Rabu, 29 Juni 2016

Sahabat untuk Kulit Bayi Sensitif #LactacydBaby

http://www.ranirtyas.com/2016/06/sahabat-untuk-kulit-bayi-sensitif.html

Hai Ibu-Ibu, apakah sudah mengajak si kecil bermain hari ini?

Meskipun sekarang ini musim pancaroba bukan berarti menyurutkan semangat kita untuk tetap bermain dengan si kecil ya. Sayangnya banyak juga yang malah sakit karena cuaca yang tidak menentu. Bukan cuma sakit flu dkk, tapi bisa juga menimbulkan alergi pada kulit si kecil.

Terjadi pada saya, perubahan cuaca yang ekstrim menyebabkan kulit anak saya alergi. Sebetulnya sih Han (19mo) sejak lahir sering mempunyai masalah dengan kulitnya, mulai dari sering iritasi ringan, kemerahan, gatal-gatal, bahkan cradle cap. Mungkin anak saya memang termasuk golongan bayi dengan kulit yang sensitif.

Kulit Bayi Sensitif


Bayi identik dengan kulit yang halus juga lembut, tetapi sebetulnya bayi memiliki kulit yang lebih sensitif dibanding orang dewasa. Kulit sensitif adalah kondisi kulit yang rentan bakteri karena bersifat asam rendah.  Bayi memiliki pH yang lebih tinggi (antara 6,5 – 7) dibandingkan orang dewasa yang mempunyai PH antara 4 – 5 menjadikan kulitnya lebih sensitif dikarenakan tingkat pH yang mendekati netral (pH netral = 7) sehingga bersifat asam tetapi dengan tingkat keasaman yang rendah. Selain itu kulit sensitif sebetulnya juga bisa disebabkan dari faktor eksternal tubuh, semisal dari popok, baju, cairan pembersih, bahkan karena temperatur air mandi juga. Maka biasanya iritasi yang bisa terjadi pada bayi adalah sibarrhea, ruam popok, kemerahan, gatal-gatal termasuk di dalamnya biang keringat.
http://www.ranirtyas.com/2016/06/sahabat-untuk-kulit-bayi-sensitif.html

Kemerahan / Gatal


Kulit bayi yang mendadak berwarna merah disertai gatal bisa jadi karena terkena eksim. Bayi yang menderita eksim biasanya terjadi kemerahan dan sangat gatal, dapat terjadi di tangan bayi, leher, wajah, punggung lutut dan bagian dalam siku. Hal ini disebabkan karena penghalang pelindung kulit yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya. 

Biang keringat juga sering menjadi penyebab gatal pada anak. Apalagi saat musim panas, kipas angin bukan menjadi solusi ya Buibu. Penyebab biang keringat  adalah dikarenakan keringat berlebih yang tidak bisa keluar karena terjadi penyumbatan pada saluran kelenjar keringat. Makanya terjadi bintik-bintik kecil yang muncul akibat biang keringat disertai rasa gatal ataupun tidak. Tergantung dari jenis biang keringatnya.

source FP Lactacyd Baby


Iritasi Ringan


Iritasi ringan terkadang terjadi di  lipatan-lipatan tubuh bayi, biasanya di lipatan leher, lipatan lengan, lipatan paha, selakangan juga ketiak. Lipatan mengandung pH yang lebih tinggi dibanding bagian tubuh yang lainnya sehingga kondisi lipatan tersebut lebih sensitif. Lipatan-lipatan tersebut memerlukan perawatan ekstra mengingat letaknya yang mampu menimbulkan tumpukan kotoran dari keringat, bedak atau bahkan debu. Jika dibiarkan akan menimbulkan iritasi.

Ruam Popok 


Begitu pula dengan ruam popok, penyebab utama ruam popok sebenarnya adalah karena kulit terlalu lama tertutup popok. (maaf) Pantat bayi biasanya terjadi bintik-bintik merah atau bahkan sampai luka lecet bila popok terlalu lama digunakan, apalagi jika popok ternyata sudah menampung banyak pipis sehingga pantat bayi basah sehingga terjadilah ruam popok.

Agar tidak terjadi ruam popok kita bisa mencegah dengan cara-cara berikut lho Buibu

1| Segera ganti popok yang kotor

Bayi yang baru lahir, intensitas BABnya masih terbilang sering. Itu dikarenakan organ tubuh bayi masih dalam proses belajar, termasuk organ perut. Sehingga BAB masih sering dilakukan. Jika bayi BAB, segera ganti dengan popok yang baru. Popok yang kotor dapat menyebabkan ruam popok salah satunya, juga dapat menimbulkan penyakit lainnya karena kulit terlalu lama terpapar dengan kotoran. Makanya bayi yang baru lahir masih pada menggunakan popok tali sehingga memudahkan untuk segera ganti popok yang kotor. Akan tetapi tidak sedikit juga yang sudah beralih ke popok kain atau popok sekali pakai.

