Jumat, 22 April 2016

Susi Susindra : Blogger Penggerak (Tut Wuri Handayani) dari Jepara

Hallo lagi Sahabat Ran! Seneng nih ya mau weekend. Aku juga nih, mau siap-siap nyumbang lagi. Tapi sebelum berangkat kondangan, mau cerita sedikit nih tentang seorang kakak keren dari kota Jepara. Nama aslinya Mbak Susi Ernawati. Jepara yang notabene bukan sebuah ibukota propinsi apalagi ratapan ibutiri ibukota, membuktikan bahwa orang-orang dari kabupaten seperti kami juga bisa berkiprah baik di dunia nyata maupun dunia maya. Dibuktikan oleh Mbak Susi seorang blogger Jepara yang telah melalang buana hingga kancah nasional selanjutnya internasional. Aamiin.

Mbak Susi Ernawati a.ka Susi Susindra, yang menurut hasil penerawanganku (halah) adalah penggabungan nama antara Mbak Susi dan Mas Indra, hihihi kemudian dilempar sandal ukir. Padahal sudah terpampang nyata ya di page about me-nya Mbak Susi.

Susi Susindra : Blogger Penggerak (Tut Wuri Handayani) dari Jepara
Mbak Susi dan Mas Indra. Source : tercantum di gambar


Hmm, sebetulnya saya.. eh aku aja dink biar konsisten ke depannya. Soalnya  Aku ini binatang jalang. Dari kumpulannya terbuang. Biar peluru menembus kulitku. Aku tetap meradang menerjang. #mulai tidak fokus. Abaikan.

Aku dan Mbak Susi bisa dikatakan berjodoh, untuk saat ini memang masih di dunia maya, padahal kota kami bersebelahan. Mbak Susi di Jepara dan saya di sebelah wetannya. Mungkin suatu saat bisa kopdar. 

Alhamdulillah aku bisa masuk di kelompok V Arisan Link Blogger Perempuan yang digawangi oleh Mbak Susi dan Mbak Rahmah yang mana hampir seluruh anggotanya adalah besutan tokoh-tokoh yang We O-We. Mungkin suatu saat kita semua bisa membentuk girlband We O-We ya teman-teman. Sebetulnya waktu pertama tahu bergabung di kelompok ini, aku sempat kaget plus kik-kuk karena salah satu PICnya adalah Mbak Susi yang mana kesan pertamaku sama Mbak Susi adalah takut. Hahaha. Please Mbak jangan ketawain aku ya.

Sosok dari foto-foto Mbak Susi terlihat begitu misterius.

Mau nulis jarang senyum tiga jari takut dilempar serpihan-serpihan kayu meubel.

Ya begitulah aku, walau bershio Macan tapi berhati Rabbit. Mungkin tahun dan tanggal kelahiranku perlu dipertanyakan. Mbak Susi mungkin lupa, jauh sebelum berteman di facebook aku pernah chat Mbak Susi buat minta join grup Warung Blogger, dan dibalas dengan hangat. Padahal sebelumnya sudah takut duluan lihat kemisteriusan Mbak Susi. Jawabannya pun ringkas dan tak pernah basa-basi, langsung to the point.

Ternyata memang begitulah karakter Mbak Susi (kira-kira). Dari penuturan beliau, Mbak Susi lebih suka memberikan dorongan dan motivasi kepada orang-orang di sekitarnya agar berprestasi. Daripada bernyanyi di panggung, Mbak Susi lebih suka menata kursi penonton. Jika yang lain terobsesi menjadi hebat dan dikenang, Mbak Susi berusaha menjadi orang yang biasa dibutuhkan. Ibarat kata sejarah – Tut Wuri Handayani. Ah bangga sekali sama kakak yang satu ini.

Aiih, ngaku-ngaku punya kakak Mbak Susi? Emangnya Mbak Susi mau punya adik situ?

Hikkss.. Udah.. Biarin aja yang barusan ngomong. 

