Jumat, 20 Mei 2016

Rahmah Chemist dan Hobi Postcrossingnya

http://www.ranirtyas.com/2016/05/rahmah-chemist-dan-hobi-postcrossingnya.html

Merawat dan membesarkan buah hati sendiri  hingga akhirnya memilih resign dari pekerjaan yang sebetulnya didambakan oleh banyak orang adalah keputusan besar bagi seorang wanita. Apalagi bila sudah mengayomi pendidikan pasca sarjana.

Adalah Rahmah Chemist, yang bernama asli Rahmah Usman Karateng, anak dari Bapak Alm H Usman Karateng. Menempuh pendidikan S2 Kimia di Universitas Hasanudin dan sempat mengajar di Universitas Palangkaraya. Itulah mengapa nama penanya adalah Rahmah Chemist, karena proses penghargaannya terhadap ilmu kimia yang sudah dipelajari dari 2003 – 2010. Saya jadi inget dulu mbak, sekelas kami juga sering membuat nama pena diakhiri nama jurusan jadi ketika chat menggunakan yahoo messenger jadi ketahuan yang ngechat ini angkatan berapa dan berada di gedung apa. HaHaHa.


Meskipun untuk saat ini Mbak Rahmah telah memilih resign dari kegiatan belajar mengajarnya demi si kecil Salfa tapi tidak serta merta menjadikan Mbak Rahmah berdiam diri dalam rumah.

Mbak Rahmah memulai debut menjadi blogger di tahun 2008, kecintaannya pada buku juga membuat Mbak Rahmah memiliki blog khusus tentang buku yaitu di resensikata.com mungkin yang Mbak Rahmah sedikit selip di blog tersebut adalah kosongnya kategori kontak dan tentang penulis.

Ya karena sebagai full time mother dan full time blogger, Mbak Rahmah rupanya cukup sibuk dengan rutinitas seabrek. Belum lagi kalau harus menghadiri event-event tertentu. Lelah mengikuti serangkaian event blogger, di rumah masih harus mengurus urusan rumah tangga lagi. Sibuk? Jangan tanya.

Meskipun di awal Mbak Rahmah mengatakan agak dilema mengenai masalah resign atau meneruskan pekerjaan sebagai dosen, saya termasuk salah satu orang yang salut akan keputusan Mbak Rahmah. Jika saya adalah Mbak Rahmah mungkin saya akan melawan untuk tetap berpegang teguh bahwa pekerjaan ini penting karena orang tua saya sudah menaruh harapan besar pada saya dan masa depan saya, tetapi Mbak Rahmah pasti sudah berpikir bukan sehari dua hari mengenai keputusannya ini. Untuk saat ini, mungkin ini adalah keputusan yang terbaik, besok hari bisa jadi ada panggilan kerja kembali untuk Mbak Rahmah ketika Salfa sudah besar. Banyak Ibu-Ibu yang awalnya adalah Ibu rumah tangga lalu bekerja kembali setelah anak-anak cukup dewasa, dan beberapa di antaranya adalah guruku di masa lampau. Hari ini belum tentu sama dengan hari esok. Tetap semangat Mbak Rahmah.

Untuk menunjukkan cintanya pada Salfa, Mbak Rahmah juga mendokumentasikan aktivitas dan tumbuh kembang si kecil juga untuk berbagi tips seputar parenting, Mbak Rahmah mengisi khusus di blog istanacinta.com sesuai nama domainnya istana yang penuh dengan cinta. Lihatlah Salfa, betapa Bundamu sangat menyayangimu. Semoga kelak menjadi anak yang dapat menjaga nama baik kedua orang tua ya kakak Salfa.

Belum cukup sampai di situ, Mbak Rahmah masih rutin mengisi juga blog yang berisikan tentang ilmu yang dicintainya “Kimia”, ada pula mengenai event, kuliner, dan wisata. Sepertinya blog ini yang paling random ya menu lamannya. Kesemuanya bisa kamu temukan di chemistrahmah.com.

Hmm.. kalau yang berupa curhatan kira-kira diisikan di mana ya? 😊

Kagumku semakin menjadi-jadi karena ketiga blog Mbak Rahmah ini telah berdomain dot com. Weleh.. Itu tanggal pembayaran domainnya tercatat rapi ya pasti. *Balik lagi ke pos uang*


Wanita berzodiak scorpio ini juga mempunyai hobi postcrossing lho. Benar saja kalau Mbak Rahmah adalah generasi 90-an di mana hobi ABG-ABG saat itu adalah saling bertukar surat juga kartu pos. Hanya saja bedanya dengan Mbak Rahmah, saya belum pernah berkirim surat dengan sahabat pena dari luar negeri. Berat di ongkos bok! Belum lagi my english saat sekolah is not good as now. Hahaha.

