Kamis, 27 Januari 2011

Daisy,.

Daisy…



Atau bunga aster, sebuah film garapan Wai-keung Lau dan ditulis oleh Jae-young Kwak. Ditayangkan perdana di bioskop pada tahun 2006. Bercerita tentang percintaan antara seorang pembunuh, polisi dan seorang pelukis jalanan.


Berbeda dengan urutan synopsis, sepertinya saya di sini cuma ingin membahas ringkasan dari film Daisy. Entahlah, dari mana saya bisa dapat judul ini tapi waktu itu secara tidak sengaja download sebuah lagu OST Daisy dan kemudian dicarilah filmnya oleh adik. Adikku, terima kasih ya sudah mencarikan film ini It is a beautiful movie.

Diawali kisah Park Yi (Sung-jae Lee) yang diceritakan sebagai seorang pembunuh bayaran mencintai Hye-young (Gianna Jun) tapi tak mungkin bisa mengungkapkan perasaannya dikarenakan pekerjaannya.


Pertemuan 15 April, ketika Park-Yi membunuh orang untuk pertama kalinya, dia melihat seorang gadis yang hampir setiap hari ke bukit aster, di sanalah di bukit aster itu Park Yi menyewa sebuah rumah dan hampir tiap hari dia mengawasi Hye-young. Suatu hari ketika hendak mengambil lukisan Hye-young terjatuh dari jembatan balok kayu sehingga pada hari-hari berikutnya Hye-young mengambil jalan putar.


Kali ini, Hye-young mendapati balok kayu tersebut sudah diganti oleh jembatan kayu. Merasa seseorang telah membangunkan jembatan untuknya, Hye-young meninggalkan lukisan bukit daisy untuk penolong dirinya

Hye-young bekerja di sebuah toko barang antik milik kakeknya di sebuah kota kecil di Belanda. Hye-young yang berusia 24 tahun saat itu, selalu mendapatkan kiriman bunga aster setiap harinya pada pukul 04.15 PM dari seseorang yang tak pernah menampakkan dirinya dan Hye-young berharap suatu hari akan bertemu sang pengirim Daisy.

Park Yi yang tak pernah menampakkan dirinya, selalu memperhatikan Hye-young dari atas apartemennya sekarang di mana dia bisa melihat Hye-young sedang melukis para pelanggannya. Akan tetapi suatu hari, muncul Jeong Woo yang secara kebetulan membawa bunga aster. Pekerjaan sebagai Interpol membuat Jeong Woo sering bertemu Hye-young di tempat itu. Dari sinilah, terjadi kesalahpahaman sehingga Hye-young menganggap pengirim Daisy adalah Jeong Woo.

Hye-young dan Jeong Woo semakin akrab dari hari ke hari hingga suatu hari sekelompok bersenjata api berusaha mendekati Jeong Woo dan Hye-young. Park Yi melihat Hye-young akan dilukai, dia menembak sekawanan itu dan terjadilah tembak-menembak. Salah satu peluru berhasil melukai Hye-young dan dia harus kehilangan pita suaranya.

Akibat insiden itu, Jeong Woo dipulangkan ke Negara asalnya. Hari-hari Hye-young menjadi sepi karena Hye-young merasa Jeong Woo telah meninggalkannya tanpa pesan. Setiap hari di taman di tempat Hye-young biasa melukis, Park Yi akhirnya muncul. Park Yi berusaha menghibur kesedihan Hye-young dan mulai mengisi hari-hari Hye-young.

Meski tanpa suara, Park Yi terus menemani Hye-young. Bahkan park Yi mampu mengerti mimic suara Hye-young tanpa perlu Hye-young bersuara. Sayang Hye-young masih merasa pria Daisy adalah Jeong Woo bukan Park Yi.




Park Yi yang hanya ingin melindungi Hye-young seakan tak pernah peduli. Hingga suatu hari, Jeong Woo ditugaskan kembali di Belanda untuk menuntaskan jaringan narkoba di Amsterdam-Korea. Di lain waktu, Park Yi juga mendapatkan tugas baru, untuk membunuh Jeong Woo, orang yang dicintai oleh Hye-young.

Jeong Woo menyadari bahwa sebetulnya pembunuh itu adalah Park Yi dan pria Daisy itu juga adalah Park Yi.

Jeong Woo tertembak.



Hye-young semakin sedih, dan berdasarkan kronologis Detektif Jang, semua mengarah ke Park Yi. Singkat cerita, Hye-young yang sadar dari pingsan mendapati lukisan bukit aster yang dihadiahkan untuk penolongnya dan sebuah pesan, Park Yi bercerita bahwa dialah yang membangunkan jembatan kayu itu untuk Hye-young dan dialah yang mengirimkan aster sertiap harinya tapi Park Yi tersadar dia hanya membangunkan sebuah jembatan untuk Hey-young dan Jeong Woo dan ini semakin membuatnya bersedih..

Hye-young tersadar saat semuanya sudah terlambat. Saat Park Yi mendapatkan tugas berikutnya untuk membunuh polisi lain (detektif Jang). Park Yi yang mampu mengerti bahasa bibir Hye-young akhirnya menemui Hye-young.

Dari jauh, penembak jitu yang lain berniat menembakkan ke dada Park Yi, spontan Hye-young memeluk Park Yi dan…

Akhir cerita, Park Yi sendirilah yang membereskan kelompok penembak jitu di tempat dia bekerja, dan pada akhirnya Park Yi ikut meninggal.

Sad ending ya? Ya, coba kita lihat dari sisi yang lain. Meski sad ending, menurutku cerita itu happy ending. Setidaknya Park Yi berhasil mengungkapkan perasaannya pada Hye-young dan Hye-young juga berhasil menemukan seseorang yang selama ini dia nanti, dan dilukiskan dalam original soundtracknya, (terjemahan)

Aku hidup hari demi hari, menunggu dan berharap bahwa kau akan berada di sini

Tidak salah jika saya menyarankan Anda untuk ikut menonton Daisy dan merasakan betapa romantisnya film ini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentarnya sementara dimoderasi ya 😁 dan jangan tinggalkan link hidup. Nanti BW baliknya lewat profil teman-teman. Terima kasih untuk tidak menggunakan "ANONIM".

Recommendations by Engageya