Selasa, 12 April 2016

Arinta Adiningtyas : Sosok di Balik Kayu dan Sirih

Kayu sirih. Seringnya aku mengeja  dengan kayu dan sirih padahal kedua kalimat di atas berbeda artinya. Rupanya dia adalah Arinta Adiningtyas, sosok berkharisma di balik kayu sirih. Arinta yang merupakan anak ke-3 dari 4 bersaudara dan kini juga telah dikaruniai 2 jagoan, yaitu Amay dan Aga. Lewat blog kayu dan sirih, Mbak Arinta sering membagikan tulisan yang sederhana namun sarat makna. Tidak jarang pula Arinta berbagi cerita tentang Kakak Amay yang kini masih bersekolah di TKIT (Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu) di Surakarta.

Arinta Adiningtyas : Sosok di Balik Kayu Sirih


Masih menjadi pertanyaan juga mengapa blog yang beralamat di kayusirih.blogspot.co.id bernama kayu sirih. Sejatinya menurut petuturan dari Mbak Arinta sendiri, blog kayu dan sirih yang awalnya merupakan pemberian dari sang suami, diberi nama kayu dan sirih karena dua kata tersebut lekat dengan perempuan.


Coba saja kita browsing kayu dan sirih. Pasti keluar manfaat daun sirih untuk kewanitaan. Padahal tulisanku tadi kayu dan sirih lho. Okey, yang sudah gagal fokus kembali ke topik utama.

Sebetulnya bukan pertama kali ini saya mampir di blog kayu dan sirih, sudah beberapa kali malahan. Kayu dan sirih, sesuai namanya pada header blog penulisan di kata "kayu" dilatarbelakangi gambar kayu, begitu juga dengan kata "sirih" diberi latar belakang gambar sirih. Konsep yang sederhana tapi to the point terlihat dari warna yang dipilih Mbak Arinta sebagai background blog kayu dan sirih, meski tidak dijabarkan deskripsi blognya kita bisa ikut menebak, blog ini memang sengaja dibuat tanpa banyak pernak-pernik agar pembaca langsung tahu tujuan blog ini. Sesuai namanya, kayu dan sirih. Sesuatu yang memang identik dengan wanita, karena sirih hidup bersandar dan berdampingan pada batang kayu dan itulah kira-kira penjabaran arti kehidupan Mbak Arinta sebagai seorang wanita yang diharapkan dapat berguna untuk sesama wanita lain juga sebagai kekasih yang bersandar pada kekasih hatinya.

Arinta Adiningtyas : Sosok di Balik Kayu dan Sirih


Meskipun kemarin-kemarin jarang diupdate, isi konten blog kayu dan sirih hampir bisa dikatakan sarapan padat gizi. Cobalah tengok dahan dan ranting, pohon dan kebun basah semua. Eaaa.. Ada yang terkena jebakan batman dengan ikut menyanyi? Hahaha. Tengok salah satu tulisan viral Mbak Arinta, "Stop Minta Gratisan pada Teman". Entah kenapa, tulisan ini masih mendapat tempat di hati saya sampai sekarang. Iya saya sendiri sebisa mungkin menghindari sikap gratisan meskipun pada teman sendiri setelah saya merasakan sendiri ditawar oleh teman dekat. Gratisan dan menawar itu beda sedikit, kalau dibuat perbandingan antara 13:15. Ditawar itu menyakitkan mbakbrow, masbrow, seperti tidak ada harga dirinya. Halah! Mulai kumat lebaynya. Sebelum ditawarkan, biasanya saya memang memberi harga yang berbeda dibanding konsumen yang lain. Gitu aja masih ditawar, duh.. Duh.. Yang sabar ya Mbak Arinta. Orang sabar pantatnya lebar! Lho kok Mbak Arinta yang disuruh sabar? Iya. Secara Mbak Arinta ini adalah agen cilok untuk area Solo Raya, jadi kalau rumahmu daerah Boyolali, Surakarta dan Karanganyar bisa nih pesan cilok sama Mbak Arinta. Apalagi sekarang sudah punya delivery khusus Mas Geget, jadi pesanan bisa langsung sampai. Ngomong-ngomong MOUnya masih jalan kan ya. Cilok jadi lebih cepat sampai, dan Mbak Arinta berbagi rezeki dengan yang lain. Simbiosis mutualisme lagi berpahala.

Selain sebagai agen cilok, mantan guru yang pernah mengajar di Bogor dan memilih pulang untuk menjadi guru privat Amay dan Aga juga ahli dalam membuat cerita anak, sayangnya saya belum menemukan bukti otentiknya selain dari tulisannya Mbak Susi kemarin, hihihi. Tapi sih saya percaya saja karena Mbak Arinta sempat menuliskan salah satu tulisannya yang dimuat di majalah "Hadila". Itu baru yang dibagikan kepada kita, belum lagi yang kasat mata. Yang jelas, memang penulis asli Purworejo ini diam-diam menghanyutkan. Seabrek kegiatan offlinenya juga komisi offline yang katanya lebih banyak didapatkan daripada menulis blog membuat tulisan di blognya jarang diupdate. Tapi sekali diupdate.. Beuhh, jangan tanya jumlah komentar yang antri untuk ditayangkan. Salut deh buat Mbak Arinta. Sukses terus untuk dagangannya, artikel hariannya, juga untuk cerita anaknya.

Buat yang ingin lebih kenal dekat dengan Mbak Arinta atau ingin memesan ciloknya silakan hubungi sosial medianya di facebooknya Arinta Adiningtyas, twitter @arinta_arinta.

