Jumat, 27 Mei 2016

Tren Remaja 2000an (Studi Kasus : Sekolahan Sendiri)

Anak remaja yang menikmati masa remaja tepat di sekitar tahun 2000an adalah bisa dikatakan sebagai anak era 90an walaupun mungkin lahir di pertengahan antara tahun 80-90 karena kami juga menikmati masa anak-anak di tahun 90an. Jadi tidak melulu anak 90an adalah anak yang lahir tahun 1990 ke bawah. Karena nyatanya yang lahir di tahun 1993 ketika saya tanyai tentang nama permainan yang ngetren di tahun 90an ternyata tidak melulu bisa menjawab pertanyaan yang saya ajukan.

Jadi begini.. hihi..


Saya atau tepatnya bersama teman-teman seangkatan saya yang lain adalah anak yang lahir di antara tahun 1980-1990, menikmati masa kecil di tahun 1990-2000 lalu menginjak remaja di kisaran tahun 2000-2010. Jadi seandainya kamu melihat beberapa postingan di blog ini sebelum tahun 2011. Percayalah, itu bukan saya yang sekarang, melainkan bagian masa lalu saya yang masih ababil. Yes, terkadang saat ini saja masih sedikit labil.

Kami termasuk beruntung, karena permainan anak era 90an bisa dikatakan masih sedikit komplit dibanding anak era 2000an. Itu dari kacamata kami tentu saja.

Begitu juga ketika menginjak masa remaja, karena saat itu saya atau kami semua sedang menginjak masa remaja ditambah AADC pertama sedang booming saat itu juga. 

Tidak lepas dari meledaknya film AADC, ternyata membawa pengaruh sedikit banyak kepada kami yang menginjak masa puber saat itu. Inilah yang terjadi di sekolah saya saat itu.

1| Para Cewek Membentuk Gengs


Thank to Cinta and the Geng's, berkat kalian kelas kami terbagi beberapa kelompok. FYI film AADC ini tayang saat saya kelas 1 SMA dimana Nicholas Saputra pemeran Rangga yang asli juga masih kelas 3 SMA saat itu.

Jadi kami satu kelas membagi-bagi sendiri akan begaul dengan siapa dan akan duduk dengan siapa begitu juga lokasi tempat duduknya. Saking jaimnya, kelas kami saat itu tidak mau diubah tempat duduknya demi sebuah nama gengs.

Terima kasih geng's, karena ada geng ada juga sekumpulan anak yang lontang-lantung tidak punya geng hingga membentuk kelompok hura-hura yang tidak mau menyatakan kumpulan mereka sebagai sebuah geng.

Lah saya kebagian masuk geng lontang-lantung tanpa arah.

Hingga di penghujung tahun SMA, pernah juga menjadi bagian dari kelompok belajar gadis-gadis cantik. Teteup ya tidak mau menyebutkan masuk dalam kategori geng.


2| Tarian Cinta n geng's Menjadi Inspirasi Tugas Seni Tari


Berbahagialah kami saat SMA dulu ada mata pelajaran Seni Tari sehingga sebagai tugas akhir, kami harus membagi diri kami sendiri menjadi beberapa kelompok tari untuk menyuguhkan modern dance. Gila ya, udah kayak sekolah di Jakarta aja ya, yang sering ngadain PENSI.


Semua anak which is a girl, mau memasukkan tarian Cinta n the Geng's ke dalam tarian mereka. Kelompok kami? Oh tentu saja... TIDAK. Karena kami menyewa guru tari sendiri, jadi gerakan tarian kami beda dari yang lain. HaHaHa. Kebetulan juga kan guru tarinya adalah omku sendiri. HaHaHa.

Grup lontang-lantung juga ternyata cerdik-cerdik kan ya.

3| Cowok Misterius dan Cool Menjadi Idola


Bukan rahasia umum lagi kalau sosok cowok misterius seperti Rangga yang pinter menyusun puisi mendadak tenar. Begitu juga cowok-cowok duplikasinya. Nah kebetulan di SMA kami yang seangkatan kayaknya sih nggak ada ya sosok yang mirip-mirip Rangga, jadilah teman-teman sekelasku saat itu mengincar anak kelas 3. Sumpah ya, begitulah anak kelas 1 suka ngecengin kakak kelas. Memang ada ya kakak kelas kita yang saat itu mirip Rangga? Iya ada. Cuma postur tubuh sama kepintarannya saja, kalau kriwil dan pintar merayu wanita lewat puisi, kurang tahu ya saya.


4| Perpustakaan Mendadak Jadi Tempat Populer


Bukan cerita baru ya kalau Indonesia menduduki posisi buntut dengan tingkat pembaca yang rendah. Ini juga terbukti di sekolahan saya dulu, duh sedihnya harus mengakui ini. Sayapun termasuk di dalamnya, saya lebih suka membaca buku pelajaran langsung ketimbang bermain di perpus, tapi keanehan terjadi semenjak AADC menjadi booming. Perpustakaan tak lagi sepi, tapi disayangkan perpustakaan menjadi tempat untuk merayu teman seangkatan atau bahkan adik kelas. Duh semoga mereka dulu niatnya beneran untuk memperbanyak khasanah ya.