Sebaiknya juga jangan menunggu popok sampai terkena BAB baru diganti, usahakan ganti popok bila dirasa sudah penuh atau setidaknya setiap 4 jam sekali.

2| Berikan waktu untuk kulit bernafas

Sesekali setelah waktunya ganti popok, coba Ibu-Ibu jangan pakaikan popok sementara waktu karena kulit bayi pun perlu bernafas. Selain itu, beberapa bayi bahkan banyak bergerak setelah dilepaskan popoknya.

3| Setelah membasuh, tepuk-tepuk sampai kulit kering

Bila ingin mengganti popok yang baru, juga biasakan untuk membasuh bayi kita dengan air bersih. Tidak lupa setelahnya lap dengan kain lembut dan tepuk-tepuk sampai kulit kering baru dipakaikan popok kembali. Takutnya jika kulitnya masih basah, tidak ada bedanya dia ketika masih menggunakan popok yang sudah penuh isinya, malah jadi menimbulkan ruam popok. 

4| Jangan gunakan popok yang terlalu ketat

Penggunaan pakaian ketat pada orang dewasa bisa menimbulkan lecet di bagian tubuh tertentu, begitupun dengan popok karena kulit bayi yang lebih sensitif daripada kita. Bila memakai diapers sekali pakai, di situ tercantum ukuran yang sesuai dengan berat tubuh bayi kita, begitu juga dengan popok kain modern, tinggal sesuaikan saja lingkaran perutnya dengan kancing di popok kain tersebut.

5| Gunakan Lactacyd baby setiap mandi

Kulit sensitif bayi hanya bisa bersahabat dengan sabun pembersih bayi yang berfomula lembut. Maka diperlukan sabun pembersih bayi khusus untuk membasuh pantat si kecil. Lactacyd baby diciptakan dengan formula khusus untuk bayi.

Perbedaan Kulit Sensitif dan Alergi


Sampai sekarang saya masih sulit membedakan antara Han yang berkulit sensitif ataukah dia terkena alergi. Berbeda dengan kulit sensitif yang bersifat rentan bakteri dikarenakan asam rendah, alergi adalah respon abnormal dari sistem kekebalan tubuh. Alergi akan menimbulkan respon yang berlebihan pada daerah sensitif kulit bila terkena benda asing. 

Alergi tidak akan muncul jika tidak ada pencetus alergi atau disebut alergen. Alergen bisa dari berbagai macam hal, semisal makanan (ikan, kacang-kacangan dll tergantung alergennya), susu dan turunannya, atau bahkan udara seperti dijelaskan sebelumnya.

Alergi juga dapat dicegah dengan rutin menggunakan Lactacyd Baby lho Ibu-Ibu.

Perawatan dengan Lactacyd Baby


Lactacyd Baby diciptakan khusus untuk mengatasi kulit bayi yang sensitif dengan diformulasikan dengan pH 3 – 4 serta tidak menyebabkan pedih pada mata. Lactacyd Baby dapat kita gunakan untuk seluruh tubuh si Kecil, termasuk kepalanya. Wah cocok ini untuk mengatasi cradle cap di kepalanya Han.

Selain itu Lactacyd Baby juga mengandung ekstrak dari susu untuk menjaga kelembaban kulit dan pH nya sesuai dengan kulit bayi. Sedangkan untuk anak-anak yang berpotensi alergi terhadap susu dan turunannya, Lactacyd Baby masih dapat digunakan dan aman karena pada dasarnya alergi susu bersifat lactose intoleran atau pencernaan sehingga aman digunakan untuk pemakaian luar. Selain itu, Lactacyd Baby memiliki komposisi yang sesuai dengan kriteria sabun pembersih yang baik.

Kriteria sabun pembersih bayi yang baik adalah yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1| Sabun pembersih cairan bayi harus memiliki pH asam, 
2| Menggunakan bahan-bahan yang alami,
3| Sudah teruji secara klinis mengenai efektifitas membersihkan kulit.

http://www.ranirtyas.com/2016/06/sahabat-untuk-kulit-bayi-sensitif.html


Selain itu, cara memandikan bayi pun ada tekniknya agar terhindari dari masalah kulit sensitif.

