Rabu, 16 Desember 2015

Baby Han 13mo : Merambat

Sebelum kelupaan, sebelum semuanya berlalu lalu tiba-tiba saja sudah.. padahal baru kemarin dilahirkan, mungil aku dekap sekarang sudah.. Iya kan? Biasanya seringnya Ibu-Ibu mah begitu, saya juga. Kemarin rasanya baru keluar dari Rumah Sakit Bersalin, tetiba anaknya sudah tumbuh tinggi sudah setahun. Hehehe

Eh Han, anak Ibu yang sudah beranjak besar. Sudah bisa ngapain saja kamu?

Titahan Cukup Berpegangan Tangan
Kalau bulan kemarin titahannya masih dipegangi badannya, sekarang Han sudah bisa dititah hanya dengan bantuan kedua tangan. Tubuhnya sudah kuat untuk ditopang dari tangannya saja. Walau terkadang masih mendoyong ke kanan dan ke kiri. Yah, kalau ini mah memang sepertinya sengaja ya. Kemarin sempat ada yang tanya ya sama saya, titahan sih apa Bu? Perasaan titahan kan Bahasa Jawa juga ada ya, gimana menjelaskannya coba. Seharusnya kemarin saya bilang titahan ya tuntunan, cuma tidak terpikir saat itu.

Merangkak Semakin Jauh
Bulan ini ada peningkatan, tidak cuma dua tiga langkah tapi sudah mau merangkak sejauh 2 meter. Lho cuma 2 meter aja? Iya, secara dia maunya merangkak di atas kasur. Kalau diturunin disuruh merangkak di lantai mah dia ogah. Udah bakal nangis gulung-gulung.

Kalau Pakai Sandal Ya Berarti Mau Pergi
Setiap bayi memiliki ilmu titen (bahasa Jawa lagi), jadi setiap pakai sandal berarti dia mau jalan walaupun cuma sekitar komplek tapi setidaknya dia melangkah keluar dari pagar rumah. Begitu. Jadi kalau tidak pakai sandal ya jalan-jalannya paling jauh di depan pagar rumah.

Merambat
Nah, meski ketingalan start tapi Han juga mau merambat lho. Cuma dia tidak mau merambat via tembok, maunya merambat lewat tubuh orang dewasa. Kalau diarahkan ke tembok sepertinya dia takut pegangan sama lapisan tembok yang licin, beda ceritanya kalau merambat lewat tubuh orang dewasa kan pasti lekuk tubuhnya jadi memudahkan dia untuk merambat.


Kalau anak-anak lain proses belajarnya dari merangkak, merambat baru titahan. Ini Han mah orangnya berbeda, titahan dulu baru merangkak kemudian merambat. Hehe beda anak beda kemampuan ya. Sekali lagi setiap anak adalah istimewa dengan kemampuan mereka masing-masing.
comments

5 komentar:

  1. kata ibuku dulu aku malah ngga merangkak lho mba,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya ada juga memang mbak, kata dokter anaknya dulu tidak merangkak tidak apa-apa sih sebenarnya. Cuma lihat di tayangan dr Oz dulu, lebih baik anak belajar merangkak biar belajar keseimbangan. Nah lho sama-sama dokter mana yg harus dijadikan acuan coba. Yg penting kan sehat ya Mbak ^^,

      Hapus
  2. Sama Mak, anak saya juga titahan dulu baru merangkak lalu merambat :D

    BalasHapus
  3. Tiap anak emang beda-beda ya mbak ^^
    Anakku merangkak dulu terus sekarang merambat

    BalasHapus
  4. Senenga ya mbaa mencatat tumbuh kembang anak, jadi inget sama blog anak2ku yang udah lama ga di update :D

    BalasHapus

Komentarnya sementara dimoderasi ya 😁 dan jangan tinggalkan link hidup. Nanti BW baliknya lewat profil teman-teman. Terima kasih untuk tidak menggunakan "ANONIM".

Recommendations by Engageya