Rabu, 13 April 2016

Han 17 mo - Balada Booster Imunisasi DPT

Terbiasa membuat laporan bulanan perkembangan untuk dibaca Han sendiri nantinya jika dia sudah dewasa ternyata terkadang membawa beban tersendiri. Beban karena bingung mengurai kata-kata yang pas, belum lagi perubahan signifikan yang belum tentu terjadi dalam catatan perjalanan dari bulan ke 16 menuju ke 17. Sampai aku tersadar lalu terdampar bahwa bulan ini seharusnya Han..

Persiapan Booster Imunisasi DPT


Han imuniasasi untuk 9 bulan pertama sudah lengkap, dari BCG, Hepatitis B, Polio, DPT sampai campak, bahkan maunya melengkapi imunisasi yang lain-lain juga. Tapi apalah daya, tanggungan cicilan motor Bapaknya Han harus membuat saya betah untuk puasa ini itu sampai dua tahun ke depan. Seharusnya bulan depan, di umurnya yang ke 18 bulan jatahnya booster imunisasi Pentabio. Han imunisasi DPT yang pertama dan kedua juga menggunakan jenis vaksin Pentabio dan benar saja seperti kata orang-orang yang lebih berpengalaman, dalam semalaman setelah disuntik Pentabio, Han cruncky habis.



Menangis melulu, badannya demam. Alhasil Parasetamol sirup diminumkan terus menerus.

Waktu itu sudah ditawari sama dokter anaknya, mau yang biasa atau yang infirix (vaksin DPT yang jarang menimbulkan demam). Tetapi dikatakan lagi, bahwa infirix juga tidak serta merta beresiko tidak menimbulkan demam, semua vaksin ada kemungkinan menimbulkan demam. Jadilah kami berdua, memilih menggunakan vaksin Pentabio yang biasa saja sambil bergumam semoga nanti malam keadaan baik-baik saja. Padahal kenyataan berbalik nyata dengan apa yang kami harapkan.

Kalau jamannya Ibunya Han yang imunisasi, kalau sudah 9 bulan dan sudah selesai campak berarti sudah lengkap juga imunisasinya. Tapi generasinya Han ini berbeda, anjuran dari pemerintah imunisasi lengkap kalau sudah selesai booster imunisasi campak di usia 24 bulan. Bahkan, pemerintah DKI Jakarta mewajibkan syarat pendaftaran masuk SD untuk mengikutkan sertifikat imunisasi. Yes, imunisasi sekarang bersertifikat. Seumpama tidak ada, wajib memperlihatkan buku KIA (Kegiatan Ibu dan Anak) yang berwarna pink.

contoh sertifikat imunisasi
Contoh Sertifikat Imunisasi


Tapi ini? Kenapa harus imunisasi DPT ya Allah? Bisa saja sih pakai vaksin yang mihil harganya yang katanya tidak akan membuat panas. Tapi adanya cuma ada di Rumah Sakit. Biaya dokternya sudah Rp 75.000, belum uang pendaftarannya. Vaksinnya sendiri Rp 550.000 yang katanya lagi tidak  akan membuat panas.

Berbagai forum yang aku ikuti, ada juga yang mengatakan vaksin Pentabio ini terjadi KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) hanya jika kondisi sang anak sedang kurang sehat. Banyak juga yang tidak mengalami demam.

Sedangkan anakku Han, baik DPT pertama dan DPT kedua sama-sama demam setelah imunisasi DPT.

Memang pada imunisasi yang pertama, kondisi Han sedikit kurang enak badan. Sedangkan saat imunisasi yang kedua kondisinya jauh lebih baik dari yang pertama. Tapi tetap saja demam. Sebelum sempat imunisasi DPT yang pertama, memang Han pernah mengalami batuk pilek tapi sembuh tanpa obat. Hanya berbekal ASI + Formula. Juga berjemur di pagi hari.

jadwal imunisasi menurut IDAI


Sebagai informasi, fungsi imunisasi DPT (Diphteria, Pertusis, Tetanus) adalah untuk mencegah penyakit sebagai berikut :

DIPHTERI
Ditandai dengan selaput yang meliputi kerongkongan dan tenggorokan, dapat mengakibatkan gangguan pernafasan, kelemahan otot, gagal jantung dan kematian.

TETANUS
Ditandai dengan kekejangan otot di seluruh tubuh, dapat berupa kekakuan otot mulut sehingga tidak dapat membuka mulut ataupun menelan, 2 dari 10 penderita tetanus meninggal dunia.

PERTUSIS
Ditandai dengan batuk hebat yang menyebabkan sulitnya makan, minum, dan bernafas. Dapat berlangsung sampai beberapa minggu (dikenal dengan batuk 100 hari). Dapat menimbulkan komplikasi seperti pneumonia, kejang, kerusakan otak bahkan kematian.
Imunisasi DPT dapat mencegah ketiga penyakit tersebut.

Kapan anak tidak boleh diberikan imunisasi DPT?

  1. Anak-anak dengan reaksi alergi berat setelah penyuntikan DPT sebelumnya.
  2. Anak yang menderita kelainan saraf sekitar 7 hari setelah penyuntikan DPT sebelumnya.
  3. Anak dengan KIPI berat setelah DPT sebelumnya seperti : kejang, menangis lebih dari 3 jam, demam diatas 40.5’ C

Untuk dosis selanjutnya anak-anak tersebut dianjurkan untuk diberikan imunisasi DT saja.

source : grup GESAMUN (Gerakan Sadar Imunisasi)

Belum sampai ke bulan depan, rasanya sudah galau saja apakah mau dilanjut imunisasi booster DPT atau tidak.

Ah seandainya bukan imunisasi DPT ya..

comments

4 komentar:

  1. Kemaren anakku gak demam mbak waktu booster itu, tapi polio dia demam tinggi sampe nyaris 4 hari hehe.. Cari informasi saja dulu :D, pengalaman ibu ibu gitu deh hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. booster DPT itu Mbak? Duh.. makin galau deh aku

      Hapus
  2. Jaman aku gdapet sertifikat kayak begitu. Huhuu

    BalasHapus
    Balasan
    1. sertifikat ini memang baru ngehits 3 tahun belakangan ini Nay :D

      Hapus

Komentarnya sementara dimoderasi ya 😁 dan jangan tinggalkan link hidup. Nanti BW baliknya lewat profil teman-teman. Terima kasih untuk tidak menggunakan "ANONIM".

Recommendations by Engageya