Selasa, 17 Februari 2015

Syarat Melahirkan Normal setelah Caesar

"Yg lebih menakutkan selain memasuki ruang sidang skripsi adalah memasuki ruang persalinan.. it's a..." -Rani R Tyas

( hihi kutipan status facebook sendiri)

Baru kelahiran pertama aja sudah menakutkan, yes I'm paranoid! Caesar itu sakitnya setelah lahiran. Harus merasakan kontraksi dulu, induksi, sakitnya dua kali lebih banyak daripada lahiran normal. Maka dari itu, saya kumpulkan dulu artikel berikut biar lahiran kedua nanti bisa normal, maunya sih normal. Kira-kira kali ini berani nggak ya lahiran normal.

Syarat untuk melakukan Vaginal Birth After Cesarean (VBAC) adalah :

Jarak persalinan normal dengan persalinan caesar sebelumnya idealnya 18-24 bulan. Ada pula yang mengatakan setelah 18 atau 24 bulan baru hamil lagi untuk lebih amannya.Tergantung bagaimana riwayat kehamilan dan Caesar sebelumnya.
Baru mengalami satu kali operasi caesar dan tidak ada riwayat perlukaan rahim lainnya seperti operasi mioma uteri atau tumor jinak otot rahim, dan riwayat ruptura uteri
Caesar pertama bukan karena indikasi yang akan menetap/berulang, seperti panggul sempit dan riwayat operasi pengangkatan mioma uteri. Misalnya jika riwayat caesar sebelumnya karena posisi anak sungsang, gawat janin atau plasenta previa (ari-ari di bawah) dan hal ini tidak berulang, maka kelahiran normal bisa dilakukan.
Jenis jahitan pada operasi caesar sebelumnya bukan model klasik atau longitudinal incision atau jahitan vertikal, tapi insisi transversa rendah (low transverse incision)
Panggul tidak sempit
Tebal rahim berada dalam batas aman –memiliki 0% risiko terjadinya ruptur uteri-, yaitu 4,5 mm. Meski, ketebalan rahim ini masih menjadi perdebatan, sebab ada penelitian lain yang menyatakan ketebalan di atas 2,5 mm cukup aman, ada pula yang menyatakan di atas 3,5 mm.
Tidak terjadi komplikasi pada kehamilan.
Persalinan timbul terjadi dengan spontan, yaitu kontraksi dan pembukaan serviks terjadi secara spontan.

Adalagi syarat penting untuk Anda yang menginginkan persalinan normal setelah riwayat caesar, yaitu:
Lakukan persalinan di Rumah Sakit yang memiliki fasilitas ruang operasi caesar.
Memiliki tim operasi yaitu dokter anestesi, dokter kandungan, dokter anak serta perawat yang bisa siap dalam kurun waktu tidak lebih dari 30 menit karena bila terjadi kegagalan VBAC harus segera dilakukan operasi.
Proaktif bertanya pada dokter kandungan Anda bila dua point di atas tidak dibicarakan pada Anda.

Indikasi untuk caesar lagi pada ibu dengan riwayat caesar sebelumnya?
Bila tidak timbul proses persalinan alami pada batas waktu yang ditentukan.
Bila persalinan normal tidak mengalami kemajuan.
Bila jarak kehamilan atau persalinan terlalu dekat.
Bila ketebalan segmen bawah rahim atau bekas caesar terlalu tipis.
Kehamilan kembar.
Bila terdapat indikasi-indikasi caesar pada ibuhamil umumnya seperti: preeklampsia, kelainan jantung, makrosomia atau bayi besar yaitu berat badan janin 4 kg atau lebih, kelainan letak janin, sungsang atau melintang, ukuran pinggul ibu terlalu kecil atau disproporsi kepala panggul, ari-ari lepas (solusio placentae), Hipoksia janin (janin kekurangan oksigen), Placenta previa atau ari-ari menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir, obesitas.(me)

http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/kelahiran/tips/agar.tak.lagi.caesar/001/005/1303/1/1

VBAC boleh dilakukan jika alasan dilakukannya operasi Caesar pada persalinan pertama bukan arena panggul ibu yang sempit. Jika alasannya adalah panggul ibu yang sempit, persalinan normal tetap tidak dapat dilaksanakan.
Dalam VBAC, posisi kepala bayi harus berada di bawah.
Selama air ketuban tidak pecah terlebih dahulu dan kontraksi dalam rahim tidak terjadi karena dilakukannya induksi, VBAC dapat dilakukan.
Kehamilan ibu tidak melewati waktu normal atau post term.
Lakukan USG di saat janin berusis 36 minggu untuk melihat ketebalan segmen bawah rahim. Jika ketebalan segmen rahim lebih dari 3 milimeter (mm), maka VBAC dapat dilakukan.
Selama tidak ada indikasi obstetri yang mengharuskan dilakukannya operasi Caesar. Indikasi-indikasi yang mungkin terjadi adalah letak janin yang melintang, letak ari-ari yang berada di bawah, maupun adanya pengurangan pada air ketuban.

Oleh dr. Kartika Hapsari, SpOG

http://meetdoctor.com/article/melahirkan-normal-setelah-caesar#/page/1

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentarnya sementara dimoderasi ya 😁 dan jangan tinggalkan link hidup. Nanti BW baliknya lewat profil teman-teman. Terima kasih untuk tidak menggunakan "ANONIM".

Recommendations by Engageya