Rabu, 08 Juni 2016

Pemeriksaan Papsmear dan Sadari Gratis di Sarana Medika Kudus

Kabar gembira untuk warga Kudus terutama untuk para wanita karena Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) bekerja sama dengan Laboratorium Medis Sarana Medika mengadakan Pemeriksaan PAPSMEAR dan SADARI gratis.


BPJS secara rutin sering mengadakan pemeriksaan PAPSMEAR gratis. Hanya saja tahun ini, kebetulan saya baru tergugah untuk ikut memeriksakan diri, itupun berkat dorongan dan dukungan teman saya. Berharap semua sehat selalu. Test PAPSMEAR dan Sadari ini akan diselenggarakan sampai bulan November 2016 tetapi bila sudah mencapai kuota 400 orang akan dihentikan. Memang kuotanya terbatas. Beruntung saya baru mendapatkan nomor 52 kemarin. Jadi saya ingin bercerita sedikit kepada Anda apa yang dimaksud test papsmear dan bagaimana cara-caranya agar bisa ikutan test gratis papsmear ini.

Apa sih test papsmear itu dan apa kegunaannya


Papsmear atau tes Pap adalah pemeriksaan dengan mengambil contoh sel-sel leher rahim, kemudian dianalisa untuk mendeteksi dini kanker leher rahim (kanker serviks). Sebagaimana kita tahu, kanker serviks adalah pembunuh wanita no 2 di dunia setelah kanker payudara. Selain itu, dengan tes papsmear kita juga bisa menemukan adanya infeksi atau sel-sel yang abnormal yang dapat berubah menjadi sel kanker sehingga kita bisa segera melakukan tindakan pencegahan. 

source : wikipedia

Papsmear dianjurkan dilakukan oleh setiap wanita, terutama mereka yang telah berkeluarga dan sudah pernah melahirkan. Jika Anda melakukannya secara rutin, maka Anda telah melakukan tindakan pencegahan kanker leher rahim yang terbaik. 


Syarat Pelayanan Test PAPSMEAR


1| Peserta BPJS Kesehatan

Yes, karena penyelenggaranya adalah BPJS jadi pastikan Anda sudah terdaftar sebagai anggota BPJS Kesehatan. Atau bisa juga yang mempunyai kartu Askes, Jamkesmas, dan KIS yang semuanya sudah tercakup dalam golongan JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).

2| Perempuan dan sudah menikah (usia di bawah 30 tahun harus melampirkan fotokopi surat menikah)

Papsmear ini hanya bisa dilakukan kalau Anda sudah menikah. Terus kalau belum menikah tidak boleh melakukan test papsmear? Boleh saja kok. Tetapi wanita yang sudah menikah yang notabene dalam masa aktif melakukan hubungan seksual lebih wajib melakukan test papsmear ini karena aktivitas seksual merupakan salah satu predisposisi kanker serviks. Sehingga papsmear menjadi salah satu pemeriksaan yang penting dilakukan oleh perempuan yang telah aktif secara seksual.

3| Fotocopy KTP dan Kartu BPJS Kesehatan / ASKES / JAMKESMAS / KIS

4| Terakhir melakukan pemeriksaan papsmear minimal 1 tahun yang lalu (365 hari).

Semua wanita dianjurkan untuk melakukan test papsmear minimal setahun sekali untuk pencegahan kanker serviks. Biasanya dilakukan oleh dokter kandungan di Rumah Sakit Bersalin atau Klinik Bersalin.

Tetapi kemarin saya melakukan test papsmear di Sarana Medika Kudus, yang melakukan testnya adalah petugas laboratorium. Tenang saja, petugasnya wanita kok. Pemeriksaan dilakukan petugas di ruang tertutup (ya iyalah mosok di ruang terbuka, macam operasi yang dilakukan oleh dr Myeongjo di serial descendant of sun). 


