Kamis, 22 Oktober 2015

5 Hal Yang Perlu Diperhatikan Ketika Menggunakan Baby Walker

Baby walker? Perlukah? Penggunaan baby walker memang masih kontroversial terutama di kalangan orang tua. IDAI - Ikatan Dokter Anak Indonesia sebetulnya sudah melarang penggunaan baby walker karena menjadikan bayi lebih tinggi, yang memungkinkan bayi mencapai barang-barang yang letaknya tinggi. Baby walker juga membuat bayi lebih mudah bergerak. Bayi dapat bergerak sepanjang ruangan dan dapat meraih benda-benda yang berbahaya, katakanlah pisau di atas meja atau kabel listrik di dinding atau bahkan jatuh dari tangga. Selengkapnya coba baca di sini.

Bagaimana dengan saya personal sebagai seorang ibu? Iya kami sudah memberi baby walker untuk baby Han sejak usia 6 bulan, saat tengkurap bolak-balik saja belum bisa. Kenapa? Berikut alasan-alasan kami kenapa memilih baby walker sebagai teman bermain baby Han.


1. Untuk Melatih Gerak Motorik Kakinya

Alasan klasik! Iya mungkin kalau yang bayinya cenderung aktif dia akan mulai belajar mengeksplorasi dengan belajar tengkurap bolak-balik lalu belajar merangkak selanjutnya duduk sendiri lalu merambat dan akhirnya belajar berjalan sesuai tahapan yang ada di buku KIA.

No! Tidak semua bayi berkembang sesuai tahapannya. Ada bayi yang cenderung malas tapi dia memliki kelebihan di otak, ada juga yang sebaliknya (bukan berarti tidak memiliki kelebihan cuma gerak ototnya yang lebih dahulu dikembangkan). Pada dasarnya masing-masing anak memang berbeda satu sama lain.

Bahkan menurut dr Isfandiyar Fahmi, Sp.A dari RSB Permata Hati Kudus ada anak yang tanpa melalui proses merangkak langsung berjalan. Tanpa melalui proses merangkak pun anak tidak akan kehilangan keseimbangannya.

Kami sebagai orang tua sebetulnya juga khawatir kenapa bayi kami enggan merangkak, makanya pada awal kami memutuskan memakai baby walker ini siapa tahu dengan alat ini dia mau menggerakkan kakinya.

2. Agar Baby dapat Mengeksplorasi Dunianya Sendiri

Seharian duduk juga bisa menyebabkan baby Han kebosanan apalagi kalau sekotak mainannya sudah dikeluarkan semua lalu tidak ada yang menarik lagi atau bahkan film kesukaannya sudah tamat. Baby walker bisa menjadi alternatif agar kaki-kaki kecilnya sejenak berlari mengelilingi rumah dan menemukan hal-hal baru. Tentu harus tetap dalam pengawasan ya. Karena seisi rumah adalah tempat yang berbahaya kalau sudah terjangkau oleh si kecil.

3. Orang tua bisa melakukan pekerjaan sambil mengawasi si kecil

Ini yang terpenting. Selagi mengawasi si kecil kita juga masih bisa menyambi [melakukan part time - red] pekerjaan rumah, semisal mencuci botol atau cuma sekedar mengambil cucian di jemuran baju. Tidak bisa tenang juga sih, tetap waswas kalau tiba-tiba baby Han anteng tanpa suara. Kalau seperti ini perlu dicurigai sedang apa dia di sana.

4. Karena Dagangan Babanya Belum Laku

Haha.. Kalau yang ini sih.. Iya baby walker memang kurang peminat mengingat banyak dampak negatif ditulis di mana-mana jadinya barang dagangannya masih. Dan akhirnya diberikan satu ke anaknya sendiri hihihi.
dagangan yang akhirnya jadi hak milik baby Han

Penggunaan baby walker memang secara kasat mata memudahkan orang tua dan menyenangkan si kecil karena dapat bermain dan berlari semaunya sendiri. Meskipun begitu kita tetap memperhatikan penggunaan baby walker ya Moms, Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan baby walker :

1. Pastikan tinggi baby walker sesuai tinggi badan si bayi

Baby walker bisa diatur tinggi rendahnya sesuai tinggi postur si kecil. Jika diatur maksimal maka anak cenderung berjalan secara jinjit karena jangkauan kakinya terlalu tinggi. Jika diatur terlalu rendah maka anak malah berjalan dengan duduk. Padahal diharapkan anak akan berjalan dengan semestinya tanpa perlu duduk. Pada level tertentu, anak akan berjalan selangkah dua langkah meskipun melangkah di dalam baby walker. Jadi tidak akan duduk lagi melainkan berjalan. Pada tahap ini akan juga sudah siap untuk dititah tanpa menggunakan baby walker lagi.

2. Pastikan tempat duduk bayi tidak menjepit pahanya

Pemasangan baby walker yang terlalu tinggi juga bisa menjepit kakinya yang menyebabkan bagian pahanya terasa sakit. Jika berjalannya terlihat aneh coba dilihat apakah tempat duduk bayinya sudah pas dengan posisi dia saat menaikinya.

3. Singkirkan semua benda-benda yang membahayakan bagi si kecil

Penggunaaan baby walker bisa membebaskan si kecil menjangkau dunia yang lebih luas bahkan tinggi sekalipun. Inilah saat dia mengenal dunia yang lebih luas. Sebaiknya benda-benda tajam berupa pisau gunting dll, atau gelas piring bahkan kabel charge di pinggir meja perlu disingkirkan. Stop kontak yang sekiranya bisa dijangkau si kecil sebaiknya juga ditutup ya Ayah Bunda, ada kok alat penutup stop kontak, di toko alat-alat listrik sudah banyak yang jual.

4. Gunakan baby walker seperlunya dan tetap ajarkan titah pada si kecil

Kami biasanya menggunakan baby walker hanya saat di mana baby Han sudah menunjukkan kebosanan dan minta melepaskan diri. Biasanya respon itu menunjukkan kalau dia ingin bermain sendiri (dengan baby walkernya). Saat itulah kami meletakkannya di baby walker untuk beberapa saat. Karena berlari dan berjalan cukup melelahkan bagi bayi kami. Waktu maksimal penggunaan baby walker bagi kami adalah 30 menit. Selebihnya ya minta digendong lagi atau minta bobok di atas kasur.

5. Cek selalu keadaan baby walker

Saat tidak digunakan cobalah cek keadaan baby walker kita, dilihat dari tempat duduknya (kalau bisa sih dilepas lalu dicuci) biar tidak ada hewan kecil bersarang di kainnya. Cek juga roda-rodanya apakah ada yang longgar atau tidak. Yang sering kali dicek yaitu kebersihan, saat bermain lalu mengambil jajan di dalam toples pasti kan ada tuh makanan yang bercecer. Dibersihkan dengan lap basah atau kalau mau disiram dengan air semprotan keran lalu diangin-anginkan sebentar.
comments

1 komentar:

  1. Kayaknya saya masih salah satu orang yang kalau di masa depan punya anak masih mau menggunakan babywalker ^^
    Terima kasih infonya :)

    BalasHapus

Komentarnya sementara dimoderasi ya 😁 dan jangan tinggalkan link hidup. Nanti BW baliknya lewat profil teman-teman. Terima kasih untuk tidak menggunakan "ANONIM".

Recommendations by Engageya