Memilih Mainan Aman dan Nyaman Untuk Anak

Bulan Juli mendatang atau sebulan lagi akan diperingati sebagai Hari Anak Nasional di mana permainan anak-anak akan kembali digemakan. Memang akhir-akhir ini apalagi melihat keadaan sekitar terkadang termasuk anak sendiri yang lebih doyan gadget daripada bermain rasanya sangat menyesakkan. Untungnya Abang Han, anak saya tidak selalu menghabiskan waktunya oleh gadget karena memang tidak kami bekali gadget sendiri, melainkan harus pinjam kepunyaan orang tuanya.

Seringnya Abang Han bermain dengan permainan yang ada di rumah.

Sebagai mamah muda yang mengaku-aku kekinian, rasanya sayang sekali jika tidak membuatkan permainan anak sendiri.

Selain murah (padahal memang pelit), permainan anak yang dibuat sendiri akan lebih terjamin keamanan dan kenyamannya.

Bahkan hampir beberapa di antaranya, saya membuatnya sendiri. Walaupun beberapa ada yang belum sampai ke tahap finishing. Berikut permainan yang biasanya saya buatkan sendiri.


1| Buku Kain


Berbekal kain flanel dan lem tembak juga beberapa alat jahit, saya membuatkan buku kain untuk Abang Han dulu saat dia masih di bawah 1 tahun. Tujuannya sederhana, awalnya ingin mengajarkan huruf alphabet sama Abang Han tapi ternyata akhir-akhir ini, dia baru mulai tertarik dengan buku kain yang ala kadarnya tersebut karena ingin menunjukkan pada saya binatang yang dia suka.

Bahan:

Kain Flanel
Pola Binatang / Pola lainnya
Lem Tembak
Gunting
Benang dan jarum jahit.

Cara Membuat:

Gunting pola di atas kain flanel. Tempelkan flanel yang sudah terbentuk binatang tersebut di atas kain flanel yang akan dijadikan halaman buku. Kita bisa menggunakan lem tembak / jarum jahit untuk menempelkannya. Saya lebih suka memadukan kedua cara tersebut. Bila sudah terbentuk beberapa halaman, bisa langsung dijilid. Kebetulan saya menjilidnya dengan cara menjahitnya juga.

2| Boneka  Jari


Lagi-lagi saya memakai bahan kain flanel dan mencari pola di pinterest. Setelah jadi, biasanya kami berdua akan menyanyikan lagu “Daddy finger.. daddy finger.. where are you..dst” meskipun Abang Han hanya menyanyi secara bergumam, tapi dia cukup luwes menirukan irama musik tersebut sambil menggoyangkan jarinya.

Bahan yang digunakan:

Kain Flanel
Pola binatang / boneka jari lainnya
Jarum dan Benang
Gunting
Lem Tembak.

Cara Membuat:

Potong pola di atas kain flanel. Lalu jahit sekeliling hingga membentuk boneka jari. Pada bagian tertentu seperti hidung dan telinga bisa dengan cara dijahit atau dengan dilem menggunakan lem tembak.

3| Boneka Kain


Awalnya boneka kain yang saya punya ini untuk menyantet seseorang. Hahahha.. Nggak lucu. Abaikan.

Rasanya pernah mengkhayal membuat boneka sendiri, dan alhamdulillah berbekal social media saya bertemu dengan Mbak Eva pembuat boneka Kevhot. Beliau terkadang menjual boneka-bonekanya dan terkadang juga tutorial membuat boneka. Karena ingin mempunyai  boneka hasil karya tangan saya sendiri, waktu itu saya jadi membeli KIT dari Mbak Eva.

Sayangnya boneka yang kedua, belum sempat dibuat boneka yang lengkap, ternyata boneka buatan saya disukai sama Abang Han karena mirip dengan karakter Upin-Ipin yang biasa dia tonton. Jadilah boneka tersebut menjadi boneka Upin dan Ipin. Eh Upin saja ding, lha cuma satu boneka aja.



Tetapi dari barang-barang buatan di atas, saya juga tidak lalu saklek untuk tidak membelikan Abang Han mainan. Kami terkadang membelikannya mainan truk atau mainan lainnya. Tentu saja dengan berbagai pertimbangan dalam hal memilih mainan agar tetap aman dan nyaman saat bermain.

Berikut beberapa pertimbangan kami dalam hal memilih mainan yang aman untuk Anak:



1| Sesuai Umur Anak


Selain untuk menjaga keamanan anak, di mainan yang kita beli juga biasanya terdapat label sesuai umur anak. Terutama mainan yang mengandung banyak printilan biasanya ditujukan untuk anak di atas 3 tahun dan sebaiknya balita jangan diperkenalkan dahulu dengan mainan yang banyak printilannya karena bahaya kalau sampai dimasukkan ke dalam mulut.