5| Kaos Kaki Panjang Tiba-Tiba Ikutan Ngehits


Entah kenapa saat itu Mira Lesmana menjadikan Cinta dan teman-teman memakai kaos kaki panjang, rok pendek, dan kemeja pendek dikeluarkan. Tapi itu tidak seluruhnya benar sih, yang berlaku hanya kami satu sekolahan kompak memanjangkan kaos kaki yang mana belinya cuma ada di depan SMP 2 Kudus, memakai sepatu pantovel hitam bukan bertali. Ada lagi hitsnya, roknya panjang di bawah lutut dan kemejanya pas di badan, bukan kepanjangan atau kependekan. Apalagi dengan sabuk hitam yang sedikit keluar dari talinya. Kalau dipikir dan dilihat lucu, tapi kok ya yang pakai anak-anak famous saat itu.


Sosok anak IPA banget kan. Nggak cuma anak IPA sih, anak IPS juga berpenampilan sama. Makanya sekolah kami memang terkenal dengan tingkat nggaya yang emejing.

Bangga juga sih pernah menjadi bagian dari teman-teman yang bersekolah di SMA 2 Bae Kudus, berjarak 5km dari pusat kota. (Penting, karena sering ditanyain jarak sekolah dengan pusat kota oleh dosen kalkulus favorit saya dulu, Pak Chotim).

Kalau di tahunmu atau di sekolahmu, yang ngetren seperti apa? Bagi cerita juga dong.
comments

21 komentar:

  1. Kaos kaki panjang dan sepatu fantovel, teman-temanku juga banyak yg ngikutin.

    Rambut panjang digerai, teman-temanku juga banyak yg ngikutin.

    Ada lagi. Kipas-kipas warna-warni itu.. Xixixi

    Aku sih ngga ngikutin. Ngga punya modal. -_-

    Ngga punya geng juga. Temen deketku alim2. Pada berjilbab sejak masuk SMA.

    Betewe..Mbak Rani angkatan 2005 kah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku punya semua yg disebutkan.. Kecuali rambut panjang. HaHaHa

      Angkatan berapa ya? Yg jelas bukan angkatan balai pustaka 😂 saya angkatan 2204 eh 2004

      Hapus
    2. Lebih tepatnya kipas plastik gambar karun wkkk

      Hapus
  2. Aku juga ga punya geng... cuma sahabatan biasa...AADC juga dulu ga nonton, waktu itu udah jadi anak kos di Kabupaten, sedangkan bioskop adanya di kota, ga punya duit buat nonton hihihi makanya sekarang saat semuanya heboh AADC aku kalem aja...qiqiqii

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya lah mbak kan ngapain juga punya geng walaupun aslinya kalau punya geng lebih seru, ada yg diajakin kesana kemari. Hihihi mungkin karena kita tergolong siswa yg lebih mudah membaur dengan yang lain.

      Hapus
  3. Jauh si geng cinta booming, saya dh punya geng mba untunglah bukan geng yang meresahkan warga hahaha
    disekolah yang pake kaos kaki panjang cuman dikit malah di bully kakinya budug *ngenes* wkwkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. HaHaHa, kayaknya pernah juga ada mbak masa-masa dimana yg berkaos kaki panjang dihinain kayak gitu, tapi itu sebelum ada AADC sih. Setelahnya malah yang ngetren yang berkaos kaki panjang. Hahaha

      Hapus
  4. Wah, lahiran di abad yang sama haha..

    BalasHapus
  5. Klo geng kayaknya ga pernah abis jamannya
    #timanakyangjadikorbanbully geng ahhaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya Allah Nit.. gengnya temen-temenmu kok suka membully sih, kan nggak baik

      Hapus
  6. kalau mau cerita jaman smaku.. which is udah berasa seabad lalu he..he..
    lagi top2nya vocal group

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah berarti pada suka nyanyi berjamaah ya Mbak Monda yg ngetrennya.

      Hapus
  7. pada masa itu akan merasa keren kalau nongkrng di perpus haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha.. perpus di sekolahku malah jadi tempat ajang pacaran, hufft sedih

      Hapus
  8. Wkwkwk trennya mengacu dari AADC ya mbak wkwk :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya emang influencenya gedhe banget ya AADC itu

      Hapus
  9. yang no.3 guae banget bukan ya :D Hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha.. yg cool yang ngehits ya mas

      Hapus
  10. Aku bahkan baru nonton filmnya kemaren wkwkwkw..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha, aku malah belum nonton mbak yang AADC-2

      Hapus

Komentarnya sementara dimoderasi ya 😁 dan jangan tinggalkan link hidup. Nanti BW baliknya lewat profil teman-teman. Terima kasih untuk tidak menggunakan "ANONIM".

Recommendations by Engageya