Senin, 12 April 2010

Cerita Anak Seberang

Seorang anak sedang menangis sejadi-jadinya. Berlari ke luar rumah sambil menutup kedua telinganya. Entah kenapa anak laki-laki itu? Sedemikian itukah orang tuanya memarahinya?

Dan suara,.. Praaak... disertai pecahan kaca dari dalam rumahnya. Adu mulut terjadi antara dua orang dewasa. Itulah rupanya yang sedang terjadi sehingga membuat anak bungsu mereka berlari ketakutan.

Berhasil, tetangga meleraikan keduanya. Dengan keadaan badan sang istri sudah membiru di bagian pelipis matanya.

Kenapa, masih terjadi di sekitar lingkungan kita, hal yang demikian? Tidak ada yang patut dipersalahkan dari pihak manapun. Karena bagaimanapun suami tidak seharusnya memukul sang istri, bukankah Rasul sudah mengajarkan kita untuk memperlakukan istri kita dengan halus dan lembut? (Uppss, bukan berarti saya beristri juga lho!).

Sedikit selidik-selidik dalam hadistnya :

إِنَّ الْمَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلْعٍ، وَِإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلْعِ أَعْلاَهُ، فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيْمُهُ كَسَرْتَهَا، وَإِنِ اسْتَمْتَعْتَ بِهَا اسْتَمْتَعْتَ وَفِيْهَا عِوَجٌ

Artinya :
Sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk. Dan sungguh bagian yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah yang paling atasnya. Bila engkau ingin meluruskannya, engkau akan mematahkannya. Dan jika engkau ingin bersenang-senang dengannya, engkau bisa bersenang-senang namun padanya ada kebengkokan.” (HR. Al-Bukhari no. 3331 dan Muslim no. 3632)

Sudah jelas tampaknya, seperti para orang tua yang sering menasehatkan kita untuk jangan memaksakan untuk meluruskan tulang yang bengkok tersebut.

Bukan berarti saya juga tidak mengingatkan para wanita untuk lebih berhati-hati dalam ucapannya. Jangan sakiti hati para suami, karena mereka adalah nafas bagi para istri. Survey membuktikan, bahwa banyaknya wanita yang mengalami KDRT (Kekerasan dalam Rumah Tangga) lebih didominasi oleh para wanita yang tidak mau mengalah, dan (maaf) wanita yang lebih banyak berbicara. Bukan berarti semua wanita yang cerewet akan mengalami KDRT juga.

Pikirkan mereka, anak-anak yang nantinya akan mengalami trauma psikologis karenanya.

Mungkin ada baiknya, poster di bawah ini kita sebarkan sebagai duta Anti KDRT.


Semoga tidak terjadi lagi hal-hal yang tidak diinginkan dalam lingkungan anak-anak kita untuk berkembang menuju ke arah kedewasaan.
comments

2 komentar:

  1. Mbaaa..aku juga sering memikirkan psikologis anak2 yg menyaksikan KDRT di dalam rumahnya.. :'(

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Mbak Arinta, entah apa yang dipikiran anak-anak mereka itu

      Hapus

Komentarnya sementara dimoderasi ya 😁 dan jangan tinggalkan link hidup. Nanti BW baliknya lewat profil teman-teman. Terima kasih untuk tidak menggunakan "ANONIM".

Recommendations by Engageya