Kamis, 14 Januari 2016

Baby Han 14mo

Horray Mah umurku sekarang sudah 14 bulan.

Alhamdulillah ya Nang.. Semoga makin pintar makin sehat.

Han sekarang sudah lebih tinggi daripada dua bulan yang lalu. Iya karena waktu dua bulan yang lalu dia masih belum tegak jalannya. Sekarang juga sih belum berani jalan sendiri, masih titahan. Semoga kali ini nggak ada yang nanyain titahan itu apa? Cari di KBBI! *berlagak galak* Jadi nih ya, yang tiap hari tiap detik sering nanya apa Han sudah bisa jalan belum sudah aku jawab ya. Jawabnya di blog tapinya, bukan via BBM

Seperti postingan sebelum-sebelumnya kali ini mau cerita progress perkembangan Han. Daripada dikejar-kejar pertanyaan terus, “Sudah bisa ngapain aja?” lebih baik saya tulis saja di sini hahaha

Merespon Permintaan Lawan Bicara

Seandainya kita mengajak bicara, “Nang mana remotenya, mau lihat Pororo nggak?” Maka dia akan memberikan remote yang berada di dekatnya kepada kita. Bukankah its so sweat buat bayi seumuran dia? Hehe maaf hiperbola karena ini anak sendiri.

Mengambil Alih Smartphone

Sudah tidak terhitung berapa file punya Bapaknya yang terhapus, dan beberapa email punya saya juga terhapus. Bukan cuma menghapus beberapa file serta email, terkadang Han ikutan kirim message ke teman-teman ibunya. Beberapa ada yang terkirim, banyak juga yang langsung saya cancel sebelum terkirim. Yang pasti kalau ada sms/bbm/wa dari saya yang berisi tulisan abstrak itu adalah perbuatan Han, tolong jangan direspon. Hahaha. Macam baby minta pulsa ya. Beberapa kali juga saya kedapatan hp saya digunakan untuk menelepon keluar. Untung langsung ketahuan, kalau nggak selain tekor pulsa juga tekor urat kemaluan. Anehnya yang ditelepon ya kontak-kontak itu melulu, favorit sih Budhenya ya. Yuk Han dadha dadha dulu sama Budhe Diah.

Merangkak Lebih Berani

Perasaan dari postingan Han 10mo, Han 11mo, Han 12mo, Han13mo yang dibahas kok merangkak melulu? Ya karena merangkak itu penting, versi saya sendiri. Padahal dr Isfandiyar Fahmi, Sp.A saja sudah menjelaskan tidak semua anak mengalami sesi merangkak. Karena setiap anak adalah istimiwiir..

Cuma kali ini lebih istimewa, karena dia mau merangkak di lantai. Itu PENTING ya [bagi saya]. Berarti melatih dengkulnya untuk menjadi lebih kuat dan keseimbangan tubuhnya benar-benar terbentuk. Diharapkan agar otak kanan dan otak kiri berkoordinasi secara seimbang sehingga saat berjalan sendiri nanti tidak mudah jatuh.

Karena sudah terlatih untuk merangkak ke mana-mana, maka segalanya sekarang menjadi lebih beware. Semuanya diembat sama dia, dijadikan mainan. Terutama kabel. Wah its dangerous things!

Titahan dengan Berpegangan Satu Tangan

Sebelumnya aku mau tanya nih, titahan masih ada yang nggak ngerti itu apaan? Berjalan titah dengan berpegangan pada kedua tangan orang tua. Bahasa Kudusnya, titahan itu tuntunan.

Kami tidak memakai alat bantu berjalan titah yang biasanya dipakaikan pada anak seperti atlet terjun payung. Kami masih tradisional dengan memegangi tangannya. Alhamdulillah sih sekarang sudah tidak membungkuk lagi, sudah bisa berjalan normal. Bagi kami dengan memberikan alat seperti itu sama saja tidak membiasakannya mandiri, berbeda jika dipegangi dengan kedua tangan lama kelamaan dia akan melepas satu tangannya lalu kedua tangannya. Biasanya tahap ini jika si anak punya mainan yang bisa didorong jadi dia cuma berpegangan pada satu tangan kita.

Menyadari Peringatan Berbahaya

Seringkali anak seumur gini susah dikandani, susah dibilangin. Mereka itu sebenarnya mengerti cuma terkadang cuek aja.

Padahal terkadang memang ada hal-hal yang sebenarnya membahayakan bagi mereka.  Misal saja, bermain jemuran baju. Jemuran baju yang terbuat dari aluminium memang enteng untuk diangkat ke mana-mana tapi kalau sudah tersentuh sama bayi beranjak jalan, jemuran bisa menjadi momok tersendiri, pasalnya kalau jemuran itu diayun-ayunkan otomatis bisa jatuh mengenai tubuh anak kita. Jadi sebagai orang yang lebih dewasa, saya seringkali memperingatkan. Tapi ya gitu, kadang didengarkan kadang juga tetap meneruskan mainannya. Nasihat yang sering didengarkan yaitu “Nang, jangan ke situ. Panas”. Otomatis dia akan berlari mencari tempat untuk berteduh.

Mampu Menunjukkan Kepemilikannya.

Sampai umur 14 bulan ini, Han sama sekali belum pernah merengek meminta mainan saat melintas di depan toko mainan. Alhamdulillah Meskipun begitu, kami tetap memberikan mainan buat dia sebagai sarana pembelajarannya. Tentu saja mainan yang dipilih yang sekiranya mampu meningkatkan gerakan motoriknya dan sensoriknya. Nah jika kita bertanya padanya, dimana mobilnya? Maka dia akan menunjuk (menuding) mobil-mobilan tersebut.

Baiklah segitu dulu ya cerita dari Ibunya Han, insyaAllah bulan depan ceritanya diupdate lagi. See you bye-bye.

Januari 2016,
With Love


comments

2 komentar:

  1. pinter nih baby han gak ngerengek minta maenan, kalau anakku lewat toko mainan udah histeris minta dibelikan mobil2an :D sehat selalu yah beibeh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.. aamiin.. mungkin karena faktor usia juga, karena Han belum begitu antusias sama mainan yang ada di toko :D

      Hapus

Komentarnya sementara dimoderasi ya 😁 dan jangan tinggalkan link hidup. Nanti BW baliknya lewat profil teman-teman. Terima kasih untuk tidak menggunakan "ANONIM".

Recommendations by Engageya