Senin, 16 November 2015

Dont Judge Us Because We Are Mosleem

On Friday Nopember 13th, 2015 world has been shocked by terrorism at Paris, France. Many people especially from Europe blaming Muslim for this accident. Nop! Its not accident anymore, its terrorism.


Why every kind of "terrorism" must be related as "muslim"?


Okey, enough for English! Saya ingin menulis semuanya tentang sedikit yang saya tahu dari hati saya. Rasanya lebih mudah curhat jika menggunakan bahasa emakku, Bahasa Indonesia.

Kemarin hampir setiap orang berbondong-bondong mengganti PP facebooknya dengan bendera Prancis sebagai tanda ikut berduka cita atas tragedi yang terjadi di sana. Efek dari tembakan bertubi-tubi AK47 yang menyerang beberapa titik bagian di Paris dan dentuman bom dalam semalam mampu mengguncang dunia. Sungguh saya tidak membenarkan adanya kekerasan di manapun kapanpun dan menjadikan korban siapapun.



Membaca tulisan dari Mas Bai Ruindra sedikit menggelitik saya, kenapa Paris yang dalam kehidupannya seolah damai tentram harus merasakan juga pahitnya terorisme di negara tersebut, bahkan berani mengebom area sekitar stadiun yang notabene Presiden Prancis berada di dalam stadiun tersebut.

Prancis selama ini pernah atau bahkan sering ikut membantu Amerika dan Inggris memerangi terorisme yang selalu mengkait-kaitkan dengan Islam. Entah kenapa anggota organisasi mereka suka menyerahkan diri dengan identitas diri beragama Mosleem. Benarkah mereka yang mengaku mosleem sudah menjalankan ajaran Islam dengan benar? Sudahkah mereka sholat tepat waktu? Sudahkah mereka menunaikan zakat dan sadaqah? Tentu saja itu menjadi urusan mereka dengan Tuhan mereka. Tapi apakah mereka tahu? Dosa terbesar yaitu dosa membunuh orang. Tapi pasti akan dibantah oleh orang yang mengatakan, membunuh kafir adalah pahala. Apa kalian yakin seluruh korban Paris adalah non muslim? Kalian tahu? Prancis merupakan salah satu negara Eropa dengan muslim terbanyak dibanding negara-negara Eropa lainnya. Dan salah satu korban tragedi Paris adalah sopir taxi beragama Mosleem. Masih bilang ini jihad? Jadi tolonglah.. ISIS, Al Qaeda, dan Boko Haram please jika ingin menyebar bom bunuh diri atau apapun jangan mengatasnamakan Islam! Islam yang saya dapatkan bukan Islam penyebar kebencian dan teror.

Aku jadi mengingat kembali dentuman bom yang terjadi di suatu kafe di Bali beberapa tahun silam. Ada yang mengatakan ini untuk melawan kekafiran. Okey sekarang siapa yang kafir? Ada korban muslim yang tidak bersalah juga terkena bom tersebut. Lalu mereka dengan santainya mengatakan, bahwa korban muslim dipastikan masuk Surga. Oh please. Apa kamu atau mereka adalah panitia penentu masuk Surga dan Neraka?

Juga karena orang berkedok Islam tersebut, saudara saudariku di Timur Tengah harus terkena dampak dari perbuatan mereka. Banyak yang membenci Islam sehingga mungkin saja mereka mengganggap kita sebagai umat Muslim sebagai kutu anjing yang harus dimusnahkan dan dibasmi dari kulit daging mereka sendiri. Ogh I hate this feeling.

Bagaimana dengan penderitaan Warga Suriah? Masih ingat dengan Aylan Kurdi yang terpaksa harus ikut keluarganya mengungsi karena keadaan negara mereka yang tidak aman hingga akhirnya Aylan Kurdi harus meninggal karena tenggelam bersama Galib kakaknya serta ibunya? Salah siapa? Setiap melihat foto ini rasanya perih mengingat saya juga seorang ibu.


Semoga Indonesia sebagai negara muslim terbesar akan selalu dalam keadaan damai dan sejahtera. Jauhkan kami dari perang invasi negara-negara tersebut. Bukan karena tidak mungkin kita yang akan menjadi sasaran selanjutnya mengingat rakyat Indonesia mudah terpecah belah.



Jangan salahkah Negara Muslim. Tidak semua orang Islam berpandangan ekstrim.

Biasanya jika ada berita seperti ini di internet yang lagi-lagi mengkambinghitamkan Islam, saya lebih memilih diam, diam dengan tutur dan perbuatan. Lebih baik saya melawan dengan hati. Please dont judge us because we are mosleem. Hampir sebagian list teman-teman Eropa dan Amerika akan menuduh Islam. Yang salah itu orangnya dan organisasinya, bukan agamanya.

Saya percaya tidak ada satupun agama yang mengajarkan kebencian, sekalipun ada pasti pengetahuan agamanya baru secuil ujung kuku hitamku ini termasuk saya yang sangat cetek soal agama.

Alhamdulillah, walaupun sebagian mungkin ada yang menyalahkan masih ada sedikit orang yang meyakini tindakan terorisme ini tidak berhubungan dengan Agama Islam. Ini adalah tindakan setan. Thanks God, I still have friend like Sue.



So, ayo kita sebagai umat muslim dengan populasi terbanyak di dunia. Jangan mau dipecah belah, tetap satukan kekuatan karena bisa jadi korban berikutnya adalah kita. Betapa mengerikannya bila ini benar-benar terjadi. Jadilah umat muslim yang dicintai Rasulnya dengan menebar benih kedamaian. And stop blaming mosleem because we are not same like them. And please dont judge us. Bencilah orang dan oknumnya tapi jangan benci agama tauhid kami.


Sumber Referensi :
http://www.bairuindra.com/2015/11/pray-for-paris-what-about-now.html
http://www.kompasiana.com/fadlizontor/inilah-penyebab-paris-menjadi-sasaran-teroris_56482109d27a61721172511f

comments

5 komentar:

  1. saya juga biasanya memilih diam dan berdoa untuk ummat ini mba, paling kalo ga tahan bikin postingan...sedih ya,

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Mbak Nia, setidaknya dengan kekuatan doa inilah yang akan mengantarkan kekuatan pada kita semua

      Hapus
  2. ya , dan banyak loh postingan sekarang yg kalau diperhatikan secara halus ingin menagdu domba , aduh janagn sampai deh, makanya kita janagn cepat terprovokasi deh harus jadi pembaca cerdas

    BalasHapus
  3. Senang sekali ada beberapa orang yang mengambil inisitif melalui youtube untuk menunjukkan bahwa Islam cinta damai. Itu lebih ada hasilnya dibandingkan dg terlalu banyak menerangkan bagaimana Islam sebenarnya.

    BalasHapus

Komentarnya sementara dimoderasi ya 😁 dan jangan tinggalkan link hidup. Nanti BW baliknya lewat profil teman-teman. Terima kasih untuk tidak menggunakan "ANONIM".

Recommendations by Engageya