National Park of Komodo

Komodo dragon, or a full-called Komodo dragons (Varanus komodoensis), is the largest lizard species with an average length of 2 – 3 m. The local people calls this animal as Ora.

Life in the open dry grasslands, savannas and tropical forests at low altitude, these lizards like the place is hot and dry. They are active during the day, although sometimes also active at night. Komodo dragons are solitary animals, gathered together only at meals and breed.

These great reptiles could run faster to 20 miles per hour at short distances, swim very well and can dive as deep as 4.5 meters; as well as clever climb trees using their strong claws. To catch prey, the Komodo dragon may stand on its hind legs and uses its tail for support. With increasing age, more dragons using his claws as weapons, large size of them make they had trouble climbing trees.
Komodo island, the greatest and beautifull island in the world and it located in the western area of East Nusa Tenggara Province bordered to the West Nusa Tenggara Province. Administratively, this island is included in the Komodo Sub-district, West Manggarai District, East Nusa Tenggara Province, Indonesia. You can find them on the island of Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, and Gili Dasami in Nusa Tenggara of Indonesia.
In this island, you also can see several activities of this rare animal, such as the Komodo copulate which always happens between May until August; Komodo which is eating deer, goats, and pigs; and see Komodo which is sun-bathing on the road and on the branches of trees in the morning.
In 1980 the government made Komodo Island as the Komodo National Park to protect Komodo from extinction. Six years later, in 1986, this national park was accepted as the World Inheritance Site by UNESCO. This national park consists of two big islands. They are Rinca Island and Padar Island surrounded by several small islands. The total wide of this national park was 1.817 kilometers square.
Don’t be afraid to visiting Komodo Island. You can find international resorts, several cottages provided by local people, and restaurants as well.

Komodo dragons are only in Indonesia. So please vote komodo for the new 7 wonders of nature with voting in here and follow the twitter in @vote_komodo, @votekomodo or @VoteForKomodo
Please enjoying..

Basa Jepang

Nalika ing teras ngarep omah, Didi lan Pri lungguh nyawang mega angkasa. Sinambi omong-omongan :

Didi : Pri, saiki aku wes pinter basa Jepang, njajal aku bedheki ya.
Pri : Ya wes, tak bedheki ya? Apa basa Jepange matur nuwun?
Didi : Kuwi gampang, arigato.
Pri : Olahraga?
Didi : Taiso.
Pri : Bener, saiki nikmat?
Didi : Enako go moto.
Pri : Iyo bener. Nek "Sing Lucu"?
Didi : Kuwi gampang, Orano honoru.
Pri : Yeeeee... ana kok, najan sithik!
Didi : ???!?

NB : kanggo gegojekan!  

Belajar dari Keledai

Di sebuah desa, seorang petani kehilangan keledainya. Capek mencari, tak dia temukan juga keledai itu. Tapi, ketika dia lelah mencari dan duduk di bagian belakang rumah, samar telinganya mendengar ringkik memelas dari keledainya. Suara itu lirih, sedih. Tapi di mana?

Beringsut, petani itu mencari sumber suara. Dan, di dalam sumur kering yang tak terpakai, dia temukan keledainya, bergerak gelisah, memekik. Petani tua itu tak tahu harus berbuat apa. Menarik keledai ke atas, tentu dia tidak kuat. Jadi bagaimana menariknya? Lama berpikir, akhirnya dia pun pasrah. “Keledai itu telah tua, dan sumur itu terlalu berbahaya jika dibiarkan saja,” batinnya. Ia pun memutuskan untuk mengubur si keledai di sumur itu. Ditutupinya telinga, agar tak mendengar pekikan keledai yang seperti kehilangan harapan, dan dia meminta tetangga mempercepat menimbun tanah ke sumur.

Tak lama, tak terdengar lagi suara keledai dari dalam sumur. Dia dan tetangga melongok ke dalam sumur. Tapi, pemandangan di bawah begitu mengagetkan mereka. Ternyata, keledai itu masih segar bugar, dan sibuk menggoyang-goyangkan badannya. Salah satu sekop tanah jatuh menimpa tubuhnya, keledai itu akan menggoyangkan punggungnya, menggugurkan timbunan tanah itu. Dan setelah tanah turun, keledai akan memijaknya, menjadikan titik tumpu. Menyadari hal itu, kian bersemangat petani dan  para tetangga menimbun tanah. Keledai terus saja mengibaskan tubuhnya, dan bergerak naik seiring tanah yang kian banyak memenuhi sumur.

Kehidupan, akan terus menuangkan tanah dan kotoran kepadamu. Hanya ada satu cara untuk keluar dari kotoran, kesedihan, masalah, cobaan dan lainnya itu, yakni dengan menggerakkan tubuhmu, membuang segala kotoran itu dari pikiran dna hatimu. Dengan cara itulah, kamu dapat menjadikan semua masalah sebagai pijakan, melompati sumur kesengsaraan.
Keledai itu memberi contoh yang baik. Dan tak ada salahnya, kita belajar dari keledai.

Source : Seputar Kudus untuk halaman Motivasi