Jumat, 23 September 2016

Barongan Kudus dan Rombongan Pengantin

Perayaan Kemerdekaan Agustus-an kemarin di lingkungan kompleks perumahan kami dimeriahkan oleh karnaval yang dikeluarkan oleh masing-masing RT. Wah ini mah telat banget ya postingannya, tetapi memang sengaja saya undur postingannya karena sekalian berkenaan dengan Hari Jadi Kota Kudus yang ke-467 sekaligus mau menceritakan hikayat asal Kudus, Barongan dan rombongan Pengantin.


Adapun peraturannya, minimal ada 10 anak yang ikut dalam karnaval tersebut. Sedangkan dari RT kami mengeluarkan seluruh warganya untuk ikut serta, termasuk istrinya pak ketua panitia perayaan Kemerdekaan HUT RI di RT alias saya.

Awalnya saya cuma dijanjikan akan memakai adat Jawa Tengah tapi ternyata.. jeng.. jeng..

Ketua Panitia Karnaval a.ka pemilik Sangar Seni Tari Parikesit yang lokasinya di Perumahan Muria Indah sudah menyiapkan tema karnaval kali ini, yaitu seni Barongan Kudus dan rombongan Pengantin.

Semua warga menjadi penduduk desa yang iring-iring nganten, kebanyakan adalah bapak-ibu serta mbak-mbak petani. Tidak lupa juga kelompok pasukan kerajaan pengiring pengantin. Cuma saya bingung ya, yang menikah ini apa Sultan dan Ratu ya? Kok pakai pengawal kerajaan segala. Ah au ah gelap.

http://www.ranirtyas.com/2016/09/barongan-kudus-dan-rombongan-pengantin.html
Rombongan Pengantin hendak melakukan perjalanan


Buat yang penasaran kenapa kami mengambil tema Barongan Kudus dan Rombongan Pengantin..

Begini ceritanya, di jaman dahulu di mana kerajaan Jawa masih berdiri megah lebih tepatnya di lereng gunung Muria dan sekitarnya, Barongan selalu mengiringi rombongan pengantin.

Itulah mengapa Barongan Kudus berbeda dari Barongan-barongan yang berada di sekitarnya. Barongan Kudus dibuat loreng-loreng menyerupai macan muria yang berkeliaran di sekitar Gunung Muria. Sementara itu cerita Barongan Kudus selalu disertai Penthul dan Tembem juga mempunyai sejarah sendiri.

Jaman dahulu kala sebelum Barongan Kudus mengiringi pengantin dan dijadikan sebuah kesenian, ada cerita rakyat yang menyebutkan bahwa Barongan perwujudan dari Sang Bhatara Kala, dia adalah Singo Barong yang mendapat julukan Gembong Kamijoyo. Dia dapat berbicara dengan manusia dan mempunyai kesaktian mandraguna, oleh karena itu dia menjadi Raja Hutan di seluruh tanah Jawa. Gembong Kamijoyo berhak makan apa saja yang menjadi makanan sang Bhatara Kala.

Hingga suatu saat Prabu Brawijaya memanggil Gembong Kamijoyo, dan memberikannya tugas mencari 2 orang cemaniloka yang telah mengajarkan ilmu agama Suci di tanah Jawa tanpa sepengetahuan Prabu Brawijaya.

Sudah lama Gembong Kamijoyo mencari 2 orang cemaniloka tersebut tetapi tidak pernah menemukannya hingga akhirnya mereka bertemu di hutan Patiayam yang terletak di sebelah timur Gunung Muria. Cemaniloka ini tidak lain tidak bukan adalah Penthul dan Tembem. Terjadilah pertarungan sengit antara Gembong Kamijoyo melawan Penthul dan Tembem. Tetapi 2 cemaniloka tersebut lebih sakti daripada Gembong Kamijoyo sehingga dia dikalahkan dan ditundukkan dengan diberi minum Air Bening berupa alunan Asap Dupa.

http://www.ranirtyas.com/2016/09/barongan-kudus-dan-rombongan-pengantin.html
Penthul dan Tembem, 2 orang cemaniloka yang dicari oleh Gembong Kamijoyo


Atas kemurahan hati Penthul dan Tembem permohonan Gembong Kamijoyo untuk dibebaskan dipenuhi asal Gembong Kamijoyo sanggup memenuhi melaksanakan perintah Penthul dan Tembem. Perintah Penthul dan Tembem itu, adalah:

  1. Gembong Kamijoyo dilarang makan manusia yang menjadi jatah Bathara Kala apabila manusia tersebut mau memberi pengganti berupa upara ruwatan untuk anak yang Ontang-Anting, Sendang Kapit Pancuran ataupun anak yang Pancuran Kapit Sendang.
  2. Gembong Kamijoyo dilarang memakan sembarang hewan yang membantu petani, seperti Sapi, Kerbau, ayam, itik, kambinga dan sebagainya.


Dan mulai saat itulah agama Suci yang tak lain adalah agama Islam mulai sedikit demi sedikit disiarkan di Tanah Jawa.


Thats why Barongan selalu patuh dan ada bersama Penthul dan Tembem.

Apa yang menarik dari Barongan Kudus dan Rombongan Pengantin?


