Rabu, 18 Mei 2016

Trik Menghadapi Tanggal Tua bagi Karyawan Swasta

Sudah pertengahan bulan sekarang, hampir mendekati buih-buih harapan baru, yaitu gajian.

Bagi kami karyawan swasta, tanggal tua bukan berada di akhir bulan tapi justru di tengah bulan. Soalnya kebanyakan gajiannya karyawan swasta ya malahan di akhir bulan. Tapi detik-detik menjelang tanggal 27, rasanya seperti berlariku ke padang safana.. Haus juga dipenuhi dahaga.


Apalagi setelah penghitungan absen, pasti pada berjamaah tanya sana tanya sini “Sudah gajian belum?” lalu manajer keuangan diintimidasi para supervisor karena desakan para anak buah. Untunglah bukan bagian saya yang menghitung gaji, hahaha.

Sebegitunya karena karyawan di sini 97% adalah lelaki.

3% sebetulnya juga terkadang ikut mengintimidasi tapi kami lebih sering tersenyum manja menikmati hasil intimidasi para supervisor yaitu dana cair.

Alhamdulillah memang sih, gajian yang dipegang sekarang tanggalnya teratur. Makasih ya Bapak Manajer Keuangan yang sekarang. Berkat kalian, anak-anak kami dapat membayar LKSnya. Padahal kebanyakan anak-anaknya masih pada TK 😜😝

Sebetulnya ada sih trik menghadapi tanggal tua untuk para karyawan dengan gaji standar UMR. Siapa tahu berguna, syukur-syukur ada yang mau membantu share postingan ini *modus* 😁

1| Ambil Gaji di Tanggal Muda


Biarpun gaji diberikan saat tanggal tua, tetapi karena gajinya melalui transfer bank yang notabene setiap bulan pasti ada potongan adminnya, kenapa tidak diusahakan mengambil gajinya kalau sudah memasuki bulan baru. Itu untung bank yang diambil perusahaan kami berbasis syariah, nah kalau konvensional? Bisa habis dipotong biaya administrasinya. Kalau baru gajian langsung diambil di akhir bulan kan nggak jadi dapat bunga. Walaupun tidak cucuk (untung-red) antara bunga dan biaya administrasi kan setidaknya potongan administrasinya jadi berkurang.

Nah kalau diambil di tanggal muda, berarti gajiannya mundur donk. Iya mundur dan itu derita E.L.O hahaha. Bercanda! Muncur cuma untuk satu bulan ini, ke depannya insya Allah mulai teratur kok.

2| Mencari Penghasilan Tambahan


Menjadi karyawan swasta yang dikarenakan tidak ada pilihan lagi atau dikarenakan karena memang tidak diterima di mana-mana bukan serta merta menjadikan diri kita orang yang apatis. Melainkan harus optimis juga kreatisv. Mengandalkan gaji bulanan apalagi kita yang dijamin tidak akan mendapatkan pensiun bulanan dari negara, hanya akan menambah perih daftar penderitaan hidup ini. Makanya dengan merambah dunia reseller atau mencoba belajar membuat sesuatu hal yang kreatif yang mungkin bisa kita jual lagi, insya Allah bisa menyambung tanggal muda kita sedikit. Syukur-syukur bisa menabung untuk membangun kost-kostan. Percayalah rejeki sudah ada yang mengatur.

3| Siapkan untuk Pos Bulanan


Kalau tips yang ini absurb banget memang tapi seperti itulah yang terjadi hampir di kebanyakan keluarga. Utamakan yang terlebih dahulu, seperti membayar hutang, membayar arisan ini itu, membayar tagihan KPR, telepon, PDAM, listrik dan lain sebagainya.


4| Siapkan untuk Pos Tahunan


Selain bulanan, masih ada juga pos tahunan yang terkadang kita lupa menyisihkan tiap bulan, alhasil begitu sampai jangka waktu pembayaran kita harus pegang jidat karena seabrek pengeluaran tahunan ini, semisal membayar domain, pajak tahunan motor, PBB. Beda hal kalau setiap bulan kita mencicil pembayaran tersebut, pada saat penagihan tidak terasa lagi. Jangan sampai pos tahunan malah masuk ke biaya tak terduga karena lupa akan tanggal pembayarannya.Termasuk tips yang kelima di bawah ini.


http://www.ranirtyas.com/2016/05/trik-menghadapi-tanggal-tua-bagi.html


5| Membuat Pos untuk Biaya Tak Terduga


Mbak dapat undangan dari Mamahnya Aldi, ada hajatan khitan besok malam.

Mas, sudah dikasih kabar belum kalau Mbah Tego meninggal dunia?” pesanku via WA ke suami.

Pesan Ibu yang selalu terngiang sampai kapapun, jika ada beberapa pilihan menyumbang, utamakan menengok orang sakit, takziah atau melayat terlebih dahulu, karena yang sakit (khitan termasuk orang sakit) dan berduka harus diutamakan.