1| Gunakan air dengan suhu normal

Berapa suhu normal yang dianjurkan untuk mandi adalah sekitar 36°. Penggunaan air yang terlalu panas juga dapat merusak kulit. Sedangkan penggunaan air yang terlalu dingin justru bisa menyebabkan pH asam. Maka yang paling pas untuk digunakan mandi adalah suhu normal tubuh kita, bila tidak punya termometer cukup rasakan air kira-kira hangatnya mendekati suam-suam kuku.

2| Lakukan mandi selama 5 menit

Sebaiknya mandinya juga jangan terlalu lama, 5 menit aja cukup untuk bersih-bersih, karena menjaga kelembaban dan suhu tubuh juga.

3| Gunakan sabun pembersih bayi dengan pH tinggi yaitu Lactacyd Baby Liquid

Seperti dijelaskan di atas, Lactacyd Baby mempunyai pH tinggi antara 3 – 4 untuk menormalkan pH kulit bayi yang rendah. Fungsi tingkat pH yang asam itu untuk menjaga bakteri normal. Termasuk daerah lipatan-lipatan bayi agar kita bersihkan secara teliti. Lipatan-lipatan kulit bayi memiliki kecenderungan pH tinggi.

http://www.ranirtyas.com/2016/06/sahabat-untuk-kulit-bayi-sensitif.html


Cara penggunaan Lactacyd Baby adalah dengan mencampurkan 3 – 4 sdt atau sekitar 5 ml ke dalam air bak mandi si kecil. Lalu mandikan seperti biasa tanpa menggunakan sabun lagi, juga gosok tubuh anak kita dengan penuh cinta terakhir bilas hingga bersih. Lactacyd Baby juga dapat digunakan untuk wajah dan kulit kepala lho Buibu. Cara memakainya pun sama persis ketika menggunakan shampo.

Bila pada kondisi tertentu, kita bisa membasahi kapas dengan Lactacyd Baby lalu ditotol-totolkan ke bagian tubuh yang mengalami iritasi sebelum dibilas kembali.

Bahkan ketika Han sedang sakit dan saya hanya melakukan sibin (mandi kecil), Lactacyd Baby tetap saya tuangkan ke air untuk sibin Han.


Jadi seperti apa sih Lactacyd Baby ini, yuk kita lihat satu-satu.

Kemasan :


Produknya berwarna putih bersih ya, didominasi dengan logo Lactacyd Baby yang mungil ada gambar beruang lucu sedang berpegangan pada payung. Jangan sampai keliru dengan Lactacy White Intimate yang buat pembersih kewanitaan ya Buibu, Lactacyd Baby ada tulisannya pH 3 – 4.

http://www.ranirtyas.com/2016/06/sahabat-untuk-kulit-bayi-sensitif.html


Dilengkapi tutup botol fliptop agar mudah menuangkan ketika akan mandi. Jadi tidak usah pusing-pusing eh putar-putar tutup botolnya, tinggal klik lalu tuang deh.

Bahan-Bahan / Komposisi :


Aqua, TEA-lauryl sulfate and Ammonium lauryl sulfate, Ethyleneglycol stearate, Diethyleneglycol stearate, Hydrogenerated peanut oil, Lactic acid, lactoserum, Ethylhydroxyethylcellulose, Natural orange flavour, Sodium methyl paraben, Sodium hydroxide, Cholesterol, Phosporic Acid.

Oke, buat yang kurang mengerti istilah kimia seperti saya, saya coba sarikan dari ahlinya bahwa kandungan lactic acid dan lactoserum dari ekstrak susu berfungsi untuk membunuh kuman dan mencegah pertumbuhan bakteri jahat.

Ukuran pH :


Untuk membuktikan pH nya 3 – 4 seperti pada kemasan, mari kita coba buktikan dengan kertas uji pH berikut ini.

http://www.ranirtyas.com/2016/06/sahabat-untuk-kulit-bayi-sensitif.html


Jika biasanya untuk membuktikan asam basa suatu larutan, digunakan kertas lakmus asam basa. Maka kali ini saya menggunakan kertas uji pH yang lebih praktis saja. Kita tinggal mencelupkan kertas uji kadar pH ke larutan yang akan kita test lalu kita bandingkan hasilnya dengan label yang berada di kemasan tersebut.

Oke, jadi benar ya Lactacyd Baby ini diuji dengan kertas uji kadar pH berubah warna mendekati tabel no 3 yaitu dengan kadar pH 3 membuktikan Lactacyd Baby bersifat asam.

Konsistensi :


Lactacyd Baby memiliki konsistensi yang cukup encer dengan warna putih susu.

