Rabu, 10 November 2010

Belajar dari Keledai

Di sebuah desa, seorang petani kehilangan keledainya. Capek mencari, tak dia temukan juga keledai itu. Tapi, ketika dia lelah mencari dan duduk di bagian belakang rumah, samar telinganya mendengar ringkik memelas dari keledainya. Suara itu lirih, sedih. Tapi di mana?

Beringsut, petani itu mencari sumber suara. Dan, di dalam sumur kering yang tak terpakai, dia temukan keledainya, bergerak gelisah, memekik. Petani tua itu tak tahu harus berbuat apa. Menarik keledai ke atas, tentu dia tidak kuat. Jadi bagaimana menariknya? Lama berpikir, akhirnya dia pun pasrah. “Keledai itu telah tua, dan sumur itu terlalu berbahaya jika dibiarkan saja,” batinnya. Ia pun memutuskan untuk mengubur si keledai di sumur itu. Ditutupinya telinga, agar tak mendengar pekikan keledai yang seperti kehilangan harapan, dan dia meminta tetangga mempercepat menimbun tanah ke sumur.

Tak lama, tak terdengar lagi suara keledai dari dalam sumur. Dia dan tetangga melongok ke dalam sumur. Tapi, pemandangan di bawah begitu mengagetkan mereka. Ternyata, keledai itu masih segar bugar, dan sibuk menggoyang-goyangkan badannya. Salah satu sekop tanah jatuh menimpa tubuhnya, keledai itu akan menggoyangkan punggungnya, menggugurkan timbunan tanah itu. Dan setelah tanah turun, keledai akan memijaknya, menjadikan titik tumpu. Menyadari hal itu, kian bersemangat petani dan  para tetangga menimbun tanah. Keledai terus saja mengibaskan tubuhnya, dan bergerak naik seiring tanah yang kian banyak memenuhi sumur.

Kehidupan, akan terus menuangkan tanah dan kotoran kepadamu. Hanya ada satu cara untuk keluar dari kotoran, kesedihan, masalah, cobaan dan lainnya itu, yakni dengan menggerakkan tubuhmu, membuang segala kotoran itu dari pikiran dna hatimu. Dengan cara itulah, kamu dapat menjadikan semua masalah sebagai pijakan, melompati sumur kesengsaraan.
Keledai itu memberi contoh yang baik. Dan tak ada salahnya, kita belajar dari keledai.

Source : Seputar Kudus untuk halaman Motivasi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentarnya sementara dimoderasi ya 😁 dan jangan tinggalkan link hidup. Nanti BW baliknya lewat profil teman-teman. Terima kasih untuk tidak menggunakan "ANONIM".

Recommendations by Engageya