Rabu, 17 Agustus 2016

Naskah Stand Up (Bukan) Comedy Tema 17an

Sebetulnya saya ini bukan komedian, tapi beberapa kali menulis di blog ini membuat saya ingin tertawa sendiri membaca tulisan saya, ditambah komentar kompor dari teman-teman. Di sini saya merasa terhibur oleh kelucuan diri sendiri yang mungkin tingkat kelucuannya hanya dipahami oleh anak saya sendiri. Ceritanya beberapa bulan yang lalu ketika mengikuti hajatan giveaway nya Pakdhe Abdul Cholik berupa Stand Up Comedy on the Blog, saya menemukan sesuatu yang unik, dan kalau dibaca lagi tetap garing. Waktu itu saya nadzar sama diri saya sendiri, kalau saya memenangkan giveawaynya Pakdhe, saya bakal mencoba stand up comedy di tasyukuran RT tempat saya tinggal. Alhamdulillah... TIDAK MENANG (Langsung sujud syukur).


Maju tidaknya ke panggung adalah hal yang berbeda ketika berbicara di depan microphone smartphone.

Sumpah, kalau maju bisa naudzubillah..

Tetapi entah kenapa jadi gatal ingin menulis naskahnya saja, tapi kali ini dengan tema 17an. Tentu saja dengan anggapan saya berdiri di depan panggung RT yang mana audiencenya adalah tetangga saya sendiri yang tidak tahu bahwa ternyata otak dan pikiran saya tidak sekalem yang mereka lihat. hahaha.

Tolong yang bilang nggak lucu, harap menyingkir.

***

Perkenalkan saya Rani, saya punya hobi menulis di blog! Jadi Bapak Ibu yang bertetanggaan sama saya siap-siap eksis juga di blog saya, karena saya hobi menulis kebaikan panjenengan semua di blog *uhuk*

[uhuknya dibaca juga]

Untuk menjadikan blog agar semakin dibaca banyak orang maka perlu disharing, biasanya saya sharingnya di social media macam google plus, twitter, juga facebook.

Bicara mengenai facebook, status yang paling banyak disharing pas hari kemerdekaan ini menurut survey, ada beberapa kategori. Kita ambil yang prosentasenya paling sedikit yaitu status yang isinya apa hubungannya makan kerupuk dengan kemerdekaan? Karena katanya itu tidak menghargai jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur, juga menggambarkan penderitaan kakek buyut kita yang diibaratkan susah mencari makan. Hei bung? Coba kalau tidak mau makan kerupuk, sediain burger kek atau apa kek yang kebarat-baratan biar tidak menggambarkan penderitaan bangsa kita. Kerupuk pan asli Indonesia? Kenapa sih nasib kamu kok begini-begini amat. Sebagai makanan asli pribumi kok disia-siakan sama orang-orang yang katanya pribumi asli. Padahal penduduk pribumi asli Indonesia itu homo wajakensis dan homo soloensis. Kita masuk yang mana? hahaha

Status ngehits kedua juga adalah kita ini sudah merdeka kalau dompet berisi Bung Karno dan Bung Hatta, kalau masih diisi sama Pattimura berarti kita itu masih berjuang. Oh please.. Jauh sebelum Pattimura berjuang, sudah ada makluk asli Indonesia yang berjuang. Berjuang buat hidup! Karena hutannya sudah habis terbakar. Bapak Ibu pasti tau kan yang saya maksud?

Yang waktu kecil sering saya mainkan seperti ini, 

Tok.. Tok.. Pak RTnya ada?

Oh ada, silakan ke belakang langsung.

Lho Pak RT kok gelantungan di situ?

Maaf saya bukan Pak RT, saya temannya Pak RT.


Mblaik... siapa yang jadi temannya Pak RT? (muka nyengir)

Lalu survey yang menduduki peringkat ke satu yaitu status yang isinya benarkah kita sudah merdeka? Cup.. Cup.. Cup.. saya kasihan sama orang ini. Hidupnya susah move on! Jadi kalau keluar rumah, dia ini kerjaannya waswas melulu. Takut ada peluru Belanda nyasar..

Ada lagi yang kadang komentar di portal sebuah berita kayak gini "Kita ini belum merdeka, karena kita masih menggunakan produk dari Cina". Helllooow.. Duh gimana ya, coba ente datang ke Kudus lalu kita sama-sama ke Loram bareng-bareng. Di sana bakal nemuin banyak barang KW sesuai aslinya.

Yah kalau nggak mau ke Loram sini saya antar ke rumahnya Pak Triyana atau ke Pak Wicaksono, mau gadget model apa? Polytron punya segala macam elektronik, makanya gaul donk ah! Mau yang sudah 4G? Oh bisa banget. Tapi di sini nggak ada sinyalnya. Hahaha.. DL.. Derita Loeh!

Dan biasanya untuk memperingati hari kemerdekaan diadakan karnaval. Sebenarnya sih saya seneng-seneng aja lihat gadis-gadis berdandan menor, lalu mbelobor di tengah acara tapi saya salut deh buat yang mengusulkan adanya karnaval pertama kali. Walaupun menghambur-hamburkan uang tapi ini hiburan kan ya? Jadi antara dosa dan pahala mungkin itu seimbang ya. Nggak ngerti deh, saya bukan panitia pencatat dan penimbang amalan dosa manusia. Saya itu blogger, hobinya nulis dan maidu orang. Sama seperti kemerdekaan ini yang nasibnya selalu dipertanyakan masyarakat Indonesia.

Ya sudahlah, apapun itu. Saya Rani dan selamat hari Kemerdekaan Indonesia ke-71. MERDEKA!
comments

10 komentar:

  1. Sopo Mbak seng biasane mbok paido :))

    BalasHapus
  2. hehehe... MERDEKA! yg penting adl bagaimana kita mengisi kemerdekaan ini dgn sebaik2nya, iyo ora mba hihihi

    BalasHapus
  3. Tok tok tok..Rani ada?
    Oh ada itu di belakang..
    Lho mba Rani koq berubah? :p

    BalasHapus
  4. mbok dibuatin videonya mbaaaak...

    BalasHapus
  5. Ngevlog kayaknya lebih seru mba, haha...

    BalasHapus
  6. usaha yang bagus :D :D
    Eh, tuh diatas minta ngevlog, udah maksa2 ngelawak di blog, minta vlog. Emang ya manusia kagak ada puasnya Ran.
    Btw..teman saya jangan dibawa2 Ran, kasian dia nyaris punah

    BalasHapus
  7. selamat hari kemerdekaan Mba Rani. Merdeka!
    btw uang kertas lima ratus rupiah itu saya juga punya loh, hihihi :D

    BalasHapus
  8. Heheheee merdeka! Kapan arisan ilmu lagi harus maju ya. Aku kebagian nyanyi lagu perjuangan bareng2. Alhamdulillah dikorbankan disuruh pegang bendera. :D

    BalasHapus

Komentarnya sementara dimoderasi ya 😁 dan jangan tinggalkan link hidup. Nanti BW baliknya lewat profil teman-teman. Terima kasih untuk tidak menggunakan "ANONIM".

Recommendations by Engageya