Rabu, 28 Oktober 2015

Bapak Datang di Perjalanan Hidupku Yang Baru

Bulan Oktober ini jika alm Bapakku masih ada, kami masih bisa bersyukur atas pernikahan mereka yang sudah memberikan 2 kehidupan baru yaitu aku dan adik lelakiku. Beliau berpulang 3 tahun yang lalu saat kedua anaknya belum ada satupun yang menikah tapi aku termasuk beruntung, Bapak sempat memberi restu kepada calon suami yang bahkan tidak kami kenal sebelumnya. Sebagai catatan aku dan suami tidak melalui proses pacaran, hanya melalui perkenalan singkat lalu tiba-tiba pertemuan keluarga dan lalu semua berjalan dengan sendirinya.

Bapak datang melalui mimpi adikku, mengatakan bahwa sebaiknya pernikahanku tidak usah neko-neko yang penting terlaksana secara sah menurut agama dan negara. Mungkin beliau khawatir jika pernikahanku lebih besar pasak daripada tiang.

Yang dari keinginan sederhana rupanya tak bisa sesederhana itu kalau sudah melibatkan banyak orang. Karena biasanya kerabat merasakan prihatin jika sampai pernikahan yang sekali seumur hidup insya Allah amin allahuma amin dirayakan secara sangat amat sederhana.

Beruntung kami memiliki tetangga yang keikhlasannya rewang. EO pernikahan kami ya tetangga kami sendiri. Mulai dibentuklah Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia Pernikahan. Memang tim pernikahan di RT ku itu lengkap, ada penata rias pengantin, ada pembawa acara (pranoto coro), ada ahli dekorasi, ada yang terbiasa memasak katering, bahkan penyanyi kita punya. HaHaHa. Iya bagaimana tidak, Omku dari Bapak adalah pranoto coro sedangkan istrinya adalah perias nganten. Jadi lumayan ngirit ya ^_^

Jalanan depan rumah disulap menjadi gedung sederhana nan mewah, di mana sirkulasi udara masih bisa bebas masuk hilir mudik. Bertema milenium. Masalah tema sih sebetulnya menyesuaikan gaun pengantin ya, karena yang paling manis ya yang warna abu-abu itu. Sebetulnya aku memang menghindari warna-warna yang mencolok seperti merah, biru tua maupun hijau tua, apapun yang terlihat terlalu ngejreng. Mau tau kenapa? Karena nanti make-upnya terutama eyeshadownya menyesuaikan warna kebaya. Dan aku sama sekali tidak cocok dengan make-up glamour menggunakan warna-warna di atas. Hahaha

Makanan juga menjadi bahasan pokok kami (baca: aku dan Ibu), karena kami tidak ingin mengundang banyak tamu tapi yang datang terakhir tidak kebagian makanan, jadi cara kami adalah setiap menu dikalikan tiga tamu undangan. Untuk urusan makanan juga tidak kami serahkan kepada katering. Kenapa? Berdasar pengalaman saudara kami yang pernah mengadakan resepsi untuk pernikahan adiknya, beliau memesan makanan dari penjual langsung. Jadi jika menumu adalah soto ayam, sate ayam, dan bakso maka kita perlu menghubungi ketiga penjual tersebut. Meski agak repot dibanding memesan langsung satu tempat di katering tapi cita rasa yang didapat sesuai namanya. Jadi soto ayam ya rasa soto ayam lengkap dengan gurihnya bawang goreng. Bukan berarti kalau pesan di katering rasanya akan berbeda ya, cuma kami ingin mendapatkan rasa yang pas oleh ahlinya langsung. Prinsip dasar ngantenan yang ingin terus dikenang tamunya adalah memperbolehkan pulang jika sudah kenyang.

Makanya tamunya juga tidak sebanyak tamu pejabat . Cukup saudara, tetangga seRT dan sekitarnya serta teman dekat.

Karena itu sampai sekarang saya masih disindir teman karena tidak diundang tadi -___-

Dan yang mengejutkanku adalah yang awalnya kami tidak ingin mengadakan acara hiburan yang biasanya diisi dengan organ tunggal beserta penyanyinya. Ini tanpa aku minta, organ tunggal datang beserta penyanyinya yang ganteng dan manis, mereka berdua ini pernah minta belajar private matematika sama aku. Oh manisnya.., dan sekarang mereka sudah dewasa.

Kiri bawah adalah si ganteng yg kecilnya suka ngepoin guru privatnya

Terima kasih banyak ya buat bantuannya para warga RT 02 yang sudah bersedia membantu dalam segala hal, meski tetap ada kurang lebihnya. Hehe kok jadi kayak pidato ya

dok pribadi bersama BpkBpk Panitia

dok pribadi bersama Ibu-Ibu Panitia

Dan ya satu lagi mengenai sisi dokumentasi. Saat itu tanteku ngotot harus dilakukan sesi dokumentasi, melalui beliau kami mengundang mas fotografer yang ciamik, hasilnya memang ciamik sih. Awalnya aku juga enggan juga sih, karena masalah biaya lagi tapi yaweslah seumur hidup sekali ini. Kalau diingat-ingat kembali, sayang juga kalau sampai saat itu aku yang sudah dirias bak Putri Solo uhuk tidak ada dokumentasi. Untung ada mas fotografer yang ciamik lagi. Maaf mas aku lupa namamu tapi aku ingat kok kalau ketemu pasti aku sapa.



