Sabtu, 04 Juni 2016

Berdamai dengan AXA

Disclaimer
Postingan ini murni curhat dan mengandung sedikit tips. Jika ada hal yang ingin ditanyakan silakan hubungi petugas AXA Mandiri di kantor cabang Mandiri terdekat

Asuransi AXA Mandiri adalah asuransi pertama dan mungkin terakhir punya saya di luar asuransi kesehatan milik pemerintah. Sejak awal menikah di tahun 2013, saya langsung dibuatkan suami rekening di mandiri sekaligus diikutkan AXA Mandiri. Ketika itu, suamilah yang mengisi rekening mandiri saya untuk diautodebet langsung ke AXA Mandiri sebelum akhirnya mas suami diberhentikan dari pekerjaannya ketika anak kami lahir.

FYI, AXA Mandiri adalah gabungan dari investasi + asuransi. Jadi uang yang kita setorkan tidak murni menjadi tabungan (investasi) melainkan juga membayar asuransi. Waktu itu saya ambil yang terendah dengan potongan 350 ribu tiap bulan dengan perjanjian kontrak selama 10 tahun. Tetapi karena suami sudah tidak bekerja lagi otomatis saya sendiri yang harus mengisi rekening mandiri. Rasa-rasanya terlalu berat untuk saya untuk memikul tanggung jawab terhadap keuangan keluarga sendiri dan membayar asuransi yang alhamdulillah sampai sekarang saya tidak merasakan manfaat untuk saya sendiri ataupun keluarga. Akhirnya dengan pemikiran panjang dan sedikit hasutan saya berniat untuk mengakhiri perjanjian berdarah dengan AXA Mandiri.

Pertengahan Mei 2016 saya pergi ke cabang Mandiri terdekat, bertemu dengan telemarketing AXA Mandiri di sana dengan membawa buku polis AXA, buku tabungan juga KTP (siapkan fotokopi KTP lebih baik jika ada).

Seperti biasa, ramah tamah dengan pegawai AXA juga disertakan pertanyaan mengapa mengakhiri keikutsertaan asuransi AXA Mandiri. Saya jelaskan panjang dikali lebar didapatkan luas bangunan.

Tidak lupa buku polis AXA saya juga diminta beserta fotokopi KTP.

Bila diperlukan, untuk berjaga-jaga fotokopi bagian-bagian buku polis tersebut.

Dijelaskan oleh petugas AXA, bahwa uang yang akan kita terima nanti belum ada nilai investasinya karena belum ada 10 tahun. Biasanya nilai investasi akan terlihat setelah 10 – 15 tahun setelah keikutsertaan kita. Jika ingin tahu uang yang akan kembali pada kita adalah dengan melihat laporan keuangan berupa kertas lembaran yang setiap 3 bulan dikirimkan pada kita. Sayangnya saya lupa berapa terakhir angka yang saya dapat, karena memang saya tidak mengerti isi laporan tersebut. Seharusnya investator yang baik paham akan nilai-nilai yang dia dapatkan saat berinvestasi. Makanya sedari awal saya sudah salah bergabung dengan AXA Mandiri karena saya memang tidak paham mengenai nilai investasi ini.

Dijanjikan juga proses akan berlangsung selama 14 hari kerja, di mana kita akan dihubungi dalam 7 hari kerja lalu diproses lagi selanjutnya.

Benar saja, tidak sampai 7 hari kerja HP saya berdering, telp dari (021) 30058915.

Sayangnya telepon tersebut berdering saat saya sedang dalam perjalanan pulang dimana saya mengendarai motor dan hp terletak di dalam tas.

Alamat bakal lama pengurusannya.

Saat itu, pikiran langsung blank dan pasrahkan saja pada Yang Maha Kuasa. Kalaupun uang halal pasti akan kembali, berapapun jumlahnya.

Simulasi jika kita menyetor Rp 500.000 dan ingin mengambil kembali premi kita di tahun ke-2:
Tahun pertama : 500 rb x 12 x 0,2 = 1,2 jt
Tahun kedua : 500 rb x 12 x 0, 4 = 2,4 jt
Biaya adm selama 2 tahun = 35 rb x 24 = 750 ribu.
TOTAL YG BISA DIAMBIL 3,6 JT - 750 RB = 2,85 JT.
(Padahal anda sudah menyetor selama 2 tahun sebesar 12 JUTA!)
Source : Cara Menutup Polis Asuransi AXA

Alhamdulillah, akhir bulan Mei 2016 saya mendapatkan sms dari AXA Mandiri bahwa pengajuan pembatalan polis telah diterima. Sedikit pencerahan untuk saya.

