Jumat, 09 Oktober 2015

Mimpiku Bermuara di Blog

Jaman dahulu kala saat facebook belum sebooming sekarang ini, saat friendster masih merajai jagad raya maya ini aku pernah bermimpi menjadi seorang blogger. Jangankan mempunyai blog, buat searching di internet saja daku harus rela gak makan siang, maklum ya anak kost. Harus sigap nyisihin uang saku.

Blog adalah sesuatu yang "wah" kala itu, di dalam blog ada tulisan kita, opini kita. Apalagi sampai mempunyai domain sendiri. Waaaah bangeet kuiii.



Mbak kostku juga sebetulnya mempunyai mimpi yang sama denganku, entah sudah buat blog belum ya sekarang. Jadi kembali ke aku yang belum berani loncat, loncat menjadi blogger. Karena kuper bener, belum paham kalau buat blog bisa main ke blogger.com atau wordpress.com atau platform lainnya sementara waktu tulisanku yang amburadul aku tulis di note friendster. Kan ada ya, blog dari platform friendster, semacam catatan kalau di facebook.

Sekitaran tahun 2009, dari twitter aku berkenalan dengan Brandon, anak muda dari US seorang blogger dengan domainnya dulu http://brandoniswrite.com. Pertama kali terkesima dengan tulisannya yang berbahasa Inggris semua, uji nyali ini namanya dengan bahasa Inggris level intermediate posisi paling bawah sok-sokan blogwalking ke blog berbahasa Inggris. Dari sini aku tertarik buat blog, the real my blog. Bukan numpang catatan di facebook atau friendster lagi. Beralih ke platform yang profesional. Mulai searching-searching lagi bagaimana caranya membuat blog. Ternyata lewat blogger.com ta bikin blog itu? Ya Allah,, setahun ke mana aja loe!

Awalnya dengan mempunyai blog, aku ingin berbagi segala hal yang menarik di sekitar kita. Semacam reportase live yang terjadi di sekitar lingkungan tempat tinggal aku. Semakin ke sini semakin absurb tulisannya semakin gak jelas. Padahal aku gak pernah muluk-muluk mimpinya, seperti memenangkan lomba blog berhadiah mobil atau hadiah menginap di Villa. Ah tak pernah itu karena sadar belum aku belum sampai ke level itu. Hihihi.

Punya blog terus lancar nulisnya? kagak. HaHaHa.

Menulis di blog masih moody, kalau ada maunya nulis kalau mentok ide gak lanjut lagi. Apalagi kalau ada lomba blog yang hadiahnya bikin ngeces, tanpa pernah mengenal SEO, tanpa tahu cara mereview produk yang benar, tanpa tahu cara penulisan review film dan buku yang bagus jadi sering menulis tanpa publikasi lalu hilang ketilep (tertimbun-red) gurun sahara. Alhasil draftnya bejibun. Walau begitu aku masih suka blogwalking, membaca tips-tips terutama soal ASIP, parenting dll. Bahkan sebelum mencoba membeli produk aku biasanya juga blogwalking dulu lewat google. Itulah makanya kenapa reviewer produk sekarang lagi marak ya? Berterimakasihlah padaku, karena orang macam aku jadi ada peluang untuk blogger-blogger lainnya. HaHaHa Ya Allah..

Nah dari itu salut deh sama produsen-produsen besar yang mampu menciptakan peluang untuk teman-teman kami sebagai seorang yang menamai dirinya seorang blogger untuk tidak lagi dipandang sebelah mata. Tertarik? Kenapa tidak mencoba ciptakan peluangmu sendiri?

Punya Domain Sendiri Setelah 6 Tahun

Beruntung aku diperbolehkan join grup Kumpulan Emak Blogger. Jadi semakin nambah wawasan dan nambah teman. Ternyata teman sesama blogger itu penting, selain bisa nambah bahan bacaan juga bisa sharing tulisan sendiri. Masya Allah tulisan jelek gini disharing? Yaelah gak papa lagi, practice make perfect kata temenku yang dari Cebu Philipine. Hehe positif thinking aja, siapa tahu dengan banyak membaca blog-blog lain yang lebih ciamik, tulisanku dan pemikiranku jadi bisa lebih maju dan ikut tertular ciamiknya, bukan Ciamis ya.

