Sabtu, 05 Desember 2015

Tips Membuat Resolusi Akhir atau Awal Tahun


Sudah Desember saja, tinggal beberapa hari menuju angka 2016. Pencapaian apa yang sudah didapatkan selama setahun ke belakang? Jika ada yang bertanya, mengapa perlu dilakukan resolusi akhir tahun ataupun sebaliknya resolusi tahun baru? Iya karena kita manusia tidak mungkin stagnan saja selama hidupnya. Perlu ada perubahan, dan diharapkan perubahan itu menuju pribadi yang lebih baik.

Mulai tahun ini InsyaAllah akan membuat resolusi akhir tahun maupun awal tahun. Hahaha, *lha tahun kemarin-kemarin ke mana aja?

Yah, karena hidup adalah aksi *alesan

Maka daripada itu saya ingin membuat resolusi baru ini dengan memulai action dari

BUAT CATATAN RESOLUSI

Seringkali terutama saya, menjadikan resolusi tahun baru hanya sebagai angan-angan, keinginan tanpa ada tindakan. Parahnya lagi saya lalu melupakan resolusi tersebut. Buat catatan resolusi kita dalam notulen bisa berupa notes ataupun catatan dalam software (misal microsoft word, notepad, kingshoft, dokument google drive) yang mudah dilihat, jika memungkinkan dan sekiranya bisa memberi dampak positif bagi orang lain bisa juga ditaruh di dalam blog seperti saya yang lakukan ini. Hihi, baru mulai nulis aja sudah sok-sok’an ya.

RESOLUSI SECARA REALISTIS DAN SIMPEL

Boleh saja beresolusi tapi sesuaikan juga dengan kenyataan, misal nih ya resolusi tahun depan ini saya berharap dapat menemukan berlian peninggalan Nabi Sulaiman AS. HaHaHa. Yang ada resolusimu itu bakal diketawain orang. Iya memang bukan nggak mungkin semua jika atas kehendakNya tapi juga harus disesuaikan dengan kemampuan kita sendirilah. Misal ya karena kemampuan saya menulis blog ala kadarnya, maka resolusi tahun ini semoga menulisnya menjadi ada kadarnya Itu misalkan aja ya.

KALAU RESOLUSINYA TERLALU BESAR BUAT MENJADI BAGIAN-BAGIAN KECIL

Penting untuk memecah resolusi yang cakupan luas menjadi partikel-partikel yang lebih kecil agar tujuan utama dapat tercapai. Dengan membaginya lebih kecil kita bisa mencicil dengan action satu persatu dari waktu ke waktu.

Seringkali resolusi gagal di bulan kedua atau ketiga. Penyebabnya karena rencana yang terlalu besar lalu diikuti tindakan besar lalu mandeg jegreg (Red-berhenti total). Jika kita bisa membagi menjadi partikel-partikel kecil yang harus diselesaikan dalam waktu sekian bulan maka kita dapat melihat perubahan yang signifikan.

LAKUKAN EVALUASI BERJANGKA

Mirip audit tapi kali ini dilakukan terhadap diri sendiri, sudah sampai manakah proses yang kita lakukan untuk mencapai resolusi kita. Jika ada yang tidak sesuai sebagaimana mestinya evaluasi sangat perlu dilakukan untuk melihat bagian errornya.

Misal ya, crafting busy book sudah dua bulan tidak menambah jumlah halaman mungkin saya harus fokus melanjutkan kembali crafting busy book yang tertunda. Biasanya alasan klasik karena kejar tayang dengan drama korea yang harus segera diselesaikan padahal cuma malas doank

BISIKKAN RESOLUSI KITA PADA ORANG TERDEKAT

Dukungan orang terdekat juga penting untuk mencapai tujuan kita. Karena merekalah yang akan mengingatkan kita pada tugas-tugas kita. Meskipun sekedar mengingatkan tapi namanya manusia apalagi yang menjelang eSTeWe (Setengah TuWek) sering lupa. Nah itu kita butuh dukungan mereka. Karena bisa jadi resolusi kita juga kembali ditujukan untuk mereka.

DOA dan SYUKUR UNTUK RESOLUSI YANG TERCAPAI

Apalah artinya kita berhasil mencapai resolusi tersebut tanpa bantuan dari tanganNya. Minta kepadaNya agar dimudahkan urusan mencapai tujuan utama dan jangan lupa ucapkan syukur jika apa yang kita inginkan sudah tercapai.

source by : loop.co.id

Bagi saya pribadi, resolusi sering saya buat di setiap beberapa momen penting yang mengharuskan saya membuat resolusi. Kan memang resolusi tidak harus dilakukan di awal atau akhir tahun. Jadi saya mempunyai banyak resolusi. Makanya, awal setiap saya membuat resolusi selalu saya tekankan, semoga tahun depan tercapai. Ah jadi ingat tabungan yang harus disisihkan mumpung masih tanggal muda. Sudah dulu ya.. *melipir ke pojokan cari celengan ayam.




comments

8 komentar:

  1. Waah... planingnya menginspirasi. Semoga beruntung ya, mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, terimakasih. Yuk ikutan juga yuk

      Hapus
  2. :-) dua tahun lalu saya dan suami buat resolusi akhir tahun di sebuah kertas kecil. lalu pas pergantian tahun kita saling tukat lalu kami lipat dan selipkan di dalam dompet masing2. pas akhir tahun berikutnya kita buka lagi dan ceklist apakh sudah terlaksana atau belum...

    BalasHapus
  3. :-) dua tahun lalu saya dan suami buat resolusi akhir tahun di sebuah kertas kecil. lalu pas pergantian tahun kita saling tukat lalu kami lipat dan selipkan di dalam dompet masing2. pas akhir tahun berikutnya kita buka lagi dan ceklist apakh sudah terlaksana atau belum...

    BalasHapus
  4. aku biasanya nulis revolusi di sticky notes mba, terus digantung di ranting pohon di kamar, paling dibisikin k mama aja setelah itu :)) kalau revolusinya belum tercapai ya sama kaya mba, di evaluasi kemudian minta saran ke mama. semoga menang GA nya ya mba :))

    BalasHapus
  5. resolusi memang penting yah mbak, biasanya akan menjadi pelecut semangat ketika kita merasa malas.. :)

    BalasHapus
  6. Beberapa tahun lalu tiao akhir tahun sering buat resolusi utk thn depannya dan di posting ke blog tapi yahh itu banyakan yg gak tercapainya, jadi malas lg deh buatnya, malusiih, xixixiix

    Semoga celengan ayamnya cepet penuh ya Mbak #eehh.. dan semoga project crafting quit book nya jg cepet kelar yah Mbak ;)

    BalasHapus
  7. Resolusiku tahun ini banyak yang menyimpang dari resolusi awal...hihi, makanya bener ya..kalo harus ada evaluasi tiap bulan...:))

    BalasHapus

Komentarnya sementara dimoderasi ya 😁 dan jangan tinggalkan link hidup. Nanti BW baliknya lewat profil teman-teman. Terima kasih untuk tidak menggunakan "ANONIM".

Recommendations by Engageya