Sabtu, 26 Desember 2015

Desa Wisata Panusupan Purbalingga

Pada hari berikutnya kami bersama tim berkesempatan mengunjungi Desa Wisata Panusupan Purbalingga setelah sebelumnya mengunjungi Owabong Water Park dan Sanggaluri Park. Di Purbalingga sendiri sampai saat ini sudah ada 7 desa yang dijadikan desa wisata, yaitu Desa Serang, Desa Limbasari, Desa Panusupan, Desa Tanalum, Desa Karangbanjar, Desa Kedungbenda, dan Desa Siwarak.

Sementara yang kami kunjungi kali ini adalah Desa Wisata Panusupan yang masuk ke dalam wilayah Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga, butuh perjalanan kira-kira 30 menit dari pusat kota Purbalingga.


Saat berada di sana, kami telah disambut oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Ardi Mandala Giri yang sudah bersiap-siap menandu kami untuk menjajaki bukit Ardi Lawet. Sebetulnya rencananya adalah berburu sunrise, tapi rupanya kami kesiangan karena jika kita ingin melihat keindahan sunrise, setidaknya kita harus berangkat pukul 01.00 dini hari.

Dengan perjalanan hampir 2 jam untuk pendaki pemula, dan ketinggian perbukitan yang hampir 60°, sayangnya saya tidak bisa ikut ke atas mengingat kami mengajak seorang bayi yang tidak mungkin diajak hacking, apalagi kami berdua adalah pendaki pemula. Cukup sampai basecamp saja dari basecamp saja sudah terlihat keindahan perbukitan Ardi Lawet.

Mungkin kalau kami ikut mendaki kami akan melihat keindahan panorama pagi dari puncak Igir Wringin. Di sini kita bisa melihat rumah pohon, atau jika berani kita bisa menaiki rumah pohon tersebut.


Di perbukitan Ardi Lawet ini sering dijadikan sebagai lokasi outbound ataupun camping di kawasan Wanatirta Camp Area. Di pos akhir tersedia lahan yang mampu menampung sekitar 30 tenda sehingga mampu memuat kira-kira hampir 150 orang. Kita juga bisa melakukan river trekking pada sungai yang membentang di Desa Panusupan. Selain itu kita akan menemukan Curug Pesantren yang kejernihan airnya bisa langsung kita minum.

dok pribadi by Pak Rois anggota Pokdarwis
Sebelumnya Desa Wisata Panusupan ini sudah terkenal sebagai salah satu desa yang menjadi tujuan utama para peziarah dari wilayah Purbalingga sendiri, bahkan ada pula yang sengaja datang dari luar kota dan luar propinsi. Jadi tidak ada salahnya juga kalau kita berziarah ke Makam Syekh Jambu Karang yang merupakan salah satu tokoh penyebar Islam di Purbalingga. Lokasi makam tersebut berada di atas bukit Arde Lawet dan disini terdapat gugusan Batu Tegak dengan tinggi lebih dari 10 meter yang menyangga bagian bawah makam.

Karena kami tidak ikut bersama teman-teman mendaki perbukitan Ardi Lawet, kami beristirahat di homestay yang telah disediakan oleh Pokdarwis Ardi Mandala Giri. Bagi Anda yang ingin menikmati keindahan Desa Wisata Panusupan dan ingin menginap untuk beberapa hari, Anda juga bisa menyewa homestay di desa ini. Sementara terdapat 20 homestay yang bisa kita tinggali. Kebetulan saat itu kami berkesempatan menikmati panganan khas Desa Panusupan yaitu Ondol, terbuat dari ketela pohon yang digoreng renyah. Sembari memakan ondol, kami juga disuguhi air nira dari pohon aren langsung jadi masih terasa kesegaran dan manisnya yang alami, benar-benar alami. Alhamdulillah ya sesuatu
ondol
Ondol, panganan khas Desa Panusupan
Ibu Edi, pemilik homestay yang kami tempati ini rupanya memiliki kesibukan lain membuat bulu mata. Ya, Purbalingga memang terkenal sebagai daerah pembuatan bulu mata. Beruntung saya bisa melihat secara langsung cara pembuatan bulu mata tersebut. Butuh ketelitian tersendiri menyambung bulu mata tersebut. Bulu mata yang digunakan adalah bulu mata sintetis dan harus diimpor dari Korea langsung. Semoga ke depannya Negara kita mampu memproduksi bahan bulu mata sendiri ya.



