Kamis, 02 Juni 2016

UMKM di Dandangan Kudus 2016

http://www.ranirtyas.com/2016/06/umkm-di-dandangan-kudus-2016.html

UMKM di Dandangan 2016. Belum puas ke Dandangan Kudus kalau belum mengelilingi stand-stand dagangan meskipun kemarin malam kami juga sudah ke sini (sebetulnya cuma di area permainan). Beragam jenis dagangan ada di Dandangan Kudus, bahkan para penjual banyak yang sengaja datang dari luar kota hanya khusus untuk menjajakan makanan / dagangannya. Seperti biasa setiap tahun selalu ada penjual martabak manis, martabak ataupun pisang molen yang berjajar sepanjang jalan.


Jika tahun-tahun lalu diramaikan pula oleh para pet shop dadakan yang memamerkan hamster imut, kelinci juga marmut. Sepertinya tahun ini keberadaan pet shop dadakan tidak seramai tahun lalu. Padahal pihak pemerintah Kab Kudus dengan sengaja menambah area stand untuk event Dandangan Kudus sampai ke Jl Dr Ramelan, atau sekitar simpang 7 Kudus. Uniknya meskipun area Dandangan seluas itu karena berjajar di sepanjang Jl Sunan Kudus tetapi stand-stand dagangan yang digelar hampir mirip keunikan barang yang didagangkan di beberapa blok. Mungkin itu dikarenkan satu grup penjual panci (misalnya) menyewa beberapa kavling untuk kemudian disebar di setiap beberapa titik. Jadi jika Anda ingin membeli panci saya sarankan untuk tidak berkeliling dari ujung jalan ke ujung satunya lagi hanya untuk membandingkan harga, karena harganya cenderung sama karena para penjual itu adalah satu kelompok, kecuali jika Anda memang ingin menikmati sepanjang jalan kenangan dandangan.



http://www.ranirtyas.com/2016/06/umkm-di-dandangan-kudus-2016.html

Menariknya Dandangan kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, adanya tambahan stand UMKM. Pemkab Kudus menawarkan kepada pelaku UMKM (Usaha Kecil Mikro Menengah) dari 35 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah untuk ikut serta berpartisipasi dalam tradisi Dandangan tahun ini. Jadi jangan kaget jika Anda akan menemukan stand Kabupaten Blora di Kudus. Ada pula stand dari Dinas Pariwisata Kudus yang menawarkan paket-paket desa wisata yang ada di Kudus. Sayangnya saya tidak menemukan petugas yang bertugas membagikan brosur tersebut.

http://www.ranirtyas.com/2016/06/umkm-di-dandangan-kudus-2016.html


Kemarin saya beserta Ibu juga Han, berkesempatan melihat stand-stand UMKM tersebut. FYI, Jl Dr Ramelan ini adalah jalan perboden (satu arah dari arah Kudus Plaza menuju Alun-alun). Awalnya karena melihat peta lalu lintas Dandangan 2016, saya kira bahwa arus kendaraan yang menuju ke Alun-Alun akan dialihkan lewat jalan Ahmad Yani (jalan perboden juga untuk dijadikan 2 arah). Ternyata arus kendaraan tetap dapat lewat di belakang stand (termasuk mobil), sedangkan motor bisa memilih jalan depan stand UMKM atau belakang stand UMKM. Tetapi jalur ini ditutup pada malam hari, sehingga arus kendaraan dialihkan ke Jl Johar (menuju SMP 2 Kudus).

http://www.ranirtyas.com/2016/06/umkm-di-dandangan-kudus-2016.html


Tetapi karena kami berkunjung pada sore hari, jadinya stand UMKM masih sepi pengunjung. Bahkan beberapa motor masih seenaknya berkonvoi di depan stand. Saking sepinya ada penawaran menarik dari salah satu stand, makan di tempat dengan menu nasi kebuli gratis knalpot.

Menarik sekali dandangan kali ini, tapi disayangkan kendaraan bermotor khususnya motor masih diperbolehkan masuk ke area dandangan. Saat masih kecil saya pernah beberapa kali berjalan di belakang motor, asapnya terus mengepul mengganggu pejalan kaki seperti kami. Padahal dari rumah kami sudah berniat ingin menikmati event dandangan ini, karena di sinilah kami akan menemukan barang-barang antik dari luar kota yang biasanya harus kami hunting ketika berkunjung ke kota tersebut.

Barang favorit kami yaitu tas rajutan yang datang dari Jogja, juga teko teh yang terbuat dari tanah liat. Konon teko teh poci tersebut aslinya dari Tegal. Justru karena Dandangan, saya jadi melihat keunikan daerah-daerah lain.

Semoga keberhasilan Dandangan tahun ini kembali meningkat tingkat keberhasilannya tahun depan tanpa menggusur nilai-nilai filosofi dari Dandangan itu sendiri.

comments

2 komentar:

  1. Banyak barang-barang antik juga ya mba, tapi memang harusnya tidak diperbolehkan tuh motor lewat situ. Kan biar yang mau mampir gak keburu males duluan gara2 motor lalu lalang. Ga nyaman jadinya. Acara seperti ini tuh bagus ya, bisa membantu pelaku UMKM agar mampu bersaing dengan produk lain. Bisa juga sambil terus mempertahankan barang-barang kebudayaan ya mba.

    BalasHapus
  2. kunjungan pertamaa :)
    blognya sangat inspiratif :))

    BalasHapus

Komentarnya sementara dimoderasi ya 😁 dan jangan tinggalkan link hidup. Nanti BW baliknya lewat profil teman-teman. Terima kasih untuk tidak menggunakan "ANONIM".

Recommendations by Engageya