Jumat, 07 Oktober 2016

Jangan Panggil Dia Bun(der)!

Kau boleh memanggilnya Kak, Mbak, atau bahkan Ibu yang berarti penghormatan terhadap seseorang yang memiliki jabatan tetapi jangan panggil dia Bun.

Sebut saja dia Ria Tumimomor.

http://www.ranirtyas.com/2016/10/jangan-panggil-dia-bunder.html

Awalnya saya tidak ngeh dengan maksud tulisan ini, setiap saat Mbak Ria menuliskan di statusnya tentang dia yang tidak mau disapa dengan sebutan Bun apalagi ditambah der di belakangnya. Barusan setelah berteman cukup akrab (atau lebih tepatnya SKSD - sok kenal sok dekat), saya tahu mengapa Mbak Ria menulis begitu karena beliau adalah single elegan dengan idealisme tinggi. Hahaha haduhhh, SKSD lagi nih! Entahlah, beberapa kali dalam postingannya Mbak Ria terlihat benar-benar sosok wanita modern ibu kota masa kini. Necis dan smart of course.


Mbak Ria sering update di blognya bernama Ria the Chocolicious.

Bayangan saya pertama kali, blog ini pasti hanya berisi soal makanan, kuliner, kalau kata teman-temanku jaman SMP eating-eating daaan.. tarraaa.. Isinya tidak hanya berupa makanan, bisa dikatakan lebih cenderung ke lifestyle blog. Saya bingung mbak, apa sebaiknya nama blogmu diganti atau isinya yang selain soal makanan dipindah ke blog baru? Atau malah dibiarkan saja, karena beberapa kali saya juga melihat blog bule yang berisi review makanan juga sesekali diselingi kisah hidupnya, tapi cuma sesekali aja. Mungkin posting untuk lomba blog dll mereka pisahkan dengan blog yang utama, IDK - I dont know.


Just on my humble opinion Mbak Ria, but overall I love your blog.


Untuk urusan template, Mbak Ria seperti kebanyakan bloger lain yang memilih background putih dan pemilihan font Josefin Slab dengan ukuran font 20px. Pantas mbak, saya tidak perlu menciutkan pupil mata saya kalau sedang mampir karena tulisannya sudah sangat jelas. Tetapi pernah dengar di mana itu, sebaiknya font yang dipilih adalah 16px, tapi kalau Mbak Ria prefer yang 20px ya tidak masalah kan ya mbak? Saya sih yang penting tulisannya jelas, tidak terlalu kecil juga jangan terlalu besar. Lebih menyenangkan lagi karena template blognya sudah responsif.

http://www.ranirtyas.com/2016/10/jangan-panggil-dia-bunder.html
Atas font 20px dan bawah 16px


Bagian yang komunitas itu sebaiknya dijadikan satu saja bagaimana? Jadi tidak dipisahkan oleh teman google plus. Bisa dijadikan 1 widget kok mbak.

Bagian laman di bawah header blog juga kayaknya lebih cantik kalau dibuat rata tengah, hihihi lagi-lagi IMHO lho mbak, monggo kalau mau dipakai, nggak juga tidak apa-apa. Karena isi blog ibarat isi rumah kita, saya mau taruh lemari menghadap ke utara ya sah-sah saja karena fengshui nya bagusan begitu.

Tinggal mempercantik halaman "tentang saya" yang di halaman muka blog. Bagus sih pakai profil google plus, tapi kan fotonya jadi cuilik mbak kalau pakai profil google plus. Dibuat widget khusus aja mbak yang menyebutkan pemilik blog Ria the Chocolicious. Juga di bagian laman about me. Kan sudah keren tuh mbak, tinggal ditambah foto cantiknya saja. Yes, lagi-lagi saya mencontek ilmu bloger bule yang selalu menyematkan foto mereka di laman About Me.

Udahlah segitu aja Mbak Ria, siapalah saya ini sok ngasih masukan-masukan yang nggak penting buat Mbak Ria yang sudah keren dari sananya. Sukses terus ya mbak, dan please buat yang baca. jangan sapa dia Bun coz she won't like it. Nggak percaya? Coba saja sapa dia di social medianya ini:

FB : Ria Tumimomor
comments

17 komentar:

  1. hahahahahahahahahha, makasih ya Ran :) utk mempercantik blog, boleh saya email ke kamu? maklum deh, saya sebenarnya gak as smart as you think terutama urusan teknis gini... Makasih loh masukannya... Saya selalu suka masukan dari teman2 & termasuk jg kalian2 yg jauh lbh muda... Suka out of the box masukan2nnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. silakan mbak.. selagi bisa ya kita kerjakan bareng-bareng mbak soal teknisnya :D

      Hapus
  2. Mbak Ran..punyaku juga cuilik ya fotonya? Jadi aura kecantikannya ngga nampak gitu ya? Huahaha..

    Keren euy Mama Han ini.. Aku kalo soal teknis angkat bendera putih aja deh, kayak Dido, white flag.. *komen ngga nyambung :D

    BalasHapus
  3. Barusan langsung ke Blognya Mbak Ria, dan teloleeetttt saya juga bingung mau nulis apa ya nanti. BTW, makanya mbak Ria selalu terlihat sendiri, sama mama papa, :D, baiklah, saya gak panggil Bun :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. lah bingung2 aja udah kelar postingannya ^_^ *salut*

      Hapus
  4. Cepet amat mbak nulisnya hehhehe

    BalasHapus
  5. Yang manggil Mba Ria, Bun ini sopo seh? Mana, mana orangnya hihihi :p

    BalasHapus
  6. ealah, baru tahu aku..
    iya sempat curiga dengan Mbak Ria, suka fotonya sama Mama dan Almarhum Papanya, ternyata...
    Tapi, betul sekali Kata Mbak Ran, Mbak Ria itu emang Smart Women khas ibukota

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, soalnya masih nebeng di rumah ortu :)

      Hapus
  7. Mba Ria blognya lece banget.. Aku senang yang review tentang novel, terus tips dan trik menulis novel, outline. Serta lifestylenya

    BalasHapus
  8. Mba Ria blognya lece banget.. Aku senang yang review tentang novel, terus tips dan trik menulis novel, outline. Serta lifestylenya

    BalasHapus
  9. Aku suka gaya nulisnya mbak Ria... jujur banget hihihi

    BalasHapus

Komentarnya sementara dimoderasi ya 😁 dan jangan tinggalkan link hidup. Nanti BW baliknya lewat profil teman-teman. Terima kasih untuk tidak menggunakan "ANONIM".

Recommendations by Engageya