oleh karena lengkung kornea mata yang tidak merata. Kelainan refraksi ini bisa mengenai siapa saja tanpa peduli status sosial, umur dan jenis kelamin.

Bola mata dalam keadaan normal berbentuk seperti bola sehingga sinar atau bayangan yang masuk dapat ditangkap pada satu titik di retina (area sensitif mata). Pada orang astigmatisme, bola mata berbentuk lonjong seperti telur sehingga sinar atau bayangan yang masuk ke mata sedikit menyebar alias tidak fokus pada retina. Hal ini menyebabkan bayangan yang terlihat akan kabur dan hanya terlihat jelas pada satu titik saja. Disamping itu, bayangan yang agak jauh akan tampak kabur dan bergelombang.

Astigmatisme umumnya diturunkan dan sering muncul sejak anak anak. Selain itu, astigmatisme juga bisa disebabkan oleh tekanan yang berlebihan pada kornea, kebiasaan membaca yang buruk dan kebiasaan menggunakan mata untuk melihat objek yang terlalu dekat.

Penderita astigmatisme yang belum diobati akan sering mengeluh sakit kepala, kelelahan pada mata dan kabur saat melihat benda berjarak dekat maupun jauh. Jika mengalami gejala tersebut dalam jangka waktu yang lama, sebaiknya anda segera ke dokter mata untuk melihat kemungkinan terjadinya astigmatisme


Hampir semua derajat astigmatisme dapat dikoreksi dengan kacamata atau lensa kontak. Pada penderita derajat ringan bahkan tidak memerlukan koreksi sama sekali selama astigmatisme itu tidak disertai dengan rabun jauh atau rabun dekat.

Kaca mata untuk penderita astigmatisme menggunakan lensa silinder. Pilihan lain untuk mengobati astigmatisme adalah dengan operasi, namun tindakan ini sangat terggantung dari kondisi pasien. Operasi dilakukan dengan menggunakan laser untuk memperbaiki lengkung kornea.

(sumber : http://www.blogdokter.net/)

Berdasarkan pengalaman penulis, astigmatisme terkadang bisa berkurang tapi di lain waktu akan muncul kembali jika kebiasaan buruk kembali dilakukan.

Bagi penderita astigmatisme yang tidak menyukai kaca mata perlu mencoba tips-tips berikut :

  1. Hilangkan kebiasaan membaca dalam posisi yang tidak semestinya seperti membaca sambil tiduran, membaca dalam cahaya yang kurang terang.
  2. Konsumsi susu sapi setiap hari, minimal 1 kali sehari.
  3. Konsumsi vitamin A. Bisa berupa tablet vitamin A, atau sumber-sumber vitamin A seperti minyak hati ikan kalibut, minyak hati ikan kod, minyak sawit mentah, wortel, bayam dll.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentarnya sementara dimoderasi ya 😁 dan jangan tinggalkan link hidup. Nanti BW baliknya lewat profil teman-teman. Terima kasih untuk tidak menggunakan "ANONIM".

Recommendations by Engageya