Berkat dokumentasi jadi tahu siapa saja yang menyempatkan datang saat itu. Itulah kenapa dokumentasi rasanya rugi kalau nggak dilaksanakan. Sebagai referensi kalau lokasi pernikahanmu di sekitar Bandung dan sekitarnya ceki-ceki deh ke foto wedding Bandung, di sana ciamik juga foto-fotonya. Kita juga bisa mengusulkan tema outdoor maupun indoor lho. Hasil foto outdoornya terlihat alami dan fresh.


Tapiiii.. kalau dokumentasi kan tidak semua mungkin tercover ya, apalagi kalau tamunya malu-malu naik ke atas pelaminan. Jadi cuma ingin datang, masukkan amplop, makan lalu pulang. Iya kalau sempat terambil gambarnya sama sang nganten. Kalau nggak? Sekarang ini ada ide bagus biar semua terambil gambarnya. Sediakan saja pojokan buat berfoto narsis yang nantinya akan dijadikan sebagai Souvenir Photobooth. Kayaknya tahun 2015 ini siapa sih yang gak suka narsis kan ya? Jadi yang belum tahu ini ya, Souvenir Photobooth ini adalah souvenir berupa foto dirimu sendiri sebagai tanda kenang-kenangan telah menghadiri pernikahan. Biasanya diambil saat akan keluar dari tempat resepsi dan disitu ada foto pengantin juga. Ini contoh Souvenir Photoboth.



Terus kalau tamu ingin mengupload ke social medianya atau disimpan ke komputernya sendiri? Kan nggak punya bentuk digitalnya. Ohh tenang, kalau sang empunya hajat menyewa Souvenir Photoboth juga menyediakan layanan request softcopy dan akan dikirim melalui email. Jadi begini mekanismenya #halah setiap hasil cetakan photobooth terdapat kode foto. Masukkan ke form Request Softcopy, masukkan nama, alamat email, kode foto serta nama acara di mana kita mendapatkan foto. Dan file softcopy akan segera meluncur ke email maksimal 2x24 jam.

Makanya dokumentasi itu penting, andai saja Bapak masih bisa bersama kami ya. Mungkin foto keluargaku akan menjadi lengkap. Entah kenapa rasanya saat itu Bapak hadir di akad nikah kami, ini murni insting seorang anak, bukan sebagai seorang cenayang atau paranormal. PS. Saya memang bukan cenayang. Karena dulu Bapak saat sakit pernah mengatakan,
"Jangan sedih Nduk, aku tidak meninggal. Aku hanya berpindah tempat (alam)." 
Mungkin cuma ini yang bisa kulakukan untukmu Pak, sebagai pengingat bahwa Bapak selalu ada bersama kami, anak-anakmu.

dok pribadi saat acara ngunduh mantu

Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway Pernikahan dan Souvenir 



comments

8 komentar:

  1. Semoga ayahanda selalu terang dan tenang diSana ya mbak.
    Ikut sedih bacanya.. Btw mak Rani cantiiik hehehee
    Salam kenal ya, terima kasih sudah berpartisipasi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin.. terima kasih juga Mak sudah diijinin ikutan GAnya ;)

      Hapus
  2. Sederhana dan bener2 bahagia karena panitia nya buanyaakk binggoo yaa mbak..

    Bapak berpindah alam seperti di bukunya sabtu bersama bapak yaa mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya yg sederhana yg pengen dikenang karena berkesan

      aku belum baca novelnya atau lihat filmnya. Iya yg jelas sih Bapak memang selalu ada di hati anak-anaknya

      Hapus
  3. DI kampungku tradisi rewang juga kentel banget Mbak. Kalo ada hajatan mantu semua sodara, tetangga kanan kiri pasti sibuk bantu sana sini. Semoga berkah selalu pernikahannya ya Mbak, aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.. Semoga lekas menyusul juga Mbak Vhoy ;)

      Hapus
  4. Konsep mileniumnya cakep, apik tenan, mbak. Mantennya juga cantik dan ganteng. Ah iya, kepikiran juga kalau nanti saya nikah buat menu tambahannya pesan sama tukang bakso atau pedagang keliling aja, ya. Lebih murah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lebih murah bisa minta sesuai harga dan pastinya rasanya sudah khas buatan mereka sendiri ^^,

      Terima kasih sudah mampir Mak Efi..

      Hapus

Komentarnya sementara dimoderasi ya 😁 dan jangan tinggalkan link hidup. Nanti BW baliknya lewat profil teman-teman. Terima kasih untuk tidak menggunakan "ANONIM".

Recommendations by Engageya