Sabtu, 25 Juni 2016

[REVIEW MOVIE] My Brilliant Life

Annyenghaseo.. Sebagai seseorang yang mengaku penggemar drama korea rasanya malu kalau di tag “K-Drama” baru terdapat 6 film/drama yang direview. Sebetulnya sudah banyak yang ditonton, tapi kebanyakan juga pasti sudah ditonton khalayak ramai. Jadi mau diceritakan juga bagaimana ya, hahhaha. Tapi kali ini semoga yang menonton baru sedikit, eh banyak juga tidak apa-apa sih, nanti kita sharing di kotak komentar. Ayo dong kakak, ramein kotak komentarku..

Film yang mau saya bahas ini sudah ditonton setahun yang lalu tapi baru mau ditulis sekarang. Saya tidak sanggup untuk menuliskannya karena film ini its too perfect. Wajib ditonton bersama keluarga, eh tapi jangan dink kecuali sudah disensor terlebih dahulu. Bersaing dengan The Pursuit of Happines. Film keluarga layak tonton. Its so awesome. Bahkan ketika nonton untuk kedua atau ketiga kalinya, saya tetap mencari kotak tissue. So film yang mau saya bahas adalah

My Brilliant Life


Director: Je-yong Lee
Cast: Hye-kyo Song, Dong-won Kang, Kap-su Kim
Release year: 2014

http://www.ranirtyas.com/2016/06/review-movie-my-brilliant-life.html

Diadaptasi dari sebuah novel bestseller karangan Kim Aeran yang berjudul “My Palpitating Life” yang mengisahkan sepasang suami – istri, Dae Soo (Kang Dong Won) dan Mi Ra (Song Hye Kyo) yang tengah berjuang mengasuh anak semata wayang mereka Ah Reum (Kim Kap Su) yang menderita penyakit langka bernama Progeria Syndrom atau percepatan pertumbuhan yang istilah lainnya adalah penuaan dini. Entah kebetulan atau tidak karena Dae Soo dan Mi Ra juga mengalami pernikahan dini. Penuaaan dini vs Pernikahan Dini?

Pernikahan dini.. bukan cintanya yang terlarang.. Hanya waktu saja belum tepat, untuk merasakan semua..

Oke maaf, itu efek mendengarkan kakak Retno yang habis smule. Udah gitu dikoplo lagi lagunya -_-

Okey! Baiklah.. Tidak ada hubungannya antara penuaan dini dan pernikahan dini.

Progeria merupakan penyakit kelainan genetika yang langka dan mematikan. Penyakit yang juga dikenal dengan nama sindrom Hutchinson-Gilford ini, akan membuat fisik bayi menua terlalu cepat. Proses penuaan cepat ini akan dimulai dalam dua tahun pertamanya setelah dilahirkan. Progeria tidak menular dan bukan penyakit turunan, kondisi ini bisa menimpa siapa saja tanpa membedakan jenis kelamin atau ras. – Alodokter.

Ya Allah semoga kita semua dan keturunan kita dihindarkan dari penyakit langka seperti itu ya Sahabat Ran.  Aamiin.

Awalnya saya sedikit bisa menebak ketika Ah Reum mulai menuliskan di diary elektroniknya tentang kisah kedua orang tuanya awalan bertemu, dan tentang penyakit langkanya ini pasti berkahir dengan sad ending. Tapi karena ibu Ah Reum dimainkan Song Hye Kyo, entah kenapa saya optimis film ini pasti sangat bagus. Haha. 

http://www.ranirtyas.com/2016/06/review-movie-my-brilliant-life.html

Mi Ra – Song Hye Kyo


Setdah.. film ini memang mengambil tema maju mundur cantik. Termasuk ke masa lalu ketika Mi Ra muda bertemu dengan Dae Soo muda di pinggiran sungai. Mi Ra yang diperankan oleh Song Hye Kyo terlihat tidak menunjukkan bahwa pemain film ini sudah berusia 30 tahun lebih! Kakak, tularkan aku kecantikanmu yang awet muda dong kakak!

Mungkin make up yang natural juga endebrai-endebrai mampu mengusir kerutan muka, but her body when she using uniform. Itu bodi benar-benar menunjukkan bodi anak SMA. Langsing amir. Mungkin karena postur tubuh yang tidak terlalu tinggi juga kali ya.

http://www.ranirtyas.com/2016/06/review-movie-my-brilliant-life.html

Benar saja, setelah memerankan anak SMA Song Hye Kyo menjelma menjadi seorang Ibu yang luar biasa. 

Dae Soo – Kang Dong Won


Baiklah saya akui, saya baru melihat Kang Dong Won di film ini. Sebelumnya lupa pernah lihat di mana. Dari 51,5 juta penduduk Korea mana mungkin lah saya hapal aktor dan aktris di sana semua. Jadi tidak mau banyak berkomentar tentang bapak muda ini – karena dia adalah ayahnya Ah Reum.