Makanya saat ada arisan link yang mewajibkan untuk tidak sekedar menaruh link tapi juga mereview personal ataupun blog empunya pemenang, Mbak Susi tidak sungkan-sungkan berbagi resep cara mereview sebuah blog untuk memperkenalkan pada dunia sahabat-sahabat baru kita. Zzz.. dunia? Lah bahasa blogku aja Bahasa Indonesia ya. Ya positif thinking aja, siapa tahu dibaca dari Australia atau Malaysia. FYI - They can speak Bahasa, minimum read Bahasa. Hehe.

Jadi biar tidak hilang ditelan bumi, aku copykan tips mereview Blog ala Susi Susindra.


1| Luangkan waktu khusus, setidaknya 3 jam. Waktu ini berhubungan dengan kesiapan kita menulis tentang teman yang ingin kita review.

2| Membuka blog dengan komputer agar lebih mudah mencari celah yang ingin ditulis dan mata lebih leluasa.

3| Catat kesan pertama pada tampilan blog.

4| Membuka laman “about me”, untuk mengenal siapa dia, catat poin terpenting/apa yang mau kita pelajari.

5| Cari label terbanyak yang pernah dipakai. Dari situ kita dapat melihat interest utamanya. Buka 4-5 posting. catat poin terpenting.

6| Gabung semuanya. JIka ada yang kurang, kita googling. Cari cara menulis yang pas dengan temuan kita sendiri.

7| Mulai menulis dari semua yang kita temukan. Biasanya dalam 3-4 jam proses baca-tulis selesai, Mbak Susi mendiamkan dulu sampai Mbak Susi siap membuka kembali untuk mengedit dan menyiapkan gambar. 

Dari 3 artikel yang Mbak Susi tulis, biasanya butuh waktu kurang dari 6 jam (total mempelajari - publish). Jadi tak perlu waktu berhari-hari.

Bagaimana? Keren kan tips review blog dari Mbak Susi?

Makanya tidak heran kalau Mbak Susi ini punya 3 blog yang lain yaitu  Handmade Susindra, Jepara on blog, & Sinopsis film. Tapi akhir-akhir ini memang yang sering diisi adalah Cakrawala Susindra dan Jepara on Blog. Mbak Susi sendiri mendedikasikan dirinya sebagai mom-blogger, craft lover dan French guide. Wah mau dong diguide-in sama Mbak Susi keliling Jepara.


Sedangkan bunga krisan untuk Mbak Susi sendiri.. Ng...ng.. anu Mbak. Kebetulan kan aku ini punya maag, jadi tidak suka makan yang pedas-pedas jadi bunga krisan untukmu adalah tetap semangat ngeblog ya Mbak! Hahaha..

Bunga krisan macam apa ini.

Ya iyalah.. Noh lihat noh, di blognya yang beralamat susindra.com apalagi coba yang mau dicocolin saos tomat.

1| Tampilan homepage putih, clean and neat.

Kalau kata Mbak Susi, warna putih lebih nyaman di mata, membuat prosentase pengunjung blog tuntas membaca lebih besar. Tanpa pernak-pernik tulisan warna-warni atau bersalju. 

2 | Template cepat terbuka.

Dibuktikan dari cek dan ricek tim detektif kami melalui google page speed insight, speed perfomance optimizen dan pingdom tools.

Menurut catatan Page Speed Insight : 


Woww.. Mbak.. Ini kok merah-merah. Pantas saja Mbak Susi pengen ganti template, hmm.. Boleh Mbak.

Eh siape elu?! Pake bilang boleh segala.

Hahaha, sebetulnya aku kurang paham masalah ini Mbak, cuma kalau saran dari Page Speed Insight ini sih disuruh mengoptimize gambar atau mengeliminasi Java Script atau membundle CSS. Yang gampang sih dioptimize saja Mbak. Dikecilin lagi foto-fotonya, dibawah 100Kb kalau bisa Mbak. Kalau aku sih, terkadang malah kurang dari 50Kb. Cuma ya hasilnya jadi agak pecah resolusinya, tapi kita bisa mengakali dengan memperkecil ukuran tanpa mengurangi pixel foto. Ada Mbak. Coba cek webnya di tulisanku yang ini.


