Milestone Rani R Tyas Journal's 2021

Assalamu Alaikum yoerobun!

Sebagai penyemangat akhir tahun, rasanya pengen nulis tentang apa aja yang sudah aku lakukan dalam setahun belakangan ini.

Paling tidak, tahun ini alhamdulillah setidaknya aku berhasil lulus KLIP lagi dengan setoran skripsi sebanyak 20.667 kata. Yeaayy

Meskipun begitu, aku tetap merasa ada yang kurang.

Bila dibandingkan setahun yang lalu, tahun ini bisa dikatakan blog Rani R Tyas Journal's mengalami kemlorotan. Tahun ini, di blog ini hanya ada 48 tulisan, sementara di tahun 2020 ada 94 tulisan.

https://www.ranirtyas.com/2021/12/milestone-rani-r-tyas-journals-2021.html

 

Ini bisa jadi disebabkan karena aku sibuk menulis untuk 2 blog pribadi dan 1 blog keroyokan. Padahal kedua blog yang lain itu hanya ada sekitar 1-2 tulisan saja di blog tersebut.

I don't know ya.

Sepertinya aku kelewatan menganaktirikan ketiga blog.

Meski merasa terpaksa menulis di blog sebelah, tapi balik lagi, jika tidak memaksa, rasanya sulit untuk mengatakan diri sebagai narablog.

7 Alasan Suka Drama Korea

Drama Korea dan aku, sepertinya sekarang ini sudah hampir bagaikan belahan jiwa. Mungkin, jika bukan karena KLIP (Kelas Literasi Ibu Profesional) yang memaksa anggotanya untuk rajin update tulisan, semua drama yang aku tonton hanya sekedar mampir di ingatan.

Bagaimanapun, blog adalah tempat yang pas buat menuangkan ide dan mencatat sejarah kan? Selain journal book pastinya.

Tapi, harus aku akui, bahwa untuk menuliskan drama yang ditonton itu luar biasa effortnya. Sebab, kadang saking menikmati jalan ceritanya, tahu-tahu udah hampir episode akhir dan sering lupa untuk menuliskan reviewnya di blog.

Image by Alina Kuptsova from Pixabay

Padahal, jaman tahun 2016, saat masih rajinnya ngasih spoiler di blog dan sekarang membaca ulang reviewnya, tentu saja ingatan saat menonton drama itu beserta alurnya jadi seperti terputar kembali di ingatan.

Mungkin, bagi yang belum begitu mengenal aku, pasti bertanya-tanya, apa istimewanya drama Korea? Tidak sedikit yang mencerca juga, "Tontonan kurang berfaedah. Aku tidak suka lihat aktor Korea soalnya wajahnya sama semua, kurang lakik, kurang macho."

Alhamdulillah.. mungkin para PD-nim mendengarkan curahan hati para juliders, sehingga sekarang kita jadi bisa menikmati pemandangan six pack para oppa #eh.

Sekarang aku kasih tahu ya, semua hal itu pasti ada sisi negatif dan positifnya.

Ibarat gelas yang diisi air, pendapat kita ada dua macam antara setengah isi atau setengah kosong. Padahal sama kan? Tapi tergantung perspektif kita mengamati benda tersebut. Belum tentu juga yang menjawab setengah kosong njuk pikirannya negatif, tapi biasanya rata-rata suka negative thinking sih? wkwkwk.