Eh si Vita mau merried lho minggu depan”, alhamdulillah.

Besoknya lagi, “Istriku, kita dapat undangan dari Pak Yai lho. Mau mantu besok sabtu.”

Nduk.. adiknya Candra sudah lahir kemarin sore di RS MR Kudus.” Mak jegagig ujug-ujug dapat kabar begitu sampai rumah. Alhamdulillah, keponakanku bertambah satu. Aih.. ada lagi yang akan memanggilku Auntie hhihihi.

Apalagi menjelang puasa, banyak undangan nikahan mendadak beredar. Alhamdulillah berarti semua bahagia ya. Termasuk tamu undangan T_T, dulu karena saya menikah di tanggal 22 sebelum menyebar undangan, saya diberitahu teman kerja. “Mbak nikahnya jangan minggu-minggu ini lho, undangannya sudah banyak.” Lah, kalau saya jadi Pak Yai yang menentukan tanggal nikah kami ya pasti bakal memilih di tanggal muda dan hari di mana jarang ada orang menikah, Gus.

Begitulah dramatisir karyawan swasta.

Bahagia bersama-sama, menunggu gajian juga bersama-sama. 

Hanya karena kita adalah karyawan swasta dengan gaji standar UMR, bukan berarti kita tidak bisa ikut merasakan kebahagiaan seperti orang-orang pada umumnya. Menjadi pekerja adalah pasti tapi menjadi bahagia adalah pilihan.
comments

21 komentar:

  1. mhuahaha. ia nih, bulan jelang puasa adalah bulan panenan amplop. :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. biar ibadahnya semakin sempurna, katanya

      Hapus
  2. Mbakee..aku koq belum paham yang 75%+25%+10%, jadinya 110%?

    BalasHapus
    Balasan
    1. yg 10% diambilkan dari tambahan penghasilan, hahaha ngelesku kurang afdhol ya?

      Hapus
  3. kalo ada TTS, tanggal tua bisa bebas belanja ya mba... hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Mbak, beli kebutuhan pokok juga bisa nggak ya Mbak pake TTS?

      Hapus
  4. Aku bagi pos-posnya perminggu, Mak, agar lebih mudah.
    Oh ya, pos tahunan yg belum kusiapkan. entahlah.. kok gampang bnget habis ya, uang sekarang tu? hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. waah.. kayak suamiku tu Mbak, soalnya dia ikutan arisan mingguan, kalau kurang nodong uang belanja juga akhirnya T_T

      Hapus
  5. Suka bangeeeet sama infografisnyaaaa, ajariiiiin dooong

    BalasHapus
    Balasan
    1. pake canva Mbak.. tinggal tempel.. tempel.. hehe

      Hapus
  6. Dan setelah saya gak kerja di kantor, amplop bekas untuk membagi-bagi uang pengeluran pun ikut pensiun...ach harus dilakukan lagi nich,

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Mbak Tanti.. demi kemaslahatan umat #halah

      Hapus
  7. nggak IRT nggak karyawan tanggal tua blingsatan.
    Eh, itu pos untuk domain blog udah disiapin ya^^
    Btw, kalau om Budi tanggal tua gimana?

    BalasHapus
  8. rinci sekali mba membagi pos-posnya, saya mah nggak sedetil itu makanya kadang suka boros. hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau nggak diinget-inget menjadi beberapa pos bisa bahaya Mbak..

      Hapus
  9. kl dipikir2, masih untung kita dapat gaji ya... Tapi memang saya smp skrg blm bisa mengatur pos2 pengeluaran makanya tragedi selalu berulang :))))

    BalasHapus
  10. Habiskan saja gajimu! Itu prinsipku

    BalasHapus
  11. Hidup TTS, untung ada Matahari mall yah Mbak yg slalu ngasih diskonan walau udah tanggal tua, jadi tetap bisa modis dooong. Modis dalam arti sebenarnya, dan modis dalam arti luas (modal diskon, red) :D

    BalasHapus
  12. Lengkap, jelas dan padat..makasih share ilmunya mba.

    salam kenal mbak rani

    BalasHapus
  13. Tanggal tua ? Kan ada promo TTS dari mataharimall.com, diskonya sampe 80%, waowwww. Saya aja kepengin banget belanjadi mataharimall, soalnya diskon super jegerrrr nya bukan hanya di tanggal tua saja, tapi tanggal muda pun tetep gede....

    BalasHapus
  14. Mak jegagig hahahaha khasnya mba Rani ini, sedep2 ngeriiii emang mba ya kalo pas tanggal tua undangan nikah sebreg :))))

    BalasHapus

Komentarnya sementara dimoderasi ya 😁 dan jangan tinggalkan link hidup. Nanti BW baliknya lewat profil teman-teman. Terima kasih untuk tidak menggunakan "ANONIM".

Recommendations by Engageya