Kamis, 07 Januari 2016

Ketika Terserang FoMo [Menurut Aplikasi]

Ketika aku dari sudut pandang seorang blogger terserang FoMo, kalimat medokisme yang keluar adalah "wuasem ig". Bagaimana bisa tau Ran kita terserang FoMo atau tidak, cek di sini di www.ratemyfomo.com

Cek punya kamu juga donk.. biar aku ada temennya gitu..

FoMo atau Fear of Missing Out. Ketakutan akan kehilangan informasi terkini, dalam hal ini dilihat dari sisi FoMo Penyakit Blogger Yang Berbahaya. Takut kudet menurut istilah aku. Daaan menurut Kang Arul di dosengalau.com, yang mungkin aku salah artikan antara FoMo dan pamer itu perbandingannya 11:12.

Salah ya kalau seorang blogger takut kudet? Sebagai blogger kan memang perlu terus mendapatkan informasi sebagai bahan di blognya.

Bahkan beberapa resensi mengatakan fakta menarik tentang FoMo  phobia.
  1. Penderita FOMO mengecek media sosial mulai dari 30 detik sampai 5 menit sekali dalam sehari.
  2. Penderita FOMO kesulitan dalam memanajemen waktu.
  3. Penderita FOMO secepat mungkin mengecek media sosial mereka ketika bangun tidur.
  4. 62%  penduduk Afrika terkena FOMO fobia.
  5. Penderita FOMO kebanyakan berusia dari 16 sampai 35 tahun.
  6. Penderita FOMO menghabiskan waktu membuka Facebook selama kurang lebih 400 menit setiap harinya.
  7. 8 dari 10 penderita FOMO percaya  orang memakai media sosial buat menunjukan siapa dirinya  dan apa saja yang dia lakukan.
  8. Penderita FOMO merasa profilnya di Facebook, Twitter dan media sosial lainnya penting   untuk menggambarkan kepribadian  mereka yang sebenarnya.

Memang sih yang sedang didebatkan sekarang adalah bukan masalah terserang FoMo nya tapi sedang nge-hits antara terkena FoMo phobia vs #berkahngeblog. Menurut aku jika dilihat dari kacamata blogger renyahan rengginang yang sudah kena ilernya Han lalu dibuang, menuliskan #berkahngeblog itu sah-sah saja bagi penulis, mungkin itulah yang dijadikan sebagai pemacu agar lebih bersemangat lagi ke depannya. Jika yang kemarin bisa maka yang ke depannya juga pasti bisa, begitu kata Mak Windi.

Aku yang renyahan apalah-apalah, yang menulis masih suka dengan seenaknya sendiri hati terkadang dengan melihat keberhasilan orang lain malah menjadikan sebagai acuan atau bahkan sebagai bahan referensi, poin-poin apa yang biasanya memenangkan hati para juri kalau dari segi berbagi kemenangan para blogger di socmed mereka sendiri atau yang lagi hits sekarang dengan hastag #berkahngeblog.

Cuma ya itu, aplikasi di atas lho yang ngeselin banget. Okey, aku akui aja ya kalau sehari tidak mampir ke blognya temen-temen berasa berada di hamparan pasir yang mengharap mata air fatamorgana. Berasa kurang up to date. Salah? Salahnya di mana coba? Kan aku masih pelajar.. Pelajar di Sekolah Tinggi Perbloggingan. Hehe maksa amat ya.

Tapi aku bukan tipikal orang yang mengecek facebook, twitter dll tiap 5 menit sekali. Mana sempat, keburu hp nya dilempar lembing sama Han.

Mungkin karena ke-8 fakta di atas tadi menjelaskan detail seperti itu maka ketika kita mengisikan usia kita antara 18-35 tahun maka langsung terdetek di sistem bahwa kita seorang FoMo phobia. Mau jawaban kita kayak apapun, hasilnya tetep HIGH.

Okey, ada yang mau cobain juga? Sama kan hasilnya? Hisssh *gigit-gigit keyboard*
comments

13 komentar:

  1. Gawad aku dah terjangkit satu diantara ciri ciri di atas wkwkk

    BalasHapus
  2. Ga jadi ngecek ah. Baca ini aja udah langsung 'wuaseem...'
    Eikeh banget :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. yaaah kok nggak jadi? ayo cek biar aku ada temennya..

      Hapus
  3. Huahahahahah .... Hasilnya High padahal pegang hp aja sekarang jarang banget berhubung hp nya rada error :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kan? iya kan? aplikasinya ituhh :D

      Hapus
  4. punyaku 'high' pastinyaaaa aku kan anak socmed ahahha

    BalasHapus
  5. Itu sistemnya masih rancu nurutku. Pernah buka n lihat isiannya terus ada yg 1 day 2 day dst itu kan kurang jelas standarnya. Kayanya orang punya gadget skrg bisa tiap hari ngecek gadget minimal browsing. Kecuali yg gadgetnya ilang or lost sinyal

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin aplikasinya perlu dilakukan riset lebih mendalam

      Hapus
  6. Hahaa... mba Fo**.. saya terserang... udah akut belum yak? Perlu disembuhin ga sih... :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau dampaknya positif nggak usah disembuhkan :D

      Hapus
  7. yang fakta FOMO itu kayaknya saya enggak, sih. Walaupun cukup sering buka socmed. Tapi memang FOMO itu ramai sekali yang membicarakan hehe

    BalasHapus

Komentarnya sementara dimoderasi ya 😁 dan jangan tinggalkan link hidup. Nanti BW baliknya lewat profil teman-teman. Terima kasih untuk tidak menggunakan "ANONIM".

Recommendations by Engageya