Senin, 07 Desember 2015

Semen Satu Truk untuk Masjid

*disclaimer*
Mohon ijin terlebih dahulu kepada Bang Toyip dan sekeluarga terutama Bapaknya Bang Toyip karena kisah beliau saya saya tuang di sini dan semoga tidak menjadikan ladang pahala beliau berkurang sama sekali.

Sore itu, suami dan bidadarinya aku berkesempatan mengunjungi rumah Bang Toyip di sebuah desa di Kebumen karena perjalanan masih jauh dan sayang juga kalau sudah jauh-jauh tidak mampir ke rumah sahabat kami.


Kami dijamu Ibu segelas teh hangat dan ketela goreng hangat. Ketelanya medok banget. Merekah indah dan terasa gurih di mulut kami. Bapak ikut masuk menyapa kami dan beliau mulai memperkenalkan diri. Beliau Bapak biasa dengan tujuh orang anak. Bang Toyip salah satunya. Dilihat dari luasnya halaman rumah serta pembawaannya yang tenang tampak kalau beliau sepertinya adalah pesohor di desanya.

Hahaha, haiyo Mas mosok orang nolong kudu diketok-ketokke?, kata Beliau sambil mengajak bicara suamiku.

(Hahaha, haiya Mas masak menolong orang harus dilihat-lihatin ke orang lain? - Red)

Kira-kira setahun yang lalu, saat itu masjid di kampungnya sedang melakukan renovasi pembangunan dan otomatis membutuhkan biaya yang sangat besar. Semua warganya dimintai sumbangan untuk masjid termasuk beliau.

Tapi rupanya beliau tidak menyetorkan sumbangan untuk masjid. Amplop yang seharusnya diserahkan tak juga diberikan ke panitia pembangunan masjid. Sepeserpun tidak diberikan.

Sampai hari saat pembangunanpun tetap terus dilaksanakan dengan biaya seadanya.

Suatu hari beliau pergi ke toko bangunan sendiri dan memesan semen untuk diberikan ke masjid tersebut. Pesan beliau tolong pemberian semen itu jangan sampai diketahui oleh pengurus masjid siapa pemberinya.

Malangnya, di kemudian hari tiba-tiba salah seorang pengurus masjid pergi ke rumah beliau lalu menyindir bahwa masih ada orang yang tidak mau menyumbang untuk pembangunan masjid, padahal selain sumbangan masjid selalu diberi.

Beliau sempat mangkel juga karena dikatain medit (pelit-Red) dan sebagainya. Hampir saja beliau keceplosan mau mengatakan, kemarin yang nyumbang semen satu truk siapa. Tapi nalar beliau lebih diutamakan sehingga bisa mententramkan hatinya sendiri sehingga berharap kisahnya hanya dibagi untuk anak-anaknya saja. Agar menjadi pembelajaran bagi anak-anaknya juga.

Rasulullah SAW bersabda, ”Tujuh golongan yang berada dibawah naungan Allah pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan Allah, Imam yang adil, dan seorang yang bersedekah lalu dia menyembunyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya” Diriwayatkan oleh Al-Bukhori (1423) dan Muslim (2377).

Hampir  petang saat beliau selesai bercerita sehingga kami harus mengakhiri percakapan kala sore itu, karena malam itu juga kami harus bergegas kembali menuju ke Semarang. Semoga cita-cita dan keikhlasan beliau memperoleh ridho  dan pahala dari Yang Maha Kuasa ya Pak. Aamiin.

Tapi sebelum pergi, sayang rasanya kalau ketela goreng ini tidak kuhabiskan. 

PS. Sorry no pic for this fried cassava.


“Tulisan ini diikutsertakan pada Monilando's Giveaway : Spread The Good Story"



comments

15 komentar:

  1. Salut mba sm org yg ngga suka diekspos kebaikannya seperti beliau.. Insya Allah pahala pembangunan masjid terus mengalir ya mba.. Aamiin

    Salam hangat mba. Terima kasih sudah berbagi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiiin YRA.. Semoga tulisan ini bermanfaat

      Hapus
  2. Manusia memang begitu. Sama kayak di socmed itu. "Daripada buat bayar anu, mendingan disedekahin." Lah, memangnya tau kalau ybs nggak pernah sedekah? Jangan2 seperti pak Toyib itu kan? Menyumbang yang nggak mau riya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya sedekah itu kan urusannya kita sama Yang di Atas ya Mbak, btw beliau adalah Bapaknya Bang Toyip :D

      Hapus
  3. gemes juga sama pengurus masjid yang nyindir,itulah manusia...
    Salam kenal mak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin maksudnya baik biar dana sumbangan semakin banyak tanpa diketahui yg disindir malah sudah nyumbang duluan :D

      Hapus
  4. memang seharusnya begitu ya, berbuat baik itu jgn diperlihatkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku juga baru belajar mbak, belajar jadi manusia yang tidak riya ^^,

      Hapus
  5. subhanallah.

    btw..sudah difollow balik ya mba blog sama G+ nya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih Mbak Innayah.. senang bisa bertemu, bisa jadi suatu saat bisa kopdar ^^,

      Hapus
  6. kisanya sangat menginspirasi mak :)
    semoga bapak tersebut selalu dimudakan rezekinya,amin..

    BalasHapus
  7. kalau menurut saya, selain diam-diam, bagus pula jika juga menyumbang meskipun nampak, untuk mencegah fitnah.

    BalasHapus
  8. wow..good luck buat GA nya ya semoga menang :D

    BalasHapus
  9. Semoga bapak itu rejekinya semakin lancar, berkah dan menjadi amal jariyah..Aamiin..

    Gudlak GAnya ^^

    BalasHapus

Komentarnya sementara dimoderasi ya 😁 dan jangan tinggalkan link hidup. Nanti BW baliknya lewat profil teman-teman. Terima kasih untuk tidak menggunakan "ANONIM".

Recommendations by Engageya