Rabu, 27 April 2016

3rd Marriage Anniversary, Hah Sudah Lama Juga Ternyata

3rd marriage anniversary ranirtyas.com

Semoga sakinah mawaddah warrohmah

Alhamdulillah, tahun ini saya atau lebih tepatnya kami sudah hidup bersama selama 3 tahun dan sudah dikaruniai buah hati yang suka ngeyel, huehehe.

Sedikit banyak kami sudah saling menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing.


Banyak kejadian muncul yang tak pernah disebutkan sebelumnya saat proses penjajakan dulu. Yaiyalah! Kalau aku ngomong bagaimana kebiasaan saat tidur, mulai dari mengorok, ngiler, sampai mengigau mana mau lah mas suami nikah sama aku. Hahaha.

Begitu juga dengan suami, kalau dia cerita tentang hal-hal yang sudah pasti akan membuatku depresi kala itu, mau pikir-pikir dulu aku. Biar kere tapi banyak gaya, karena hidup adalah prinsip. Makan noh prinsip.

Aku dan mas suami sama sekali tidak saling mengenal. Bahkan dunia kami berbeda 180°. Mas suami yang berasal dari keluarga agamis, sedangkan aku berasal dari keluarga nasionalis. NKRI harga mati! But meski keluarga nasionalis, alm Bapak tidak dimakamkan secara militer, tanpa tembakan senapan, cukup dimakamkan secara Islami. So?

Alhamdulillah, mas suami sudah mendapat restu dari Bapak sebelum Bapak jatuh sakit dan semakin parah dalam hitungan bulanan lalu berpulang ke RahmatNya.

Itu berarti, pilihanku insyaAllah tidak salah, meski tanpa sholat istikharah.

Mungkin aku salah, baik itu buruk atau baik seharusnya aku juga minta pendapat dari Sang Rahman, Sang Penyayang. Setidaknya keyakinanku bertambah dan tidak menyalahkan siapapun.

Bertemu dengannya adalah suatu berkah, yang mana pernikahan sejatinya adalah untuk melengkapi separuh ibadah yang "katanya" belum komplit.

Keterbatasan pemikiranku mengatakan, pernikahan untuk melengkapi satu sama lain, untuk menyempurnakan satunya lagi.

Aku yang agamanya masih sangat teramat jauh (kalimat hiperbola) dari agama, mulai belajar dan ditutup olehnya, begitu juga dengannya.

Kami memang tidak bertemu secara tidak sengaja, melainkan dipertemukan oleh sahabat kami, Vemi. Itu juga awalnya aku biasa saja karena belum terpikir untuk menikah. Karirku masih bagus, sepertinya nanti-nanti dulu tidak apa ya. Satu sisinya lagi mendesak untuk segera menikah karena sakit hati ditinggal nikah para barisan mantan, huahaha bohong. Abaikan.

Pertama kali melihat DP facebook mas suami, pikirku "Lho Vemi nih kok aneh-aneh ya, mosok memperkenalkan orang beristri sama aku." Maklumlah memang suamiku itu orangnya nggak bisa nggaya kalau disuruh berfoto, mana di fotonya perutnya terlihat buncit padahal perut buncit identik dengan pria beristri, huehehe. Ternyata itu faktor jaket vespa yang menggelembung di perut. Aslinya sih.. Memang sedikit buncit. Sampai sekarang pun masih kurang bisa bergaya, yah begitulah lelakiku.

Bahkan ketika ditanyain nomor handphoneku, juga aku kasih.. nyoh, biasa saja. Dan lagi, habis dikasih tidak menghubungi lagi. Wah asyik ah.. Nggak usah beli pulsa, pikirku.

Waktu itu memang sudah musim BBM-an tapi aku pakainya whatsapp, sementara dia nggak pakai WA.

Bahkan pernah aku ngucapin selamat menjelang puasa terlebih dahulu, tapi nggak dibales.

......

#+!-@"*%9$

Oh memang tidak niat seperti mas-mas yang kemarin-kemarin juga, pikirku lagi.

Hingga suatu hore,

Saat sedang belajar soal-soal CPNS di ruang tamu, eh ada motor berhenti di depan rumah. Seperti mau nanya alamat, tapi dianya bengong setelah dipersilakan masuk.

Mas-mas yang auranya tampak putih bersinar dan sedikit tampan. Hahaha. Kalau bilang banyak nanti Ge-Er! :p

Lah, sepertinya aku kenal.

MasyaAllah.. Ini kan temennya Vemi yang kemarin. Beda ya sama yang di foto.

Siapa yang nyuruh ke sini? Kok nggak ngasih kabar dulu? Hahaha.

Masih bengong aja masnya ngliatin aku, malah akunya yang senyum-senyum ngomong ngalor ngidul. Padahal tujuannya biar nggak garing.