Oh iya tambahan nih Mbak Arinta biar blog kayu dan sirih makin femes, ada baiknya jika favicon dibuat simbol khusus kayu dan sirih. Ingin mengganti simbol favicon bisa dicek caranya di :


Atau pengen cepat, klik tata letak (layout) lalu klik favicon, edit lalu ganti dengan simbol blog kita (agar menjadikan ciri khusus).

Oh iya kalau boleh menambahkan lagi biar asam manis pedas asin, dari hasil kacamataku Mbak Arinta belum membuat menu di blogspot dan balik lagi membuat menu atau tidak adalah sebuah pilihan dari empunya blog, ada baiknya membuat satu tulisan tentang disclosure (yang kemarin ramai dibicarakan itu lho), tidak harus dibuat di sebuah laman baru. Bisa dibuat di sebuah postingan tapi kalau boleh menyarankan dibuat di laman saja, takutnya kalau di buat di postingan nanti tenggelam sama postingan yang lain. Soalnya dari hasil stalkerku bertahun-tahun (halah, kumat lagi hiperbolanya) dari beberapa postingannya Mbak Arinta ternyata terselip satu dua tulisan yang bersponsor, dan kita sebagai blogger lebih baik menuliskan kalau itu memang tulisan bersponsor dan diarahkan ke tulisan “disclosure” ala kita.

Baik, balik lagi.. sukses selalu ya Mbak Arinta. Salam juga buat Amay dan Aga. Xiao you.

comments

26 komentar:

  1. saya juga udah beberapa kali berkunjung ke blog ini, ternyata begitu ya artinya kayu dan sirih :) sempet bertanya dlm hati juga, kenapa ya nama blognya kayu sirih? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak Santi, beruntung saya dalam satu kloter jamaah arisan jadi bisa tahu kesempatan arti dari blog kayu sirih

      Hapus
  2. Mba Raniiii...mba rani lebay deh ahh.. :p
    Kharisma apanya? *pipisemumerah
    Trus, tulisan yg tembus media itu memang baru dikiiiit mbaa.. Betewe, selain di Hadila juga ada artikel Nuansa Wanita majalah Ummi yg saya tulis koq..hehe

    Dan utk disclosure dan favicon, saya terima dengan tangan terbuka sarannya mbaa... Tak belajar dulu tapi yaa..wkwkwk.. Maklum gaptek maksimal. Dan utk belajar yg rumit gini sy butuh waktu khusus..hihihi

    Makasiiih mba rani sayaaaang.. Hug and kiss from Solo. :* :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau cuma mengganti favicon nggak rumit Mbak, bikin logonya yang cukup rumit hahaha

      Hapus
  3. Ahay...mbak Rani, adekku jadi sesek bajunya tuuh? hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin memang sudah waktunya.. buat nambah stok baju *kode*

      Hapus
  4. Emang berkarisma kok. Biar tambah sesek bajunya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mba etyyyy.... Aduh ngga cm sesek ini sih.. :v

      Hapus
    2. mungkin dulunya memang pernah mengendari kharisma #eh

      Hapus
  5. Wah senangnya Uti sudah mampir dibeberapa blog yang membahas profil Ibu-ibu keceh dan TOP begete.. smg bisa selalu menginspirasi ya

    BalasHapus
  6. Makin tersepona sama mbak Arinta, banyak kharismanya, tulisannya bisa tayang sana-sini..pingiiiiin, ajarin dong mbak!!!
    Buat yg disclosure itu, meskipun sarannya buat mbak Arinta, tapi aku juga ikutan nyimak, hehe aku jg belum sepenuhnya paham, tp mau cari tau dulu : thanks mbk Rani :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa copas punyaku mba wkwkwk..

      Hapus
    2. page about me juga ya Nay? :D

      Hapus
    3. masa copas sih mbak? hehe.. tapi emang isinya kurang lebih begitu ya.. :) boleh deh boleh hahaha

      Hapus
  7. Nilai filosofisnya dalem ya, kayu dan sirih itu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas Akhmad, mungkin itu yang dimaksudkan oleh suaminya Mbak Arinta

      Hapus
  8. Beberapa kali juga saya berkunjung kesana Mba Rani, blognya memang bagus :)

    BalasHapus
  9. Gara gara banyak diklitikin makanya jadi rajin, semangat ngeblog juga hahaha

    BalasHapus
  10. Ngebaca beberapa tips di sini, jadi berkaca sendiri. Apa yaaa yang kiranya kurang di blog saya hihihi, tfs mba Rani :)

    BalasHapus
  11. Belajar lagi dari ulasan mbak Rani.Thanks bagi2 ilmunya mbak..

    BalasHapus
  12. Belajar lagi dari ulasan mbak Rani.Thanks bagi2 ilmunya mbak..

    BalasHapus
  13. orang sabar pantatnya lebar....errr...lalu refleks mengukur pantat sendiri :))))
    Buat yg gagal paham sama nama blog-nya mbak Arinta, saya quote dari postingan ini ya biar sama2 udah jelas... Ehm
    Sesuai namanya, kayu dan sirih. Sesuatu yang memang identik dengan wanita, karena sirih hidup bersandar dan berdampingan pada batang kayu dan itulah kira-kira penjabaran arti kehidupan Mbak Arinta sebagai seorang wanita yang diharapkan dapat berguna untuk sesama wanita lain juga sebagai kekasih yang bersandar pada kekasih hatinya.

    BalasHapus
  14. Solo-Salatiga-Semarang-Kudus-Jepara masih Deket loh... Ayo kopdarrrr. Hihihi.
    blogku belum ada disclourse, about me, aduuuhhh. 😂

    BalasHapus

Komentarnya sementara dimoderasi ya 😁 dan jangan tinggalkan link hidup. Nanti BW baliknya lewat profil teman-teman. Terima kasih untuk tidak menggunakan "ANONIM".

Recommendations by Engageya