2| Bersifat Edukatif


Mainan edukatif banyak sekali beredar di toko online, tetapi percayalah dengan membeli barang-barang tersebut juga tidak ada ruginya kok karena nyatanya memang bermanfaat untuk melatih motorik juga sensorik sang anak. Ditambah membantu stimulasi otaknya agar semakin pintar.

Tetapi kembali lagi, disesuaikan dengan tingkat keamanannya ya.

3| Bebas dari Bahan Kimia dan Zat Berbahaya


Dari beberapa mainan yang pernah saya belikan untuk Abang Han, biasanya ketika membelikan mainan edukatif, saya melihat detail dahulu sebelum memutuskan untuk membeli. Biasanya dijelaskan dalam situsnya bahwa mainan tersebut aman karena menggunakan cat yang tidak akan mengelupas.

4| Memilih mainan yang dapat dicuci


Mainan pun perlu dicuci, bukan hanya pakaian. Terutama mainan bola yang biasanya sering digunakan untuk mandi bola atau bahkan truk yang habis digunakan bermain pasir. Biasanya bahan yang aman untuk dicuci adalah mainan yang terbuat dari plastik / kain. Sebaiknya mainan yang terdapat baterainya jangan dicuci ya Ayah Bunda, agar tidak mudah korslet.

5| Pilih bentuk mainan yang aman


Terakhir, pastikan bentuk mainan yang kita pilih tidak memiliki sudut yang runcing / tajam karena bagaimanapun pasti ada kalanya mereka bermain sendiri tanpa pengawasan kita dan kitalah yang harus memastikan mainan itu aman untuk dimainkan dan membuat nyaman sang anak.

Tetapi namanya anak-anak, terkadang bermain dengan mainnya juga tidak cukup dan mereka akan bermain dengan alam sekitar, entah itu tumbuh-tumbuhan atau binatang yang ada di sekitar. Bermain apapun memang bagus untuk perkembangan anak asalkan tidak melukai diri mereka sendiri.


Beberapa minggu yang lalu Abang Han digigit kucing. Iya digigit ya, bukan dicakar seperti kucing kebanyakan. Terbayang kan Abang Han langsung menangis sejadi-jadinya. Duh padahal sudah diawasi tetapi entah kenapa saat itu kami lengah sehingga kucing masih bisa menyerangnya. Saat itulah kami sadar, bahwa di rumah tidak ada kotak P3K. Padahal penting bagi orang tua yang memiliki anak agar dapat melakukan pengobatan pertama saat anaknya terluka / sakit saat bermain.

Perlengkapan Obat yang Wajib Dimiliki Orang Tua untuk Anak yang Terluka Karena Bermain

1| Obat Antiseptik

Bermain sesepedaan atau bahkan permainan lain yang menguras fisik terkadang bisa membuat seorang anak terluka. Jaman saya kecil dulu, saya kerap kali jatuh karena hanya berlarian dan sering membuat lutut saya terluka dan berdarah. Untung ibu memiliki obat luka untuk kami, dan karena Han digigit kucing kemarin, kami pun baru ingat bahwa tidak memiliki obat luka untuk mengobati lukanya. Untung rumah dekat apotek jadi obat luka bisa dibeli saat itu juga. Tidak terbayang kalau kejadiannya sudah di luar jam operasi apotek sementara kami tidak mempunyai persediaan.

2| Alkohol dan Pembersih Luka

Sebelum mengoleskan obat luka, ada yang lebih penting yaitu alkohol ataupun cairan pembersih luka. Lagi-lagi karena waktu itu kotak P3K aja bahkan kami tidak punya, saya hanya mencuci dan menyiram bekas gigitan kucing di tangannya Abang Han. Namanya Ibu kan khawatir juga kan kalau-kalau kucingnya rabies. Seumur-umur baru nemu deh kucing kampung suka gigit kayak gini.

3| Obat Penurun Panas

Pernah suatu saat waktu Abang Han masih merangkak dulu, dia masih suka bereksplorasi ke mana-mana sendiri sampai lelah. Alhasil pada malamnya dia tertidur lelap sekali tetapi pernah juga badannya menjadi hangat bahkan cenderung ke panas. Abang Han sering begini kalau malam, makanya sebelum dia tidur terkadang saya cek dulu suhu badannya. Bila hangat, saya langsung menawarkannya obat penurun panas, dan dia menyukainya karena rasanya manis.

Tempra Syrup Penurun Panas Pada Anak


Kami percayakan Tempra Syrup penurun panas pada Abang Han karena memang dari dulu kami sudah memakai sirup penurun panas yang satu ini. 


