Sucikan Dirimu Sebelum Pulang

dan,, kematian adalah misteri..

Kapan waktu kita akan dipanggil, di mana dan sedang apa kita saat itu. Prosesnya pun bisa berjalan dengan sangat cepat, juga bisa sangat lambat karena malaikat juga lambat menarik arwah kita.

Sebelum 100 hari biasanya si pemati akan mendapat firasat. Itu juga kalau peka.

Banyak yang enggan pulang menuju akhirat, banyak pula yang merindukan akhirat. Seperti aku!

Pertanyaanku selalu sama, kenapa mereka enggan meninggalkan dunia? Apa karena harta? rumah? istri? atau karena anak?

Terkadang pertanyaanku juga membingungkan ke Tuhan. Tuhan bilang, "kembalilah ke dunia. bertaubatlah dulu sebelum kembali padaKu", tapi Tuan? Apa mereka bertaubat? Banyak yang tidak itu Tuhan? "Maka mereka adalah termasuk golongan yang merugi."

Saya juga dulu dikembalikan Tuhan kemari.

Kenapa ya?

Apa Tuhan tidak menerima keberadaanku di sana? Apa masih ada pekerjaan yang belum saya selesaikan Tuanku?

Jangan-jangan, sebetulnya Tuhanku itu enggan menerima pendosa-pendosa seperti kami di tempatNya yang suci. Dia ingin kami bersih sebelum kembali. Sungguh mulianya Tuhanku itu..

Menikah Tidak Perlu Bahagia, Cukup Berbakti sajalah!

Empat bulan menikah, empat bulan pula Ninik harus menangis dalam tidur. Bukan karena suaminya tidak pintar menjaga perasaan istri, hanya saja kurang ndolor kalau orang Jawa bilang. Ninik harus meninggalkan ibunya yang sudah menjadi janda di rumah sendiri, karena mertua Ninik menyuruh suami Ninik untuk tinggal di rumah suami saja. Mungkin juga suaminya tidak akan membuatkan rumah, karena adik-adik suaminya sudah dibuatkan rumah di samping rumah orang tuanya.

Dalam sebulan, hanya 2 kali Ninik menginap di rumah ibunya. Beruntung mertua Ninik orangnya baik, asalkan Ninik mau tinggal di rumahnya.

Jadi, apa lagi yang perlu ditangisi Ninik. Toch, hidupnya juga sudah lumayan baik. Meskipun kalau makan, harus menahan lapar sampai waktu setelah Isya. Memang selama ini Ninik jarang membantu masak di dapur, bagaimana bisa membantu? Kerja Ninik overtime.

Ya salahmu sendiri to Nik..

Ninik sering iri pada teman-temannya. Suami teman-temannya mengijinkan istrinya sesekali menginap di rumah mereka sendiri tanpa perlu ditemani suaminya. Sedangkan Ninik?

Makanya to Nik, jangan riya!

Jangan hanya ingin dianggap mesra oleh masyarakat. Kamu yang ngerasain sakit. Bukan masyarakat. Masyarakat cuma bisa ngoceh. Sudah biasa itu!

Ninik bukan dianggap mesra. Sebetulnya dia takut oleh suaminya. Suaminya yang juga seorang ustadz pasti akan menceramahinya macam-macam perihal istri yang tidak patuh pada suaminya dan ancamannya adalah neraka. Sedangkan Ninik hanya ingin berbakti pada suaminya. Jadi Ninik harus menahan isi hatinya, lagi..

Hari ini, sepertinya Ninik sedang mengandung. Semoga anakmu Nik, tidak merasakan apa yang dirasakan Ninik kecil. Cukup sampai di sini saja lingkaran setan, cukup Nik.

Cukup Nik..