Sabtu, 23 Juli 2016

[Review Movie] - Usagi Drop (Bunny Drop)

Setiap anak berhak merasakan kebahagiaan, terlepas dia memiliki orang tua yang lengkap ataupun dengan anak-anak yang diangkat oleh keluarga baru. Begitulah Rin, gadis kecil berusia 6 tahun yang kini harus hidup dengan keponakannya sendiri.

Sebuah film lawas yang diangkat dari manga dengan judul yang sama yaitu "Usagi Drop" dengan penulisnya Yumi Unita, yang kemudian pernah dibuat serial anime nya juga dengan judul yang sama juga yaitu "Usagi Drop atau Bunny Drop" baru akhirnya dibuat menjadi sebuah film.

http://www.ranirtyas.com/2016/07/review-movie-usagi-drop-bunny-drop.html

Sejak dirilis tahun 2011, film Usagi Drop telah berhasil meraih penghargaan sebagai Best Newcorner di Blue Ribbon Awards. Film ini mengambil setting di Kawasaki City, Kanagawa Prefecture, Japan. Yes. Film Usagi Drop ini adalah film Jepang, of course.

Movie: Bunny Drop
Romaji: Usagi Drop
Japanese: うさぎドロップ
Director: SABU
Writer: Yumi Unita (manga), Tamio Hayashi, SABU
Release Date: August 20, 2011
Genre: Drama / Family / Father & Daughter / Award Winning
Language: Japanese
Country: Japan 

PLOT


Daikichi seorang pekerja kantoran berusia 27 tahun dan masih lajang, saat itu Daikichi sedang menghadiri pemakaman kakeknya. Pada saat itulah seluruh keluarga Daikichi terkejut akan adanya gadis 6 tahun di rumah itu yang rupanya adalah anak di luar nikah kakeknya dengan mantan pembantunya dulu. Seluruh keluarga enggan untuk mengangkat Rin menjadi keluarga mereka karena dianggap sebagai aib tetapi Daikichi tidak setuju akan perlakuan keluarganya terhadap Rin sehingga tanpa pikir panjang dia menawarkan Rin yang tidak lain adalah bibinya sendiri untuk membawa Rin pulang dan membesarkan seorang diri. Kini Daikichi belajar betapa sulitnya membesarkan anak seorang diri sebagai single parents.


LEAD ACTOR


Ken'ichi Matsuyama as Daikichi Kawachi

Saya bingung sebetulnya karena jarang nonton film Jepang jadi tidak bisa membandingkan peran-peran dia di film lain juga saya tidak tahu debutnya di dunia perfilman. Hanya saja, saya melihat Daikichi sebagai sosok single parents yang belum pernah mengeluh terhadap perjuangannya selama ini. Daikichi hanya tahu bahwa sekarang dia adalah orang tua dari Rin, seorang gadis kecil yang hanya untuk bilang ingin ke KM waktu malam saja dia tidak berani.

Perjuangan Daikichi memang pantas diperlihatkan sebagai tontonan film keluarga, bahwa seorang ayah juga sangat besar perjuangannya terhadap kehidupan anak-anaknya. Hanya saja mereka tidak tahu cara mengungkapkannya.

http://www.ranirtyas.com/2016/07/review-movie-usagi-drop-bunny-drop.html

Mana Ashida as Rin Kaga

Both of Rin Kaga, I never know her movie before coz I never seeing Japan movie. I mean infrequent. What I think is, Mana Ashida must be a genius girl to be played with Ken'ichi Matsuyama.

Rin juga tidak mau kalah berjuang bersama Daikichi. Saya penasaran, saat main film ini dia berusia berapa sesungguhnya? Mengapa dia sampai mampu mengaduk-aduk perasaan para penonton film ini.

Just on My Opinion


Memang jika dibandingkan dengan manga ataupun animenya akan banyak sekali perbedaan antara Rin yang di film maupun yang di anime. Rin di anime terlihat lebih dewasa untuk ukuran anak seusia 6 tahun. Entahlah. Apakah anak-anak di Jepang memang ada yang terbiasa untuk membuat bekal makanan orang tuanya ataukah hanya khayalan Yumi Unita. Tetapi jaman variety show masih tayang di MNC, sampai pernah ada pertandingan membuat bekal makanan yang dilakukan oleh anak SD. Wah persis seperti jaman ibu saya, yang sejak kecil terbiasa memasak. Beda sama saya #eh.

Chemistry yang dibangun oleh Daikichi dan Rin juga terasa sangat menyentuh. Ditambah dengan peran pembantu, temannya Rin - Koki Nitana membuat film ini semakin membuat tissue penonton habis dipakai ketika mereka berdua berada di makam ayahnya Koki dan Koki menangis memanggil ayahnya sedangkan Rin ikut menangis memanggil kakek. Wow. Saya pikir, Rin tidak tahu bahwa kakek adalah ayah kandungnya. Ternyata. Aw.. I m such a  melting..

Jika saja di film ini Ibu kandung Rin mau datang untuk menjemput Rin walaupun pada kenyataannya tidak, mungkin penulis cerita Usagi Drop bakal aku gigit! Arggh.. Begitu? Setelah menelantarkan Rin lalu mau meminta kembali? Untungnya writer-nim cukup pintar untuk tidak menganggap penting peran Ibu yang kabur itu. Dia memang sengaja membuat film ini berkisah antara Daikichi dan Rin.

See? Putri yang kamu tinggalkan dulu sekarang sudah hidup bahagia dan mampu mandiri. Kamu harus nonton anime nya, eh salah, maksud aku tonton film ini.

Kita akan digiring pada kebahagiaan sederhana, yaitu kebahagiaan ketika sedang bersama anak-anak kita.

Selamat hari anak nasional.


comments

7 komentar:

  1. Langsung nggolek yutub. 😁😁😁

    BalasHapus
  2. Update banget sekarang kamu mba Ran soal bginiii wuhuu

    BalasHapus
    Balasan
    1. film ini sudah lama aku nontonnya tapi baru ditulis sekarang.. daripada bersarang di kepala #halah

      Hapus
  3. serial atau film Jepang emang suka bikin nangis

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kenapa bisa gitu Mbak Dona?

      Hapus

Komentarnya sementara dimoderasi ya 😁 dan jangan tinggalkan link hidup. Nanti BW baliknya lewat profil teman-teman. Terima kasih untuk tidak menggunakan "ANONIM".

Recommendations by Engageya