Petugas akan memasukkan spekulum yang bentuknya seperti cocor bebek ke liang vagina, lalu mengambil cairan dari dinding rahim. Cairan dari serviks tersebut kemudian dioles pada object glass dan dibawa ke laboratorium untuk proses dan membutuhkan waktu sekitar 3–7 hari untuk didapatkan hasilnya. Prosesnya tidak sakit kok, seperti saat tim medis melakukan pengecekan pembukaan rahim kita sewaktu proses kelahiran. Yang perlu diperhatikan adalah tetap tenang dan rileks, tarik nafas lalu keluarkan perlahan. Jangan tegang juga karena liang vagina kita akan menyempit sehingga mengganggu proses pengambilan cairan kita.

http://www.ranirtyas.com/2016/06/papsmear-dan-sadari-di-sarana-medika.html

Sebelum melakukan papsmear, kita perlu juga mempersiapkan hal-hal berikut.


1| Pemeriksaan papsmear hanya bisa dilakukan ketika Anda TIDAK sedang haid atau ada perdarahan. Lakukan pemeriksaan seminggu sesudah haid selesai.

2| Tidak boleh berhubungan seksual sebelumnya, minimal tiga hari (3x24 jam).

3| Tidak boleh memakai douch, cairan pembersih vagina atau antiseptik sejenisnya yang dimasukkan ke dalam vagina (Namun untuk membersihkan daerah bagian luar vagina masih diperbolehkan).

4| Tidak sedang hamil. Lakukan pemeriksaan papsmear sebaiknya dilakukan dua atau tiga bulan setelah melahirkan, atau ketika darah nifas sudah bersih.

Biasanya, untuk melakukan test papsmear ini selain di dokter kandungan dapat juga dilakukan oleh bidan terlatih. Mengenai harga sangat bervariasi, jika dilakukan di puskesmas atau rumah sakit yang mendapatkan subsidi dari pemerintah biaya berkisar Rp 50.000 – Rp75.000, namun apabila dilakukan di tempat praktek Dokter Kandungan (S.Pog) biaya papsmear mencapai Rp 300.000 - Rp 350.000. Beruntung BPJS mengadakan gratis test papsmear ini. Caranya cukup pergi ke laboratorium Sarana Medika Kudus, Jl Bhakti No 84 Kudus. Telp (0291) 442992. Sarana Medika Kudus buka dari hari Senin – Sabtu, jam 06.30 – 21.00 WIB. Jangan ke sana pas hari Libur Nasional atau Hari Besar ya, karena sudah jelas tutup laboratoriumnya.

http://www.ranirtyas.com/2016/06/papsmear-dan-sadari-di-sarana-medika.html
Klik untuk memperbesar

Ayuk warga Kudus, periksakan diri kita untuk pencegahan kanker serviks dan kanker payudara, kuota terbatas lho.

comments

10 komentar:

  1. papsmear penting banget untuk wanita seperti kita (maksudnya wanita yang sudah nikah, hehe) ini yah Mba Rani, dan lebih bersyukur lagi karena acaranya di bawah naungan BPJS kesehatan :)

    semoga BPJS di daerah saya juga mau melaksanakan ini, amin..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Semoga didengarkan Mbak Ira

      Hapus
  2. waah... ternyata BPJS ada tes papsmear gratis juga ya... tapi di tempat saya belum terdegar nih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sering-sering tengok klinik kesehatan atau kantor BPJS mbak. Siapa tahu sudah ada

      Hapus
  3. Wah ini penting bgt nih
    Buat jaga2 sejak dini
    Tp suka risih klo barang bawah diobok obok wakakaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Nita.. wanita perlu beware ini

      Hapus
  4. Syerem nih kalau denger cerita yang dah pernah kena kanker serviks. Iiih. Tapi aku juga belum nyoba papsmear...harus sih sebenernya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau ada kesempatan coba saja Mbak.. cepet kok prosesnya

      Hapus
  5. Semoga di Pekalongan juga ada ya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Biar para wanita bisa lebih berhati-hati ya

      Hapus

Komentarnya sementara dimoderasi ya 😁 dan jangan tinggalkan link hidup. Nanti BW baliknya lewat profil teman-teman. Terima kasih untuk tidak menggunakan "ANONIM".

Recommendations by Engageya