Iring-iringan nganten selalu dikatakan membawa sawan nganten. Mungkin karena itulah Barongan terkadang menjadi iring-iring nganten. Tetapi sesungguhnya ada cerita tersembunyi dari cerita rakyat tersebut.

Sebuah rombongan pengantin melewati hutan di lereng Muria, di bagian depan sendiri Barongan lengkap dengan Penthul dan Tembem. Tidak lupa juga iringan musik dari pemain gamelan.

Oh iya Barongan Kudus dimainkan oleh dua orang di bagian depan dan belakang.

Tetapi di kawasan hutan yang lebat, tiba-tiba rombongan pengantin dihadang oleh macan Muria (asli). Semua rombongan mendadak ketakutan. Sepertinya macan tersebut ingin memakan pengantin beserta rombongannya. Macan yang kelihatannya sudah sangat kelaparan itu mulai tampak beringas dan mengerang memperlihatkan gigi-giginya.

Tiba-tiba Barongan Kudus menghadang singa tersebut dengan segala daya kekuatan yang dimiliki. Barongan Kudus yang diisi oleh manusia, tetiba menjadi aktif karena alunan musik dari terompet dan alunan wangi dupa.  Pertarungan sengit pun terjadi antara Barongan Kudus dan Macan Muria (asli).

http://www.ranirtyas.com/2016/09/barongan-kudus-dan-rombongan-pengantin.html
Barongan Kudus, ciri khas loreng-loreng seperti macan Muria


Entah bagaimana, sepertinya hembusan dupa yang merasuki pemain Barongan Kudus atau entah memang pemain Barongan Kudus sudah sakti mandraguna dari sananya, macan tersebut berhasil dikalahkan oleh Barongan Kudus dan akhirnya rombongan iring-iring nganten berhasil selamat dari malapetaka tersebut. Mereka pun berangkat kembali menyelesaikan perjalanannya.

Cerita rakyat ini turun-menurun diceritakan oleh kakek buyut hingga ke ayah saya. Kini cerita Barongan Kudus dan Rombongan Pengantin juga sudah selesai Anda baca. Jika menarik, tulisan ini boleh disebarluaskan lho dengan tetap mencantumkan kredit pada blog ini ya. Terima kasih.

Cerita lain iring-iring nganten juga tidak jauh berbeda dari cerita iring-iring nganten Dewi Sangga Langit (putri Prabu Airlangga) dan Klana Sewandana (Pujanga Anom)

By the way, Selamat Hari Jadi Kota Kudus ke-467

http://www.ranirtyas.com/2016/09/barongan-kudus-dan-rombongan-pengantin.html
Paling depan adalah Busana Adat khas Kudus


comments

14 komentar:

  1. Lucu ya rombongan pengantinnya rame begitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya namanya aja iring-iringan nganten (rombongan pengantin) 😀

      Hapus
  2. Foto terakhirnya bikin ngakak, itu cowok cucok deh.. haha

    Itu yg di atas kepala si cewek apaan mbak namanya?

    Bagus nih karnavalnya ada tujuan memperkenalkan sejarah dan budaya.. gak cuma asal jalan pake baju adat atau baju aneh-aneh, :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha, bahaya juga kalau dia tahu blog ini, btw yang di atas kepala wanita itu.. Bentar ya tak tanyain dulu 😀

      Hapus
    2. namanya "caping kali" Mbak Meriska ^_^

      Hapus
  3. Perayaan 17-an yang unik, Mbak. Mengangkat cerita rakyat seperti ini juga banyak manfaatnya untuk anak-anak, mereka akan mengenal budaya Indonesia lebih banyak, sebuah sosialisasi yang sangat jitu untuk meneruskan tradisi.

    Kalau di kampung saya sederhana saja, cuma lumba-lumba dan parade sepeda anak-anak. Pokoknya kurang kreatif deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak Evi, coba mereka penonton juga tahu riwayat di belakang cerita yang kami suguhkan ini

      Hapus
  4. Kompak banget sih Mba.. Dan periasnya kelihatan serius banget nyiapin semuanya.
    Saluuuttt..
    Dan hebatnya Mba Rani, tau cerita dari daerahnya sendiri. Saya ngga paham cerita rakyat dari Purworejo. Hiks hiks. >_<

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya dong harus Mbak Arin, kan buat cerita anak cucu kita juga nantinya

      Hapus
  5. Lho mbak dirimu sekomplek sama Mbak Tanty to?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak Ika, beda RT sama beda blok aja 😊

      Hapus
  6. Seru ya kalau ada acara kayak gini...udah gitu ada cerita sejarahnya lagi..

    BalasHapus
  7. Mb raaaan taw ga aku dari dulu tuh cita2 bgt pengen pke baju manten sing item itu trus dipaes, tp kmaren pkenya yg jilbab do warna merah kebayae, hihu

    E ini keren bgt, aku suka ni karnaval kebudayaan gini, klo aku ke situ bakal takfutu2 deh ahaha

    BalasHapus

Komentarnya sementara dimoderasi ya 😁 dan jangan tinggalkan link hidup. Nanti BW baliknya lewat profil teman-teman. Terima kasih untuk tidak menggunakan "ANONIM".

Recommendations by Engageya