Sembari menunggu rekan-rekan turun dari atas, tidak ada salahnya yuk ikuti saya menelurusi jejak peninggalan Kerajaan Mataram Kuno. Ya di Desa Wisata Panusupan ini kita akan melihat peninggalan fosil purbakala yaitu Arca Dewa Syiwa dan Dewi Parwati. Tapi sayangnya belum adanya penelitian lebih lanjut oleh Arkeologi sehingga Arca yang tidak utuh tersebut belum dapat diteliti lebih lanjut dari mana asalnya dan bagian-bagian yang lain.






Beragam kesenian di desa Panusupan kini dikemas sebagai paket wisata edukasi sehingga para pengunjung dapat belajar karawitan, khotekan lesung, dan melihat tari Dayakan. Kita akan mendapat pengetahuan tentang kearifan lokal di desa Panusupan.


“Tarian rakyat Dayakan merupakan turun temurun dari nenek moyang, hanya saja sudah lama tidak ditampilkan. Dahulu Tarian Dayakan hanya dilakukan saat Acara Kemerdekaan RI, awal mulanya karena terlalu bergembira dengan Kemerdekaan NKRI, maka masyarakat merayakannya dengan tarian. Disebut Dayak, karena konon masyarakat disini dulu berasal dari alas (hutan).” tutur Suparno, Koordinator tari Dayakan.




Dikatakan Suparno, rumput yang dipakai berupa rumput Kapulata. Pemakaian rumput ini mengandung makna diharapkan kelak kehidupan orang-orang di desa bisa teratur tertata dengan baik. Kemudian rumput Japakrias yang mengandung makna dengan digelarnya tarian ini maka semua sawan atau penyakit bisa hilang. Sedangkan janur kuning bermakna sejane ning nur (arah menggapai cahaya Ilahi), dan warna kuning bermakna sabda dadi, (yang dihasilkan dari hati/jiwa yang bening). Sehingga janur kuning mengisyaratkan cita-cita mulia lagi nan tinggi untuk mencapai cahaya (nur)-Nya dengan dibarengi hati yang jernih.


Selain kegiatan di atas, Desa Wisata Panusupan juga menawarkan paket wisata edukasi pertanian, peternakan dan perikanan. Kita akan diajak untuk menanam atau memanen padi tergantung pada musim dan juga mencangkul, panen buah salak, beternak ayam, dan menangkap ikan di kolam.

Kebun Salak yang biasanya jadi tempat wisata edukasi panen salak

Ada pula paket wisata edukasi sentra industry dengan mengunjungi sentra produksi gula merah, pembuatan batu akik, dan pembuatan suvenir khas Panusupan. 




Tertarik mengunjungi Desa Wisata Panusupan. Silakan mendatangi kantor kelurahan Panusukan untuk mencari info tentang objek wisata di desa wisata ini. Pokdarwis akan menerima kita dengan senang hati dan bersedia menjadi tour guide kita selama kita berada di sana. Beragam paket ditawarkan oleh Desa Wisata Panusupan, untuk tahun 2015 ini harga paketnya adalah


Kontak Pokdarwis Panusupan
Kantor Balai Desa Panusupan
Telp. +62 823 2490 6105
Kantor Balai Desa Panusupan Purbalingga

comments

2 komentar:

  1. suka dengan pemandangan di atasnya mbak. Kalau di Batu juga ada beberapa desa wisata yang mulai diperhatikan pemerintah dan di ekplor sama mereka. Semoga desa wisata di sana makin sukses mbak

    BalasHapus
  2. Hmmm, selama hidup di Purbalingga belum pernah ke Rembang, kapan-kapan harus ke sana

    BalasHapus

Komentarnya sementara dimoderasi ya 😁 dan jangan tinggalkan link hidup. Nanti BW baliknya lewat profil teman-teman. Terima kasih untuk tidak menggunakan "ANONIM".

Recommendations by Engageya