Postcrossing is an online project that allows its members to send and receive postcards from all over the world.
source : Wikipedia

Padahal dengan mempunyai hobi postcrossing, banyak manfaat yang bisa kita dapatkan yaitu

1| Mengembangkan kreativitas dalam bercerita kepada sahabat pena,


Postcrossing secara langsung membuat kita harus menulis beberapa kalimat di kartu pos tersebut, dan semakin banyak kita menerima kartu pos semakin kita ingin juga sama kreativnya dengan mereka. Otomatis dari semakin sering menulis, kemampuan kita akan meningkat dengan sendirinya.

2| Menambah wawasan tentang dunia luar,


Postcrossing biasanya dilakukan antar negara, jadi tidak menutup kemungkinan juga bahwa kita akan mendapat pengetahuan baru bahwa di Zimbabwe ternyata menjerit ketika melahirkan harus membayar tambahan $ 5 per teriakan.

3| Menambah jumlah pertemanan,


Saat SD sayapun sebetulnya sering berkirim surat, dan ini merupakan kegiatan positif yang menyenangkan karena jumlah pertemanan kita akan bertambah tidak melulu di lingkaran lingkungan sekolah atau permainan kita saja.

4| Membuat hati menjadi senang,


Karena jumlah pertemanan kita yang bertambah, apalagi mendengarkan cerita-cerita baru dari mereka membawa kebahagiaan tersendiri. Coba bacalah kartupos yang kamu terima saat kamu sedang suntuk maka kamu akan merasakan bahagia ditambah jika dalam kartu pos tersebut ada gambarnya.

5| Menambah koleksi kartu pos dari berbagai negara,


Bukan tidak mungkin koleksi kartu pos yang kita dapatkan akan beragam jenisnya, sekalipun dikirim dari satu negara tapi jenisnya juga bisa bermacam-macam. Apalagi kalau di negara tersebut sedang mengadakan event-event tertentu, pasti bertambah lagi koleksi kartunya.

6| Menjadi akrab dengan petugas kantor pos,


Mau tidak mau, kita akan semakin sering mengunjungi kantor pos. Berkat jasa merekalah kita memperoleh kelancaran pengiriman dan penerimaan kartu-kartu pos kita. Jadi bisa saja kita juga semakin akrab dengan para pak pos tersebut.

7| Dapat berkembang menjadi hobi yang lain, misalnya filateli


Dari kartu-kartu pos yang terkumpul, pasti banyak juga perangko yang terkumpul. Dari situlah muncul hobi baru, yaitu mengumpulkan para perangko. Kembali ke poin 6, jika kita sudah berkeinginan menjadi filatelis, sebaiknya kita mengakrabkan diri dengan petugas kantor pos agar saat penerbitan perangko limited edition kita juga memperoleh informasinya sehingga dapat juga memiliki perangko tersebut.

Barangkali ada juga yang mau mengembangkan hobi postcrossing juga, berkembangnya dunia teknologi tidak serta merta meredupkan dunia surat menyurat karena bagaimanapun kartu pos berbentuk nyata, tidak berformat .jpeg dan .gif yang bisa saja hilang kalau termakan virus.

Mulailah dengan berkenalan dengan Mbak Rahmah untuk tanya-tanya lebih lanjut tentang hobinya yang unik tersebut. Bisa mention ke IG: @ammachemist atau twitter: @amma_Chemist atau juga facebooknya : Rahmah Chemist.

comments

6 komentar:

  1. Mba Raniii.. Salut padamu. Lengkap banget.
    Soal domain .com, jadi ingat saran kemarin..hihihi..

    Mba Rahmah, jangan patah semangat yaa.. Saya pun resign setelah menikah..hehe.. Tp insya Allah nanti akan kembali berkarya setelah anak2 bis ditinggal. :)

    BalasHapus
  2. Saya juga resign dari kerja ketika si sulung berusia 6 bulan. Melalui banyak pertimbangan, tentunya.
    Hobi postcrossing-nya keren ih. Jadi pengen juga. Tapi kalau hitung2an dana.... balik kanan maju jalan dulu... hihihi

    BalasHapus
  3. Saya juga resign dari kerja ketika si sulung berusia 6 bulan. Melalui banyak pertimbangan, tentunya.
    Hobi postcrossing-nya keren ih. Jadi pengen juga. Tapi kalau hitung2an dana.... balik kanan maju jalan dulu... hihihi

    BalasHapus
  4. Saya baru tau kalau Rahmah juga suka postcrossing :)

    BalasHapus
  5. Sempet ikutan postcrossing juga sih, tapi gegara lamanya berkirim kartu pos apalagi yang ke luar...alhasil sekali dua kali trus mandeg hahaha.

    BalasHapus
  6. Ternyat blognya ada dua ya dedikasinya tinggi juga ya mbak rahma.

    BalasHapus

Komentarnya sementara dimoderasi ya 😁 dan jangan tinggalkan link hidup. Nanti BW baliknya lewat profil teman-teman. Terima kasih untuk tidak menggunakan "ANONIM".

Recommendations by Engageya