http://www.ranirtyas.com/2016/06/berdamai-dengan-axa.html

Keesokan harinya di saat jam kerja saya kembali dihubungi dari pihak AXA Mandiri. Justru saat jam kerja saya bisa mengangkat telepon, karena bisa disambi dengan bekerja. Petugas AXA Mandiri dari pusat mengonfirmasi tentang pembatalan polis AXA Mandiri. Kita diminta untuk menyebutkan tanggal lahir kita juga nomor handphone kita yang didaftarkan untuk AXA Mandiri. Juga akan ditanyakan kembali alasan kita berhenti ikut asuransi AXA Mandiri untuk dicocokkan dengan data yang mereka terima (dari buku polis kita). Petugas AXA Mandiri (saat itu saya berbicara dengan Mas Taufik) menjelaskan seharusnya pencairan dana bisa dilakukan dalam 4 hari kerja. Sayangnya masih ada kelengkapan data yang kurang dikirim, yaitu fotokopi KTP saya. Padahal jelas sekali waktu saya mengajukan pembatalan polis AXA Mandiri, saya sudah menyertakan fotokopi KTP. Mas Taufik meminta saya untuk menyerahkan fotokopi KTP kembali ke cabang Mandiri terdekat, dan itu jelas menyita waktu karena jarak antara kantor saya dan Kantor Cabang Mandiri terdekat adalah 10 km. Lagipula saya ragu jika kali ini fotokopi KTP saya serahkan kembali bisa diterima oleh AXA Mandiri pusat.

Akhirnya saya tanyakan pada beliau, mungkinkah kekurangan syarat bisa kita lampirkan lewat email?

Ternyata bisa.

Jadi scan KTP saya kirimkan lewat email ke customer@axa-mandiri.co.id dengan UP POS TEAM. Up ini saya tuliskan di subject email, bukan di CC atau BCC.

Tidak lupa, di scan KTP saya cantumkan juga NO POLIS saya. Biasanya NO Polis disebutkan oleh petugas AXA Mandiri. Saya mengeditnya juga dengan aplikasi sederhana yaitu paint.

ttp://www.ranirtyas.com/2016/06/berdamai-dengan-axa.html

Mas Taufik kemarin menjelaskan secara rinci sekali, termasuk uang yang akan saya terima. Tanpa proses berbelit-belit seperti kita mendapatkan tawaran asuransi pertama kali lewat telepon. Terima kasih atas pelayanannya AXA Mandiri dan maaf sepertinya kita belum berjodoh di kehidupan ini. Tsaah..

P.S Masih menunggu hasil keputusan pembatalan polis.

Update :
Selama proses menunggu ternyata kita akan menerima beberapa telepon lagi dari AXA Mandiri pusat dengan menjelaskan macam-macam, yang intinya adalah menawarkan program AXA yang lain dengan premi kecil dan tahun kontrak yang lebih sedikit. Jika tidak ingin repot, setelah ada telepon yang mengklarifikasi pembatalan polis, lebih baik untuk tidak mengangkat telepon dari nomor pusat Jakarta.

Alhamdulillah, setelah berhasil melepaskan dari jeratan buaian asuransi lagi dana premi saya sudah keluar dan memang mendapat kurang dari 50 % jika premi tersebut saya tabung secara biasa.

Semoga menjadi pembelajaran bagi kita semua.
comments

32 komentar:

  1. Wah.. semoga lancar ya Mba Urusannya. Terima kasih sudah sharing ceritanya.
    Dulu saya sempat kerja d salah satu bank swasta nasional dan ada produk investasi gabung asuransi spt ini (unit link). Namun saya krg ngerti dgn mekanismenya. Jadi saya jg ga berniat ikut walpun bnyk teman yang ikut. Hehe.
    Tp Ligwina Hananto pernah bilang sebaiknya kl mau investasi ambil produk investasi saja dan kl mau asuransi asuransi saja bgitu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kesalahanku juga karena saya kurang paham investasi+asuransi macam ini. Terimakasih juga mbak atas pencerahannya

      Hapus
    2. aku ikutan yang unit link tuh... dan berat memang... Sempat kepikiran jg mau berhenti, tapi waktu nganggur tergiur dipinjemin uang dari dana yg disimpan... Gagal deh berhenti :(

      Hapus
  2. Wah aku ikkutan asuransi pendidikan anaknya axa,tp bukan yang mndiri melainkan axa financial,semoga baik2 saja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asal tidak melanggar waktu perjanjian sebetulnya tidak masalah Mbak, cuma nasib saya saja yang sedikit kurang beruntung 😊

      Hapus
  3. Bagusss.. keluarlah secepat mungkin, saya pribadi kurang sreg dengan yang namanya asuransi :D, jadi ya duung banget haha.. eman emannn.. :D #maaf komentarnya kontra haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe ah mbak Inuel bisa saja, eman-eman juga sih, tapi daripada terus tertekan seperti membayar angsuran motor 😀

      Hapus
    2. mbaaaaaaaaaaaaaaaaa, suer aku ini uda ikhlas...tp ntah kenapa aku selalu bertemu dengan kosa kata ini lagi ((((AXA))))

      [based on true story] Sudah jalan 5 taun, aku keluar cuman dapat 7juta doang..yg kalo ditabung di bank konvensional bs 18jutaan :)))))

      Duh, kena angin apaaa dulu kesambet bikin ginian. Karna sebelumnya aku ikut asuransi milik pemerintah Jiwasraya gk kek gini...perbulan cuman 100rb, aku keluar taun ke2 ya dptnya 2jutaan.

