Senin, 14 September 2015

Mudun Lemah Baby Han ala Prambatan Kidul

My baby Han already 9mo right now. Sudah bisa duduk sendiri. Dari minggu-minggu kemarin sering ditanyai Ibu (mertua) sudah bisa duduk sendiri apa belum. Hmm, sudah, tapi terkadang masih harus dikasih bantal buat jaga-jaga kalau ngglebrak (jatuh-red). Untuk beberapa menit sudah bisa duduk tegak. Ketika yang lain sudah panjatan, sudah merangkak bayiku belum bisa. Its okey nak, ambu tidak akan membandingkanmu dengan anak yang lain.

Apa itu Mudun Lemah / Tedak Siten (turun tanah-red)? Secara konsep yang aku tahu adalah ketika bayi didudukkan dalam kurungan ayam lalu diberi benda-benda yang menarik dan sekiranya akan diambil sang bayi maka itulah tanda ketertarikannya akan suatu hal yang mungkin akan menunjukkan hobinya kelak. Tapi sih ya, sepertinya kabel, tali dan kain akan tampak menarik buat dia, apalagi kalau warnanya cerah. Yey, semua bayi juga menyukai warna cerah. Makanya kalau mau membuat buku kain usahakan dari yang berwarna cerah-cerah. Lain kali mau aku sharing juga ya cara membuat buku kain yang gagal total kemarin

Secara harfiah Tedak Siten ( Tedak Siti), yaitu Tedak artinya Menapakkan Kaki dan Siten atau Siti yang berarti Tanah, sehingga biasa orang Jawa menyebutnya "Mudun Lemah". Tradisi Tedak Siten atau Mudun Lemah biasanya dilakukan saat seorang anak berusia 7 lapan, dalam kalender Jawa selapan biasanya 40 hari. Jadi jika weton kita jatuh pada Sabtu Pahing maka selapannya adalah Sabtu Pahing berikutnya.  Karena pada usia ini anak mulai menapakkan kakinya pertama kali di tanah yaitu dengan belajar duduk dan belajar berjalan.

Berbeda dengan konsep Tedak Siten yang biasanya, kali ini keluarga suamiku melakukan tradisi mudun lemahnya cukup sederhana saja, yah tidak sesederhana juga sih tetep butuh uang banyak. Ketan putih dan kuning yang sudah ditaruh dibaki tanpa perlu dipotong-potong terlebih dahulu ditutup kertas coklat ditaruh di dalam kurungan ayam lalu didoakan oleh mbah kakung. Selanjutnya ketan tersebut diduduki oleh Kenang (panggilan anak laki-laki - red). Di dalam kurungan ayam tersebut juga diletakkan beras kuning berisi uang recehan sejumlah kelipatan total weton kenang dan juga ditambah uang kertas mulai dari 100 ribu, 50 ribu, 20 ribu, 10 ribu, 5 ribu dan 2ribu. Selain uang Mbah Kakung dan Mbah Uty meletakkan notes (buku) serta pensil.

beras kuning diberi uang logam serta notes

Setelah masuk kurungan ayam yang sudah dihias, kenang diminta untuk mengambil salah satu dari barang-barang tersebut.

Kurungan Ayam yg sudah dihias menggunakan kertas krep

Hiasan Kurungan Ayam ala baby Arsy #hiraukan

Tapi yah, namanya bayi ya.. Baru masuk kurungan aja baby Han udah kebingungan, disuruh milih. Cuma syarat aja sih sebetulnya. Alhamdulillah kenang milih uang 100 ribu rupiah, lumayan buat beli kebutuhan kenang ya bulan ini hahaha lho begimana sih ini ibunya kok malah buat belanja. Karena pilihannya uang maka didoakan sama Mbah Utynya semoga besok besar menjadi anak yang sukses di dunia dan akhirat ya Nak. Aamiin YRA.
Baby Han nangis tapi tetep pegang Cemban :D

Dari point-point di atas, inti dari Mudun Lemah adalah mensyukuri bahwa sang anak sudah mulai menapakkan kakinya ke bumi. Sudah siap menjalani kehidupan yang lebih besar. Juga serta mendoakan yang terbaik untuk bayi kita.
comments

3 komentar:

  1. Menyenangkan sekali upacara2 adat begini masih dilakukan. Anak2ku dulu enggak krn tinggal di luar Jawa, tidak ada yg menuntun. Sayang sih sebenernya tp nggak punya kenang2an seru masa itu :)

    BalasHapus
  2. Untuk barang-barang buat di dalem kurungan bebas ya mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bebas mbak Dona tapi kebanyakan diisi sama uang (utk menandakan kesuksesan), buku agar menjadi anak yg pintar, atau bahkan ada yg diisi juga dengan tasbih dll agar pintar agamanya. Cumaan di tempat mertua saya uang recehannya sejumlah weton babynya. Jadi misal weton babynya jumat wage, jumat = 6, wage = 4, jadi uang recehnya ada 10 keping

      Hapus

Komentarnya sementara dimoderasi ya 😁 dan jangan tinggalkan link hidup. Nanti BW baliknya lewat profil teman-teman. Terima kasih untuk tidak menggunakan "ANONIM".

Recommendations by Engageya