Tempra syrup paracetamol ini memiliki banyak kelebihan.

1| Mudah didapat di Apotek dan Supermarket Terdekat


Saya dengan mudah dapat menemukan tempra syrup ini di apotek manapun, bahkan di apotek terkecil pun. Mungkin dikarenakan tempra syrup ini laris di mana-mana jadi apotek manapun pasti menyediakannya.

Bila apotek sampai kehabisan stock, saya juga tidak perlu khawatir karena minimarket terdekat juga menyediakan tempra syrup. Ini membuktikan tingkat kepercayaan masyarakat begitu tinggi terhadap Tempra Syrup Paracetamol.


2| Tutup Aman dari Si Kecil


Sekarang ini Abang Han mulai mengkhawatirkan, karena terkadang dia suka meminta obat padahal sedang tidak sakit. Bahkan ada beberapa botol yang suka dibuka sendiri olehnya. Sementara Tempra Syrup tidak membuat saya khawatir karena tutup botolnya didesain sedemikian rupa sehingga anak kecil tidak mudah membuka sendiri botol sirupnya.


3| Rasanya Manis dan Disukai Anak


Tempra syrup ini ada varian rasa jeruk dan anggur, dan kebetulan punya Abang Han rasa anggur. Rasanya manis dan karena itulah terkadang Abang Han suka minta sirupnya padahal sedang tidak panas. Makanya ketika sudah turun panasnya, cepat-cepat saya menyembunyikan Tempra syrup, hihihi.


4| Aman untuk Anak


Selain didesain untuk anak, tempra syrup memang mengandung paracetamol yang aman untuk menurunkan panas anak, selain itu juga tidak menyebabkan iritasi lambung. Catat ya, terutama bagi anak-anak yang sering mengalami sakit perut.

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Tempra yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho. Artikel ditulis berdasarkan pengalaman dan opini pribadi. Artikel ini tidak dapat menggantikan hasil konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional.

44 komentar

  1. Iya nih harus pilih2 mainan yang aman dan edukatif ya Mbk

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya betul mbak.. apalagi sekarang ini banyak mainan edukatif yang beredar. Tugas kita ganti memastikan mainan tersebut aman atau tidak. Terima kasih sudah mampir.

      Hapus
  2. Apaaaa? Han digigit kucing? Trus ada trauma sama kucing ngga Mba?

    Aku jadi diingatkan utk sedia kotak obat nih. Di kulkas paling cuma ada paracetamol aja.

    Betewe..itu mainan pertama, si buku kain tea, mengingatkan pada ehemm..

    Sengaja ngingetin ya? Haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya digigit bukan dicakar. Gemes aku liatnya, udah gitu masih suka dideketin lagi sama Han, diingetin terus aja kalau kucingnya suka gigit. hahaha.. emak jahat.

      Nggak sengaja tapi njarag ngingetin. hahahaa.

      Hapus
  3. Abang Han enggak sakit ya..Ntar mama sedih.. suka kucing juga ya Abang hans?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sakit dong Tante.. waktu itu nangis kenceng banget mana gigitan kucing kan dalam ya :(

      Hapus
  4. Aku jaranh beliin si K mainan. Karena.... Karena dia masih lebih tertarik dg bletok, air dan kertas drpd mainannya sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. tanda-tanda K anak yang kreatif itu Mbak Widut :D

      Hapus
  5. Anakku dulu sukanya nguber-nguber ikan di kolam belakang rumah. Meski airnya bersih, tapi tiap hari sepulang sekolah. KAsihan ikannya sih, jadi pusing, hihiii

    BalasHapus
  6. Anak saya sulit kalau diajak anteng di rumah, mungkin karena udah bisaberlarian dan mereka sangat aktif. Tapi sesekali juga saya ajak main di dalam rmh sih,cuman gak bisa ajaliat pintu terbuka, sukaknya main air. Btw thanks ide cara buat mainannya, kebetulan saya juga suka mainan flanel,hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin dari flanel bisa dibuat busy book agar kesibukan mereka teralih ke dalam rumah ya mbak..

      Hapus
  7. Boleh juga idenya untuk manfaatin kain flanel nih bun.. :) btw, anakku suka banget mainan kucing.. Tp blm pernah digigit sih.. Dicakar sering.. Hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kucing yang satu itu entah kenapa suka ngigit :(

      Hapus
  8. yes, pertimbangan pilih mainan buat anaknya cucok banget mbak. Emang harus sesuai pertimbangan ortu masing-maisng yak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyes karena anak kita maka kitalah sendiri yang tahu hobi dan kecerdasannya.