Minggu berikutnya datang lagi. Padahal nggak disuruh dan masih bengang-bengong. Maunya apa sih mas ini.

Hingga.. (hingga lagi) kurang kosa kata ya Mbak?!

Hingga saat kami sudah dekat, ternyata kesan pertama mas suami saat itu adalah "Lho kok Vemi ngenalin sama cah kumut-kumut gitu sih."

Sampai aku nulis gini, suerr Han kudu tak kletak Bapakmu itu.

Meski begitu, minggu berikutnya dan berikutnya lagi masih saja nyamperin ke rumah, sampai Bapak sakitnya bertambah parah. *kemudian hening*

Setelah sebulan saling mengenal, saatnya proses pengenalan pada orang tua, calon mertua. Alhamdulillah Bapak Ibu mertua masih komplit sampai sekarang. Seperti dijelaskan di atas ya, keluarga mas suami memang agamis. Aku yang sudah tahu seharusnya pakai hijab dari rumah, tapi mas suami bilang tidak usah karena tidak biasanya. Ya, benar saja, setelah aku tanyakan kesan pertama Bapak Ibu, yang ditanya adalah agamaku hanya karena aku tidak berhijab waktu itu and you know lah.. Wajahku ini kan semi-semi oriental jadi orang yakin kalau aku beragama muslim ya cuma pas pakai hijab saja. Hahaha. Antara pengen senyum manis dan ironis.

Kalau saja waktu itu hubungan kami tidak diACC ya sudahlah, mau apa lagi. Ya cari lagi lah.. Kan masih belum benar-benar pengen nikah.

Menurutmu?

Salah.

Hubungan kami sudah diapprove begitu saja tanpa syarat harus membawa gula, kopi dan teh.

Lalu tahu-tahu aku sudah dipingit lalu menikah begitu saja, dan kisah pacaran kami yang sebenarnya baru saja dimulai.


Terima kasih ya mas, sudah menjadikan aku sebagai istrimu. Semoga keluarga kita diberi rejeki juga kesehatan yang melimpah ruah. Sekeluarga sehat juga keluarga besar kita. Maaf kalau aku belum bisa menjadi istri yang dibanggakan.

Salam sayang,
comments

21 komentar:

  1. Hihi... So sweet. Pacaran sesudah nikah

    BalasHapus
    Balasan
    1. penjajakan juga sih sebelum menikah :D

      Hapus
  2. Wah.. Masnya gentle (kayak masku tentu saja), langsung to the point. Jadi ngga habis manis sepah dibuang atau bagai air di daun talas.. *peribahasa ngga nyambung.
    Happy anniversary ya mba, semoga sakinah, mawaddah wa rahmah selamanya. Aamiin..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.. Makasih Mbak Arinta. Salam sayang buat dek Aga dan Mas Amay

      Hapus
    2. 'kayak masku' 😂😂😂

      Hapus
  3. nah... kalo udah..jadi suami istri gini ceritanya jadi lucu..dan penuh kenangan... semoga selalu bahagia,..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya betul juga Mbak Nova.. karena setelah diingat jadi lucu juga :D

      Hapus
  4. Semoga samara terus y mba :)

    BalasHapus
  5. happy wedding anniversary Mbak, moga langgeng aamiin :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.. Makasih Mbak Aprillia :)

      Hapus
  6. so sweet...Baarokalloh, semoga langgeng aamii
    slam kenal mak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, kan sudah kenal Mak Zwan ;)

      Hapus
  7. Barakallah ya, semoga selalu samara. Perjalanan masih panjang, semangat menjalani dengan riang gembira :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.. Makasih Mak Injul. Semoga kami semakin kuat ke depannya.

      Hapus
  8. Lancar jayaaa abiis sih mba. Ga kebanyakan drama kayak aku hikss

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin ini karena pengaruh suratan takdir Nay..

      Hapus
  9. Aishhh lomantis kali mb ran
    Aku jadi pingin muter videonya
    Pnasaran mauk liat make up nyaaa hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. yg romantis aku atau mas suami? hehe sudah pernah aku posting lama lho

      Hapus
  10. asyik baca perkenalan awalnya mbak :).. termasuk cepet juga ya kalian.. memang sih, ga ush lah pacaran lama2... ntr aja pas udh nikah pacarannya.. ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas suami yg minta lebih cepat, padahal kami masih dalam rangka berkabung waktu itu.. ah entahlah sudah takdir juga

      Hapus

Komentarnya sementara dimoderasi ya 😁 dan jangan tinggalkan link hidup. Nanti BW baliknya lewat profil teman-teman. Terima kasih untuk tidak menggunakan "ANONIM".

Recommendations by Engageya