Rabu, 01 Juni 2016

[Han Story] Dandangan Kudus 2016 - Wahana Permainan

ttp://www.ranirtyas.com/2016/06/dandangan-kudus-2016-wahana-permainan.html

Dandangan, meski telah bergeser dari fungsi sebenarnya saat ini tapi kami masyarakat Kudus tetap menjalaninya dengan suka cita. Beralihnya hakekat dandangan itu sendiri, tidak merubah pandangan kami sebagai rakyat Kudus, bahwa kurang afdhol rasanya jika belum pergi ke dandangan sebelum menjalankan ibadah puasa.

Dandangan yang pada awalnya adalah sebagai tanda diumumkannya pelaksanaan puasa pertama oleh Sunan Kudus kini sudah berubah fungsi menjadi pasar rakyat. Seluruh pedagang menjajakan dagangannya di situ, terutama didominasi oleh mainan anak-anak dan panci-panci kegemaran para Ibu.


Tidak sedikit pula, masyarakat mengkritik keberadaan dandangan ini karena dinilai telah bergeser fungsi-fungsinya, walaupun sebetulnya adalah pengkiasan dari ditutupnya jalanan rumahnya. Jika dinilai bergeser dari tradisi, tidak dapat dipungkiri pula karena dandangan merupakan tradisi perayaan khas Kudus tapi ternyata diisi oleh penganan khas daerah lain, semisal kerak telor. Justru disinilah tenggang rasa kita muncul karena mau berbagi rejeki dengan pedagang dari daerah lain. Berkat dandangan saya jadi tahu rasanya kerak telur, sosis ukuran jumbo, minuman jeruk peras dll.

Dandangan Kudus terbagi menjadi beberapa tempat, yaitu sepanjang Jl Sunan Kudus – Jl Dr Ramelan – Jl Wachid Hasyim – Jl P. Puger dan Jl Menara. Serta beberapa stand bunga dan mainan anak yang terbuat dari kayu di sekitar Jl KHR Asnawi – Jl KH. A Dahlan.

http://www.ranirtyas.com/2016/06/dandangan-kudus-2016-wahana-permainan.html

Arena permainan anak juga selalu ada di Dandangan Kudus. Lebih tepatnya berada di sebelah barat Perempatan Jember atau di sekitar area Swalayan ADA. Biasanya yang sering ada di arena permainan adalah komedi putar, biang lala, kereta mini, tong setan, rumah hantu, juga pesawat mini. Kalau orang Prambatan selalu menyebut Dandangan ya di sekitar arena permainan anak, padahal dandangan luas sekali. Setiap daerah memiliki tata cara sendiri-sendiri, walaupun dalam lingkup satu Kabupaten.

ttp://www.ranirtyas.com/2016/06/dandangan-kudus-2016-wahana-permainan.html

Berhubung saya sudah miliki anak, ingin sekali mengenalkan arena permainan anak tradisional pada Han yang belum bisa dilakukan di waktu-waktu lain. Tahun kemarin untuk pertama kalinya saya berkesempatan untuk menyaksikan secara langsung pergelaran tong setan. Hanya karena namanya tong setan, jangan dikira ada setannya di dalam ya. Tong Setan merupakan permainan dimana kita bisa menyaksikan pembalap-pembalap menjalankan motornya di dinding-dinding kayu. Iya jadi mereka naik motor dengan kemiringan 45°. Mereka membuat dinding-dinding kayu itu seperti jalanan lurus tempat memacukan motor balapnya. Terkadang juga berpacu dengan motor lainnya, berpapasan dengan pembalap lainnya. Adrenalin kita dipacu untuk menyaksikan acara ini. Jika Anda punya penyakit jantung, saya sarankan untuk tidak menonton acara ini secara langsung. Tetapi saat saya menonton, ada juga batita yang ikut menonton. Iya Anda tidak salah baca, seorang BATITA, kira-kira usianya 22-26 bulan dan gadis cilik itu baik-baik saja saat menonton acara tong setan ini. Setelah beberapa menit sebelum mengakhiri permainan, beberapa penonton menyawer beberapa ribu untuk para pembalap ini. Kerennya, mereka tahu mana yang Rp 2.000 mana yang Rp 5.000 meski dalam kecepatan tinggi. Woow..