Sedangkan kalau dilihat dari tools Pingdom : http://tools.pingdom.com/


Blog milik Mbak Susi, kecepatan loadingnya bisa diakses hanya dengan 4.48s. Sedangkan ukuran templatenya sebesar 4.2 MB. Lumayan kenceng ya Mbak apalagi nanti kalau foto-fotonya sudah diedit, tambah ngebut lagi. Eh macam iklan super internet aja ya.

Dilihat dari tools GTMetrix : https://gtmetrix.com/ 


Awesome Mbak, 88% di mana saran yang diberikan juga untuk mengoptimasi gambar-gambar yang sudah ada. Baiklah, selamat mengedit ya Mbak. Terutama kemarin yang ada foto kakak aku sama Mas Hanung itu lho. Sepertinya di atas 100Kb kan itu Mbak Susi.

3| Navigasi blog sudah agak jelas berupa label (ada di bawah postingan), arsip (cuma ada Tahun, Bulan dan Tanggal jadi harus diklik lagi kalau ingin tahu yang di dalam bulan April), dan ada widget search /pencarian.

4| Laman tentang penulis sudah jelas dan komplit ala Mbak Susi Susindra.

5| Sudah mobile friendly.

6| Sudah mencantumkan social media, lihat di bawah judul dan deskripsi blognya Mbak Susi. Beuhh.. Itu banyak sekali Mbak, menunjukkan kalau Mbak Susi memang kreatif habis. Betewe itu aktif semua Mbak? Wah We O-We tenan kuwi Mbak.

7| Komunitas yang Mbak Susi ikuti juga terpampang nyata ya di footer blog, berupa Warung Blogger, Blogger Perempuan (yang telah mempersatukan kami), Blogger Reporter Indonesia, KEB (Kumpulan Emak Blogger), dan Fun Blogging Comunity.

Seperti kata Mbak Susi lagi, komunitas penting untuk menemukan orang-orang yang seide dan sejalan dengan kita, tujuannya ya untuk menambah semangat ngeblog kita.

8| Bounce Rate Excellent

Blog susindra.com mempunyai bounce rate 40.20% (data per April 2016) yang mana kalau dibandingkan sama ranirtyas.com bakal melipir ke Samudra Hindia. Duuh.. Ajarin dong Mbak cara menurunkan bounce rate. Ini menunjukkan pembaca setia blog Mbak Susi suka dan betah berlama-lama melompat dari artikel satu ke artikel lainnya.

Sedangkan waktu yang dibutuhkan seorang pengunjung rata-rata adalah 2:53 menit.

Masih menyontek dari situs alexa.com betapa surprisenya aku ini #halah, artikel yang paling banyak dicari dari blognya Mbak Susi adalah sebagai berikut.



Nah kan? Betul kan kalau aku bilang fotonya Mbak Susi saja sudah misterius. Senyumnya itu lho, bak senyum Monalisa yang penuh tanda tanya serta kemisteriusan. 

9| Promotion Blog

Sebagai pembanding, maka coba telusuri lewat induknya blogger yaitu google dengan catatan sudah meremove cookies juga cachenya terlebih dahulu, www.susindra.com sudah mencapai 37.900 hasil dengan kecepatan 0.50 s. Keren ini Mbak Susi, kami (eh aku dink) harus belajar banyak dari Mbak Susi. We O-We lah Mbak.



10| Tombol Back to The Top yang terhidden.

Menurut teman-teman, sekali posting Mbak Susi bisa menghabiskan berapa karakter? Berapa words lah? Kalau menurutku yang jelas itu sepertinya lebih dari 500 kata kan Mbak Susi? Ditambah komentar yang nangkring di postingannya Mbak Susi kira-kira 60 komentar setiap 1 kali posting. Panjang halamannya jadi puuuaaanjaaang, hehe nulis panjangnya sedikit hiperbola. Karena aku termasuk golongan-golongan kemal (kepo maksimal-red) yang kalau membaca postingan bukan melulu soal kontennya tapi juga komentarnya (hihi padahal alasannya sebenarnya adalah bingung mau komentar apa, njuk (terus-red) mau ikut nimbrung komen yang sudah ada saja).

