Selasa, 14 September 2010

Tidak Cantik Dilarang Ikut Berdandan!!

Make up, salah satu kebutuhan wanita. Tapi wahai para wanita, jangan salahkan kaum Adam yang mengatakan bahwa cantik secara rohani lebih cantik daripada cantik secara fisik. Karena mereka.. humm karena apa ya?


Dalam pekerjaan, kemampuan sesorang menata diri akan dinilai, terutama saat akan melakukan wawancara kerja. Mungkin, penilaian atasan terhadap kualitas pekerjaan dimulai dengan cara seseorang merawat dirinya sendiri. Jika dirinya saja berantakan, bagaimana dengan pekerjaannya?


Ada pengalaman niey,



Sambil keliling Kudus, tiba-tiba ingat kalau salah satu bedakku habis. Kuputuskan saja mampir ke salah satu toko make up di Kudus dan memang karena dari rumah, niatnya hanya untuk jalan-jalan keliling (tanpa membeli bedak), jadi aku berdandan ala kadarnya aja. Kalau kata salah satu merk make-up, dandan secara natural. Ceileh...! Natural!

Berhentilah aku di salah satu toko di jajaran di salah satu gang di Kudus. Kulihat papan nama toko itu, menandakan mereka jual make up merk sesuai papan nama mereka. Humm, yang jual cantik, bersih pula. Jadi ingin beli make up biar cantik kayak mbak nya, gumamku. Tiba-tiba saja nyelonong satu orang dari dalam, humm dari dandanannya seh sepertinya dia juga penjual. Karena aku juga kurang ahli masalah make up jadi aku minta saran dari mbak nya. Eh.. lha kok yang penjual yang satunya, nyaranin yang jelas-jelas bakal gak bagus buat aku. Jadi kesannya biar kelihatan norak.

Gak ngerti aku maksud Cici itu. Mungkin dia cuma bercanda kali ya?

Untung saja, mbaknya yang tadi cantik! Coba kalau nggak, udah aku telen.. kreeeekkk ! Ha ha ha

Tapi itu bukan pengalaman pertama, pernah juga ke salah satu toko yang penjualnya juga mbak-mbak. Cantik-cantik juga. Sayang, mereka juga kurang ramah terhadap wanita-wanita yang suka gaya natural.

Mbak.. mbak.. Kata orang, pembeli itu adalah raja? Tapi kenapa ya, jarang sekali toko kosmetik yang ramah dengan pembeli? Rumusnya, semua pembeli itu sama, gak peduli mereka cantik atau tidak, bisa berdandan seperti mereka atau nggak, besar kecil, tua muda. Sayang sample yang aku ambil cuma beberapa, jadi mungkin harus lebih banyak mencari mbak-mbak yang ramah di toko kosmetik lainnya. So, kalau mau berdandan harus ke mana?

Kalau boleh nyaranin, jika ingin beli make up mampir aja ke toko Luwes di Jalan Muria Kudus, jadi sebelum Proliman dari arah alun-alun. Tapi jangan kaget, jika penjualnya adalah para pria. Yups, mereka memang pria tapi kemampuan mereka menganalis make up yang cocok untuk kita juga gak kalah ma mbak-mbak. Dan lebih menyenangkan lagi, make up yang kita beli dapat disesuaikan sesuai budget kita.

Sebagai pengalaman aja, kalau akan membeli make up harus berdandan dulu dari rumah.!  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentarnya sementara dimoderasi ya 😁 dan jangan tinggalkan link hidup. Nanti BW baliknya lewat profil teman-teman. Terima kasih untuk tidak menggunakan "ANONIM".

Recommendations by Engageya