Sekarang adalah kesempatan Han juga untuk menikmati arena permainan tradisional tapi belum saatnya menikmati ((MENIKMATI)) acara tong setan. Saatnya Han untuk merasakan juga naik komedi putar, biang lala dan permainan anak lainnya. Tapi kami mencukupkan Han naik komedi putar dan biang lala saja.

Apa Han naik sendiri? Oh tentu tidak, ya sama Ibunya dong.

Awalnya saya merasa risih jika harus menemani naik permainan tersebut tapi melihat mahmud-mahmud lain juga menemani anaknya naik permainan ini, akhirnya saya malah keranjingan. Hahaha.

http://www.ranirtyas.com/2016/06/dandangan-kudus-2016-wahana-permainan.html
Han shok habis berputar di komedi putar

Lucunya saat naik komedi putar ini, kita bisa naik semau kita selama belum pusing. Beda saat saya masih kecil di mana pengunjung naik bareng-bareng dan turun juga bareng-bareng. Jadi jika sudah pusing naik komedi putar kita bisa minta untuk menghentikan komedi putar tersebut.

Setelah turun dari komedi putar, rupanya Han langsung menunjuk biang lala. Ahh.. sehati sama Ibu nih.

Mengingat Han yang menangis saat turun gunung di bukit Ardi Lawet menjadikan saya waspada saat mengajaknya naik biang lala. Daripada nangis di dalam, lebih baik Han saya gendong saja di pangkuan. Benar saja, Han pegangan erat sekali sama Ibunya. Nanti juga terbiasa dengan ketinggian.


Belum sampai diberhentikan, saya sudah minta untuk menyetop biang lala ini karena Han sudah mulai panik minta turun. Ya sudahlah, daripada nangis di dalam. Untungnya mas-masnya baik hati mau menurunkan kami.

Tips untuk Ibu yang mau mengajak anaknya ke arena permainan tradisional.

1| Siapkan baju hangat karena area permainan biasanya dibuka malam hari sehingga angin lebih kencang apalagi ketika sudah naik di salah satu wahana permainan.
2| Biarkan anak memilih sendiri permainan mana saja yang diinginkan.
3| Jika anak Anda meminta Anda untuk ikut, tidak ada salahnya juga untuk menyertainya.
4| Berikan konsep sekali saja untuk satu wahana permainan.
5| Pastikan wahana permainan aman untuk Anda.
6| Perhatikan tanda-tanda saat anak Anda sudah bermain di dalamnya, segera sudahi jika anak Anda sudah merasa tidak nyaman.

Karena ini masih dalam event Dandangan di Kudus, besok akan saya ceritakan juga versi Dandangan yang lain. Sampai ketemu besok ya.

comments

6 komentar:

  1. Wah, tahun 2015 saya ke dandangan nih, ternyata ke pasar malam, ada komedi putar, jalanannya muaaceet, sampe nggak kebagian parkiran hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya memang macet area situ. Parkiran sekarang banyak kok Mbak Tia, tapi ya tetap harus waspada mana parkir yang aman dan mana yang kurang aman.

      Hapus
  2. templatenya imut banget mbak..genggem donyo langkung seratan itu artinya apa mbak?aku ga bisa b kromo. wah asyik ya..kalo di semarang dugderan..

    BalasHapus
  3. wah,,jadi semacam pasar malam ya
    sudah lama tidak ke kudus..jadi kangen budhe yang tinggal di wergu wetan
    dulu orangtua saya sekolah pga di kudus

    BalasHapus
  4. seruu yaa... masing2 daerah memang punya acara khas sendiri sebelum ramadhan.. tapi kyknya di jkt aku g prnh ngeliat acara yg mirip2 begini.. -__- .pdhl paling suka kalo ngeliat tempat yg penuh dgn jualan dan wahana anak begini :D.. b

    BalasHapus

Komentarnya sementara dimoderasi ya 😁 dan jangan tinggalkan link hidup. Nanti BW baliknya lewat profil teman-teman. Terima kasih untuk tidak menggunakan "ANONIM".

Recommendations by Engageya