Dae Soo meskipun berandalan pada mudanya, bahkan terlihat seolah seperti seorang gangster tapi dia adalah orang yang baik. Itulah kenapa Mi Ra sangat menyukainya hingga mau menikah dengannya. Juga mampu menjadi ayah yang hebat untuk Ah Reum.

Ah Reum – Kim Kap Su


Sebagai seorang anak yang berusia 16 tahun, Ah reum juga mempunyai keinginan yang sama seperti anak-anak pada umumnya. Ah Reum juga mempunyai ketertarikan pada seorang gadis yang telah mengiriminya email meskipun itu hanya settingan seorang produser.

Ah Reum merupakan anak yang sangat kuat. Meskipun sempat juga mengalami cruncky beberapa waktu.
http://www.ranirtyas.com/2016/06/review-movie-my-brilliant-life.html

Favorit Quote :


Ah Reum tidak pernah menyesali hidupnya, termasuk juga dengan penyakit langka yang dideritanya. Hingga dia bercerita :

Ayah pernah bertanya padaku, ingin jadi apa aku nanti. Aku menjawab ingin menjadi ayah, ayah yang seperti ayahku. Lalu ayah bertanya lagi, dari banyak hal baik di dunia kenapa ingin menjadi seperti aku, lalu aku jawab lagi agar aku mengerti bagaimana rasanya menjadi ayah yang memiliki anak seperti diriku.

Kesan-Kesan terhadap Film My Briliant Life.


Meskipun my briliant life bersetting cerita sederhana, tentang perjuangan suami istri yang membesarkan anak dengan Progeria Syndrom tetapi film ini sarat makna. Bagaimana seseorang untuk kepentingan filmnya menggunakan kebahagiaan palsu untuk menipu anak yang sedang menghadapi maut. Bahkan meski kebanyakan menguras air mata, sesekali kita akan dibawa tertawa oleh tingkah konyol Dae Soo juga Mi Ra. Aneh rasanya melihat pasangan suami istri yang sudah memiliki anak remaja tetapi terkadang sikap mereka konyol juga aneh.

Justru karena Ah Reum lah, mereka mampu bersikap dewasa.

Jika boleh menyarankan sih, ketika Ah Reum yang diceritakan dalam keadaan bahagia juga sehat seharusnya menggunakan tubuh Kim Kap Su yang asli. Kap Su tidak kalah ganteng dibanding Kang Dong Won (bapaknya Ah Reum) kok, kenapa harus diganti dengan anak muda yang ganteng juga putih. Awalnya saya tertipu jika si ganteng itu adalah sosok di balik Ah Reum. Ternyata Ah Reum yang asli seperti gambar di bawah ini.

http://www.ranirtyas.com/2016/06/review-movie-my-brilliant-life.html

Saran saya siapkan sekotak tissue jika kamu berminat menonton film ini dan bersiap-siaplah untuk selalu terkenang seperti kita habis menonton The Pursuit of Happines. Kini saya lebih belajar untuk mensyukuri hidup yang saya punya.

comments

17 komentar:

  1. Sejak nonton drama Hyo Kyo bareng Rain tu, aku juga suka nonton drama-drama yg diperankan dia mbak. Sepertinya dia memang pinter milih film ya. Mkg setelah the Doctor ni, aku mau nonton film ini ah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Song Hye Kyo memang pintar dan berbakat ya Mbak

      Hapus
  2. Mbak Rani, saya juga penyuka drama Korea. Baru saja menghabiskan seri Jackpot yang dibintangi Jang Geun Suk. The pursuit of happiness ini belum nonton. Nanti mau coba ah

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini saingannya the Pursuit of Happines mbak, beda judul juga beda cerita

      Hapus
  3. Ini film lama kan ya mak? Cowoknya sekilas mirip Joo Won

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mirip ya mak, baru nyadar. Iya ini kan memang release tahun 2014 ^^

      Hapus
  4. Wahhhhh aku beli ini dvdnya tapi blom kutonton hihi
    Mengharukan d3h agaknya

    BalasHapus
  5. Memang gaya bahasa mbak Rany ini kocak.. kocak tapi serius, baca juga kayak ngalir gitu aja haha... pengen nonton kapan kapan ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. cus mbak.. siapin tissue juga kalo nak nonton :D

      Hapus
  6. Balasan
    1. kita harus setrong Nay buat nonton ini..

      Hapus
  7. eh itu yang main endless love ya ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kakak, yg main di descedant of the sun juga

      Hapus
  8. sudah lama penasaran sama film ini, makasih Mba Rani sudah menuliskan reviewnya. mau donlot filmnya ah.. :)

    BalasHapus
  9. Aaaaaaah, Drakor ya :' entah kenapa ya, tiap ada temen yang nonton drakor dan aku ikutan nonton, yang jadi fokus utamaku itu si pemeran ceweknya :'

    BalasHapus

Komentarnya sementara dimoderasi ya 😁 dan jangan tinggalkan link hidup. Nanti BW baliknya lewat profil teman-teman. Terima kasih untuk tidak menggunakan "ANONIM".

Recommendations by Engageya