Dari grup inilah aku bertemu dengan orang-orang hebat, seperti Mak +Christanty Putriarty yang menganjurkan buat ganti domain menjadi domain pribadi, gak lagi ada embel-embelnya blogspot[dot]com. Semoga aja sih ke depannya bisa bayar terus domainnya menulis bertambah rajin.

Kritikan Misua yang Pedas kayak Lombok Setan

Meskipun aku seorang blogger amatiran, seorang penulis yang absurb tapi jujur aja nih tulisanku tidak mendapat tempat di hati suami. Maklum dia memang seorang kutu buku dan penilai yang kritis. Saking kritisnya dibilangnya tulisanku ini masih tulisan abal-abal, emang iya sih tapi mbok ya ngomongnya itu lho bisa gak sih dikiaskan dengan halus, aku kan sensitif -__-. Tapi justru karena kritikannya itu, kudu tak terjang (ingin aku hadang-red) lewat tulisan-tulisan yang semakin berbobot. Suatu saat pasti akan aku buktikan kalau tulisanku sudah bisa naik level sedikit dan bisa dipertanggungjawabkan. Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit. Maunya sih.. Doakan ya.

Makanya sekarang aku ngerti kenapa blogwalking itu penting sekali, lho pentingnya lho sampai ditebalin dan dibesarin. Berharapnya dengan semakin banyak blogwalking akan menambah wacana kita yang secara tidak langsung menambah kosa kata kita. Kosa kataku sih memang belum sebanyak 10.999 kata. Anomali saja masih harus membuka KBBI. Dari tulisan-tulisan itu aku banyak belajar kosa kata baru, makanya jika ada blogger yang jam terbang menulisnya sudah sangat amat tinggi dan sekiranya tulisannya bagus aku ikuti mereka di blog. Tanpa pernah berharap difollow back, hehe kalau ini sih modus. Awalnya aku kiranya dengan semakin banyak follower blog berarti semakin popular blogger itu di dunia maya, bahkan aku juga pernah bermimpi blogku banyak yang memfollow tapi ternyata dugaan ini sedikit melenceng dari yang sebenarnya. Mereka memang pantas diikuti karena memang tulisan mereka layak dan wajib dibaca dan dapat diuji kelayakan di ITB dan IPB #eh
comments

12 komentar:

  1. dengan blogwalking bisa menambah ilmu dan sahabat ya mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mbak Lusi menambah wawasan orang kudet macam aku ini

      Hapus
  2. iya mbak BW penting banget, bisa nambah ilmu dan nambah bahan postingan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku juga menyadarinya mbak sejak bergabung di grup KEB dan sejak dicocoli lombok setan sama misua #haisssh

      Hapus
  3. salam kenaaal, mbaaa...
    kudoakan smoga kritikan misua yg pedas bisa jadi sambel..pedes2 nendang tapi enaaaakkk hihii...
    keep writing and blogging :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau balado mah enak, kalo berupa tutur kata maah,,, jadi penyemangat tersembunyi.. semangaaaat

      Hapus
  4. Wah lumayan tu ada pengkritik yang bisa bikin maju. Lha suamiku cuek aja, nggak mudeng buat apa ngeblog. Hadeeeeh

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi diajarin Mak Lusi biar tertular virus menulisnya

      Hapus
  5. Hihi sama mb, suami ku juga kritiknya sepedes cabe, katanya blogku isine lomba mulu, tsktutnya tar pembaca lari hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. padahal lomba juga berfungsi menaikkan traffik ya hahahha #ngecestrafik

      Hapus
  6. sama juga mbak, saya buat blog dari 2012 tapi sampai sekarang baru 30 artikel untuk blog yang sekarang saya kelola lagi :-)
    kalo untuk blog pakai domain sendiri, saya lebih pilih wordpress self hosted.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe menulis sih kayaknya mudah ya yang bagi terbiasa.. ayo kita lebih semangat lagi dalam menulis..! Aku dulu juga pernah pakai wordpress tapi terlalu banyak blog jadi bingung mengelolanya LOL

      Hapus

Komentarnya sementara dimoderasi ya 😁 dan jangan tinggalkan link hidup. Nanti BW baliknya lewat profil teman-teman. Terima kasih untuk tidak menggunakan "ANONIM".

Recommendations by Engageya