Mungkin tombol back to the top-nya perlu diunhide lagi Mbak Susi, biar kalau pembaca kemal macam aku sudah sampai bawah jadi bisa langsung naik lift ke atas tanpa perlu secrool sekroll ke atas, hehe.

Abaikan saja pembaca yang malas naik tangga ini.

11| Postingan di awal halaman cukup 3.

Padahal Mas Indra bilang cukup 2 ya Mbak, mungkin ini pertanda Mbak Susi akan tambah 1 lagi. Coba apa hayo?

Kalau aku sih Mbak, lebih memilih 5 postingan untuk di awal halaman. Bukan apa-apa sih Mbak, cuma suka aja, kayaknya kalau cuma 3 terlalu sedikit. Entahlah, selera ya Mbak. Seperti kataku, aku ini ada maag jadi tidak suka terlalu pedas. Takut kalau kepedasan.

Okey, sukses deh Mbak Susi buat segala-galanya. Kapan-kapan ajarin Bahasa Prancis ya kalau ketemu. Buat yang ingin didorong dan termotivasi juga oleh Mbak Susi, boleh nih samperin aja di social medianya yang bejibun di bawah judul dan deskripsi blognya Mbak Susi. Terima kasih ya Mbak sudah membaca curhatan panjang ini. Ini media sosial Mbak Susi yang terus saya kekepin dan kepoin. 



Salam sayang dari Kudus.
comments

18 komentar:

  1. Cieh, yang ngaku-ngaku punya Kakak kece... 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu bisa muncul emo kayak gitu di komen.. Ajarin lah Mbak Widi..

      Hapus
  2. Ulasan yg kompliitt bngt mbakk :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hasil nyontek dari ilmunya Mbak Susi :D

      Hapus
  3. Ulasan yg kompliitt bngt mbakk :)

    BalasHapus
  4. aku sering duduk di sampingnya blm pernah dilempar sandalllll

    aku jg salut bgt sama beliau

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas Indra lupa pada janjinya nglempar kamu sandal, Ji. Hahahaha... ok ntar kuberitahu.

      Hapus
  5. Ulasan Mbak Rani sangat lengkap. Adakalanya saya merasa sangat bangga (dan berharap semoga layak disebut demikian), adakalanya tertawa karena gaya bercerita yang menggelitik, tapi ketika serius, saya catat sarannya. memang benar, sudah seminggu ini gelisah ingin berganti template, terutama hasil google page insight terus turun. awal pakai masih aman di 80/68. Sekarang sudah 65/59 tanpa bisa dicegah.
    Ada beberapa gambar yang lupa kompres jadi di bawah 100. iya, benar. Terima kasih ya, jeli banget.... dan TOP saran & reviewnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kenapa ya Mbak? Padahal kan jarang nambah2 script kan kayaknya Mbak

      Hapus
  6. Mba Susi ity kalem kalem njawani

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya menurutku juga begitu, kelihatan dari body languangenya

      Hapus
  7. asyiiik mbak reviewnya. saya ampe ngikik-ngikik sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe iyakah? wah jadi terharu aku..

      Hapus
  8. Hmm bagus mbak pokoknya muantappp deh.

    BalasHapus
  9. kok kesan kita terhadap Mba Susi bisa sama yah Mba? saya juga merasa Mba Susi ini misterius, hihihi :)

    BalasHapus
  10. Mbak ranii reviewnya lengkap bgt!!! iyah, senyumnya mbak susi monalisa's smile banget :)

    BalasHapus
  11. Belajar buanyaak dari reviewnya mbak Rani yang supeer komplit.

    BalasHapus
  12. Semoga kita ((kita?... saya -keleus)) bisa ketularan We O We...

    BalasHapus

Komentarnya sementara dimoderasi ya 😁 dan jangan tinggalkan link hidup. Nanti BW baliknya lewat profil teman-teman. Terima kasih untuk tidak menggunakan "ANONIM".

Recommendations by Engageya