Kamis, 29 Januari 2015

Become a Mom for the 1st Time! Yes Im a Mother!

Ini adalah pengalaman pertamaku menjadi seorang ibu..

Alhamdulillah telah lahir putra pertamaku yang kami namai Afif Saiful Hadziq pada hari Rabu, 12 November 2014. Beruntung kami memilih RSB yg pro ASI maksud kami agar terhindar dr formula. Akan tetapiiii.. Ada seorang perawat di situ merayu kami untuk mau memberikan bayi kami susu formula. Akhirnya kepencut lah kami.. Hufft..





Setiap jam 8 pagi dan 5 sore adik bayi diantar ke kamar agar disusui oleh ibunya. Pertama kali menyusui waktu itu setelah diajari mbak perawat yang pertama kali dilakukan adalah menguyek PD (halah bahasaku! bahasa Indonesia nya apa ya) ke arah aerola sampai keluar kolostrum. Oleskan ke puting dan biarkan adik bayi yang melanjutkan prosesnya. Masih ingat rasanya waktu proses alami dek Hadziq menjilati kemudian perlahan mengenyot puting sampai ke daerah aerola. Posisi pelekatan yang benar. Harus masuk semua sampai ke aerolanya.

Permasalahan tidak berhenti sampai di situ, sepulang dari RSB menyusui awalnya lancar. Menjelang tengah malam tampaknya dek Hadziq mulai lapar, ya karena memang ASI yang keluar pada hari 1 - 5 adalah kolostrum, berwarna bening dan cair. Kolostrum sangat baik untuk bayi karena mengandung antibiotik tapi belum ada hindmilknya sepertinya dan jelas itu belum mengenyangkan. Aku masih berpikir, menyusuilah dengan keras kepala, no sufor! Teorinya, lambung bayi masih sebesar gundu untuk hari-hari pertama jadi hanya memerlukan sedikit ASI saja. Yang terjadi adalah.. bayiku nangis terus menerus, dari jam 22.00 - 02.00 dengan keadaan dek Hadziq menyusu sudah pindah dari PD kanan ke kiri dst.. Huhuhu, dengan keadaanku yang masih lemah pasca operasi, akhirnya dengan sangat terpaksa kami beri sufor. Akhirnya alhamdulillah dek Hadziq mau tidur. Hufft.. Ternyata bayi kami lapar sehingga tidak mau tidur :'(

Pagi selanjutnya, aku jadi jatuh sakit, karena begadang. Capek deh! Daaann.. bayiku minum sufor lagi. Huhuhu kok ngenes banget sih aku. Yang udah prepare harus ASIX malah sudah gagal di awal.
Sampai aku menulis ini, dek Hadziq masih minum sufor sehari sekali. Saat ASIku tak cukup membuatnya merasa kenyang.

Pernah sih tiga hari tanpa sufor sama sekali. Saat ke rumah mertua. Entah gimana, tapi terjadi begitu saja. Yah, karena sebelum sampai kami mencari sufor keliling kota karena kehabisan. Jadi rasanya eman-eman banget kalo dipakai. Hihihi.

Alhamdulillah dek Hadziq nggak patio doyan sufor, jadi..

Hmm.. doakan kami tetap bisa ngASI sampai 2 tahun ya,.walaupun bukan ASIX juga sih :'( 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentarnya sementara dimoderasi ya 😁 dan jangan tinggalkan link hidup. Nanti BW baliknya lewat profil teman-teman. Terima kasih untuk tidak menggunakan "ANONIM".

Recommendations by Engageya