      Beda bangeeeeeeeeet dengan di (((AXA))) ini, duh maapkeun komenku yg absurd, scara aku curcol supaya gk ada yg kesambet lagi kek diriku wkwkwk

      Hapus
  4. wah mencerahkan, karena saya sedikit tertarik dengan asuransi, tapi gak gabung-gabung hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bergabung sebetulnya tidak masalah asalkan tidak keluar sebelum masa kontrak berakhir kok Mbak Mira, hanya saja tulisan ini untuk menambah wawasan tentang cara menyetop asuransi barangkali ada juga yang mau keluar seperti saya.

      Hapus
  5. aku gak pernah ikut kadang masih ragu2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau ragu lebih baik jangan kecuali kita paham betul sistemnya

      Hapus
  6. Pelajaran buatku, kalau mau investasi dalam bentuk apapun harus pelajari dulu hingga paham seluk beluknya agar tak menyesal. Makasih sharingnya Mak Rani.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak Ety, di situlah kesalahanku karena kurang paham sistemnya sejak awal

      Hapus
  7. Aku belum ikut asuransi apapun Mbak, termasuk punya pemerintah juga. Kebayang ribetnya. Aku ngga suka gg ribet-ribet.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau BPJS kan sekarang diwajibkan bagi karyawan swasta jadi otomatis tergabung

      Hapus
  8. skr aku masih setia investasi di asuransi manulife.. sebelumnya sempet ama prudential, dan....krn 1 hal masalah ama agennya, aku putusin utk stop -__-. sama kyk kamu mbak, rugi juga, krn masih 2 thn an.. tp buatku, biarin ajalah, soalnya segala yg berbau prudential jd ngingetin ama si agen itu..walopun aku tau bisa aja minta ganti agen..

    di bank tmpat aku kerja, kita jg partner ama beberapa asuransi, allianz dan manulife. tapi memang kebanyakan nasabah itu (yg di kantorku trutama) sbnrnya ga ngerti kalo asuransi itu g bisa diputus cepet, krn udh jelas bkl rugi serugi2nya.. kdg kasian sih, tp seharusnya para sales yg nawarin asuransi wajib ngejelasin sejelas2nya plus resiko yg ditanggung nasabah kalo sampe mutusin asuransi.. Tapi rata2 utk proses full surrender ato pembatalan biasanya cepet kok, asal memang semua dokumen udh komplit

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih Mbak Fanny sharingnya, hampir mirip ceritanya nih sama tetanggaku. Mungkin karena oknum jadi berimbas ke perusahaan ya Mbak

      Hapus
  9. saya pernah ikut salah satu asuransi yang akhirnya saya batalkan. Memang akhirnya ada kerugian di saya. Untungnya, cepat dibatalkan. Jadi, kerugiannya masih sedikit. Sekarang urusan memilih asuransi, saya serahkan semua ke suami.

    Semoga dilancarkan segala urusannya, Mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga nih gabung awalnya karena suami Mbak tanpa aku paham sistem di dalamnya, kesalahanku memang di situ. Aamiin. Terimakasih Mbak.

      Hapus
  10. Mba Rani, ak folow nya kok ga bisa-bisa ya ini lewat HP, kl Google plusnya udah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. nanti saja mbak kalau sudah lewat PC (atau bisa dari HP tapi lihat versi web). Punyaku juga nggak muncul nih mbak kalo versi mobile

      Hapus
  11. Makasih mba sharingnya. Swmoga lancar ya kedepannya...

    BalasHapus
  12. Cek ktp jadi tau nama panjangmu mb ran hahai

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, mau tak edit lagi ah fotonya 😛

      Hapus
  13. Aku njuk buru-buru cek asuransi Hana. Pgn brenti juga, setelah ada BPJS ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang sekiranya terbaik saja Mbak

      Hapus
  14. Uangnya tetap kembali kah kak? Lalu dikembalikan dalam jangka waktu berapa lama? Karena saya juga berniat menutup

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mbak Dita, di tulisan di atas sudah diupdate ya tapi baiklah saya jelaskan lagi. Uang kembali tapi tidak utuh, hanya senilai uang investasi kita (karena saya bergabung dengan AXA gabungan investasi + asuransi). Juga uang kembali setelah SATU minggu sejak konfirmasi terakhir tergantung kelengkapan data administrasi. Semoga beruntung ya Mbak.

      Hapus
  15. Uangnya tetap kembali kah kak? Lalu dikembalikan dalam jangka waktu berapa lama? Karena saya juga berniat menutup

    BalasHapus
  16. Aku ga pernah ikut Asuransi mbak... Pak Suami ga mau soalnya... hihi makasih sharingnya, jadi merasa beruntung ga pernah ikut Asuransi...

    BalasHapus

Komentarnya sementara dimoderasi ya 😁 dan jangan tinggalkan link hidup. Nanti BW baliknya lewat profil teman-teman. Terima kasih untuk tidak menggunakan "ANONIM".

Recommendations by Engageya