Anyeong chingu! Sudah menonton drama apa hari ini? Sebagai penggemar drakor, aku terkadang suka banget lihat aksara Hangul. Bagiku tulisan Hangul ini sekseh. Lebih seksi daripada aksara Cina yang njelimet dan banyak banget yang perlu dihapal.
Pertama kali lihat Hangul itu di dramanya SSH pertama kali, The Memorist of Bali. Eh salah! Autumn in My Heart. Aku langsung mikir Hangul ini lucu banget ya. Terdiri dari bulatan dan garis-garis doang.
Kayaknya gampang ya dipelajari?
Kayaknya!
Sebelum lebih jauh mengenal dan mempelajari Aksara Korea, kamu perlu tahu fakta unik dari aksara Hangul.
Fakta Unik Aksara Hangul
Diciptakan oleh Raja Sejong
Dulunya, rakyat Korea itu pada buta huruf. Hanya golongan bangsawan dan keluarga kerajaan yang bisa mempelajari aksara dan tulisan kala itu. Sebab, mereka masih menggunakan aksara Cina atau hanja.
Melihat kenyataan ini, pada pemerintahan Dinasti Chosun sekitar tahun 1418 – 1450 Raja Sejong yang merupakan raja keempat dari Dinasti Joseon, menciptakan aksara yang mudah dipelajari oleh rakyat jelata sekalipun.
Selain itu, Raja Sejong ingin melepaskan diri dari pengaruh kerajaan Cina.
Raja Sejong percaya bahwa dengan meningkatnya kemampuan SDM rakyatnya, otomatis kemakmuran bangsa juga akan semakin terlihat.
Peringatan Hari Hangul
Berkat adanya aksara Hangul, rakyat Korea tidak lagi buta huruf.
Aksara Hangul pertama kali diperkenalkan dengan nama Hunmin chong-um pada hari ke-10 bulan ke-9 tahun 1446.
Dalam perhitungan kalender bulan, hari ke-10 di bulan ke-9 tahun 1446 sama dengan tanggal 9 Oktober tahun yang sama pada perhitungan kalender matahari. Akhirnya pada tahun 1945, pemerintahan Korea meresmikan tanggal 9 Oktober sebagai Hari Hangul.
Faktanya di tahun 2009 yang juga diperingati sebagai Hari Hangul ke-563 tahun, patung perunggu Raja Sejong pertama kali diperlihatkan ke masyarakat umum sebagai bentuk penghormatan Raja Sejong.
Sampai sekarang, kita dapat melihat patung perunggu Raja Sejong dengan tinggi 6,2 meter di Gwanghamun Plaza, Seoul, Republik Korea.
Kalau kamu lagi ada di Kerajaan Korea, patung Raja Sejong adanya di Busan. Gitu kata Lee Gon. 😂 *BERCANDA*
Hanya Terdiri dari 3 Bagian
Aksara Hangul dibagi menjadi tiga bagian, yaitu Ch’osong sebagai huruf awal konsonan, chungsong atau huruf vokal, dan chongsong sebagai akhiran konsonan.
Chongsong sendiri merupakan pengulangan dari ch’osong. Jadi kita dapat menyimpulkan jika huruf alfabet Korea hanya terdiri dari huruf konsonan dan huruf vokal.
Terdiri 14 Konsonan dan 10 Vokal
Aksara Hangul hanya terdiri dari 14 konsonan dan 10 vokal. Bila kita terbiasa dengan alfabet Bahasa Indonesia yang terdiri dari 25 abjad dengan 5 vokal dan sisanya adalah konsonan, dalam bahasa Korea justru vokalnya 2x lipat dari bahasa yang biasanya kita pelajari.
Simpulan Buat Belajar Aksara Hangul:
Hangul meskipun terlihat sederhana, tetapi sebenarnya cukup rumit juga buat kita yang belum terbiasa. Anak kecil di Korea umur 2-3 tahun sudah bisa mengenali alfabet Hangul saking sederhananya. Lha iya itu kan karena mereka sudah terbiasa aja sehari-hari juga melihat huruf Hangul.
Buat belajar Hangul tentu saja dibutuhkan tekad yang kuat dan jiwa yang tidak mudah putus asa. Sayangnya sampai saat ini, aku kok belum minat ya buat belajar Hangul. Aku cukup belajar mendengarkan suaranya saja lah! Entar aja kalau ujug-ujug liburan ke Korea Selatan, baru deh aku beneran belajar Hangul.
Bagaimana denganmu? Apakah tertarik untuk belajar Hangul juga?
*501 kata







Daebak sampe ditulis sejarah'y segala. Semangat belajar hangeul mba biar cepet k korea. Kkk~
BalasHapusHahahha hayuk.. tapi tenang, Mbak Lendy udah punya aplikasinya jadi ntar kalau kita nyasar bisa mengandalkan Mbak Lendy ㅋㅋㅋㅋㅋ
HapusWaah...Asik yah...
BalasHapusbelajar bahasa Korea kurang afdhol kalo gak belajar hurufnya sekalian.
Haturnuhun Raja Sejong.
Mbak Lendy mantap sekali. Terniat belajarnya ㅋ..ㅋ..ㅋ..
HapusLihat hurufnya, kayaknya gampang yaa.. tapi nek wis dijejerke sama huruf kanji dan huruf hanja, rasane yo kudu bingung
BalasHapusYa jangan dijejerin atuh, pan beda spesies. Hangul ya sama hangul 😁
Hapussusah baca nya, apalagi pas mau sing along lagu blekping ato betees, hiks. jadi nyanyi asal denger ajah gitu, wkwkwk
BalasHapus