      Hapus
  9. Buku kain waah boleh dicontek nih mbaa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. silakan Mbak Ophi.. murah meriah dan bisa dijadikan hobi ;)

      Hapus
  10. Aku yg dewasa aja kadang suka ribet buka tutup botol model kek Tempra gitu mbak Ran, wkwkw. Apalagi anak kecik ya, btw Abang Han abis gini mo pny adik...asiiiknya ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya tapi tampaknya dia belum mudeng sama istilah adek :)))

      Hapus
  11. Suka liat buku flannelnya, bagus banget! Jadi pengen bikin juga buat Syuna belajar mengenal binatang

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi.. itu ala kadarnya, belum niat yang beneran bikin dan pola juga masih mencontek.

      Hapus
  12. Aku udah hampir 3 tahun beli kain flanel dan sukses belum dibikin apapun. Sedih aku, ngelihat mainan Abang Han, jadi ingin bikin dech

    BalasHapus
    Balasan
    1. bikin mbak.. bikin.. buat Kakak Fira juga kan? nanti keburu punya adik lagi lho #eh

      Hapus
  13. Keren bangeeet teh Rani tulisannya :) harus banyak belajar nih. Hahaa krn sy g pandai menjahit jd blm bs bikin buku kain padahal gara2 baca ini jd kepikiran bikin itu. Nuhun teh

    BalasHapus
    Balasan
    1. haturnuhun Teh Sundari sudah mau mampir ya..^^ ini bisa pake lem tembak aja kok, nggak harus pake alat jahit, hehe.

      Hapus
  14. Keren bangeeet teh Rani tulisannya :) harus banyak belajar nih. Hahaa krn sy g pandai menjahit jd blm bs bikin buku kain padahal gara2 baca ini jd kepikiran bikin itu. Nuhun teh

    BalasHapus
  15. anakku suka banget buku dan boneka dari bahan felt. Seru buat berdongeng. Makasih yaa inspirasi permainannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama mbak.. wah berarti sudah banyak bikin diy dari bahan felt ya mbak?

      Hapus
  16. Wah...bisa ya bikin bussy book flanel pakai lem tembak. Ga telaten kalo hrs dijahit satu2. Saya punya lem kain, bisa dipakai ga ya? Ga punya lem tembak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lem kain juga bisa dipakai mbak, kan fungsinya sama 😉

      Hapus
  17. Mbk rani keren, bikin busy book sndiri, aku ju bkin ini blm2 kesampean, hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. busy booknya masih on project Mbak Inda.. itu baru bikin buku kain yang cuma tempel-tempel hehehe

      Hapus
  18. iiihh... lucu deh buku kainnya :)

    BalasHapus
  19. Waah tak kusangka ternyata ibuknya han lihay dan terampil bikin mainan boneka2an berbahan flanel begini, lucu dan kreatif. Suka akuuu, aah boleh dunk buat stroberi juga dr flanel haha...

    Tips memilih mainannya beanfaat banget nih, noted! Thanks for sharingnya yaa sayang 😘😚

    BalasHapus
  20. Aku pingin nyobain boneka jari nya mbak ^^

    BalasHapus
  21. Mamanya kreatif. bisa bikin kreasi yang lucu dan kreatif banget. Mau ah dicoba mumpung besok libur.

    BalasHapus
  22. aaahh... kain flanel. udah lama banget pengen beli untuk bikin bussybook sampe hari ini belom juga kesampean. liat postinganmu ini aku jadi ga sabar nunggu besok nih mbak. boneka jari itu sepertinya seru untuk dimainkan sama Aira

    BalasHapus
  23. Ya Allah mbak...dirimuh telaten banget buku flanellnya. Wah bisa dibisnisin tu he he he

    BalasHapus
  24. Mbak Ran, makin kreatif aja dehhhh. Aku coba ah salah satu permainannya

    BalasHapus
  25. Rajin mbaaa ran :) itu firasatnya kok bner digigit yaa. Tapi beraniii, setrong diaaa ^^
    Aku juga sedia tempraa mbaa^^ cocok yaa

    BalasHapus
  26. Aku? ternyata gak sekreatif dirimuh hikz..

    BalasHapus
  27. Kadang saya msh teledor soal memilih mainan. Hem ... Mulai selektif lg sekarang

    BalasHapus
  28. Kadang saya msh teledor soal memilih mainan. Hem ... Mulai selektif lg sekarang

    BalasHapus

Thank you for stopping by 🥰

Terima kasih untuk tidak berkomentar menggunakan URL ARTIKEL and please jangan tinggalkan link hidup ya, sayang 😘

Sharing is caring, tapi aku bakalan sedih banget kalau tulisanku di copy paste buat blogmu. So, klik tombol share aja ya
(゚▽^*)☆

Lalu.. Berkomentarlah secara ksatria, bukan secara unknown 😁😁😁