Aroma :


Ada aroma sedikit menyengat ketika kita baru mencium aroma tersebut dari wadahnya langsung, tetapi jika dicairkan dalam air, aromanya berubah menjadi lembut. Begitu pula jika ditotolkan pada kulit bayi kita, seperti ada wangi susu yang menempel pada kulit bayi kita.

Efek Pemakaian :


Meskipun berkonsistensi cairan encer tetapi ketika digosok-gosokkan pada tangan akan timbul buih-buih kecil menyerupai sabun mandi. Mirip ketika kita menggunakan sabun cair biasa. Tidak salah jika setelah menggunakan Lactacyd Baby, kita tidak perlu lagi menggunakan sabun mandi lagi.

Han memang sering mengalami masalah pada kulitnya. Alhamdulillah sejak pemakaian dari sejak lahir sampai sekarang Han sudah jarang sekali gatal-gatal atau kemerahan, biang keringatpun hilang. Saya memang khusus menotolkan Lactacyd Baby ke bagian tubuh yang sering terkena biang keringat. Selain itu penggunaan baju yang tidak ketat dan berbahan dasar katun juga tetap saya terapkan.

Harga :


Untuk ukuran 60 ml sekitar Rp 20.000, ukuran 150 ml sekitar Rp 55.000 dan untuk ukuran 230 ml berkisar Rp 80.000.

KESIMPULAN


Tidak rugi rasanya jika kita menggunakan Lactacyd Baby ini untuk kulit sensitif bayi kita. Kita bisa mendapatkannya di apotek, baby shop atau di supermarket terdekat.

http://www.ranirtyas.com/2016/06/sahabat-untuk-kulit-bayi-sensitif.html


Setiap bayi memiliki kulit yang sensitif, atau bahkan juga alergi. Kenali alergennya lalu hindari sebisa mungkin pencetus alergi tersebut. Bila alergi pada udara, terutama saat musim panas ada baiknya memilihkan bahan pakain yang mudah menyerap keringat, biasanya terbuat dari kain katun. Selain itu untuk meminimalisir masalah kulit pada bayi kita, kita juga perlu menjaga kebersihan tubuh bayi, termasuk di dalamnya dengan mengganti popok berkala. Salah satu cara untuk menjaga kebersihan tubuh bayi adalah dengan memakai sabun pembersih bayi yaitu Lactacyd Baby. Terima kasih Lactacyd Baby liquid, sekarang kami tidak perlu khawatir dengan masalah kulit pada anak-anak kami.

Source :
Alodokter.com

Source Picture :
pixabay CC0 public domain pictures
fanspage Lactacyd Baby
comments

13 komentar:

  1. Babyku dulu di lehernya sering muncul ruam-ruam merah. Awalnya kukira alergi, mbak. Semua makanan pencetus alergen aku hindari. Tapi tetap muncul lagi. Biasanya muncul tiga hari sekali.

    Semua merk poduk yang pernah dipakai kakaknya dulu pas biang keringat sudah kucoba. Tetep aja muncul. Coba dulu aku tahu produk ini ya. Kalau sekarang sudah nggak lagi karena sudah 10m. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lactacyd nya masih bisa dipakai sampai usia balita kok Mbak :D

      Hapus
  2. Sukses untuk kontesnya mbaak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih sudah mampir Mbak Dokter Liza :D

      Hapus
  3. Waah baby Han udah gede, itu senengnya main air.Gak takut kena bentol2 ato biang keringat y.karena ada baby Lactacyid☺

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Mbak Tanti, sudah bisa ngobrak-abrik seisi rumah

      Hapus
  4. Waah, baru tau ada kertas pH yang praktis.. taunya kertas lakmus, haha ketauan ilmu kimianya cetek :D

    Lengkap banget ulasannya mbak, sukses ya! :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. kertas lakmus kan mahal per warnanya -_- yg ini lebih murah dan praktis, tapi nyarinya yang susah.
      aamiin. Sama-sama Mbak Meriska. Sukses juga..

      Hapus
  5. Wah keponakanku juga pakai Lactacyd

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya cocok juga kan ya Mbak Tya..

      Hapus
  6. makasi mbk info.x.. q baru tahu tentang lactacyd baby ini. q mau coba buat baby q mbk. siapa tahu cocok.. :-)

    BalasHapus
  7. Dedek Han mirip bannget sama mamanya hihihi... la iya, mau mirip siapa lagi..wkwkwk

    BalasHapus

Komentarnya sementara dimoderasi ya 😁 dan jangan tinggalkan link hidup. Nanti BW baliknya lewat profil teman-teman. Terima kasih untuk tidak menggunakan "ANONIM".

Recommendations by Engageya