Tepat jam sebelas malam kala itu.
"Jangaaaan..!" Suara Mbak Vivi dari kamar depanku mengagetkan kami semua. Kami seluruh gadis, para penghuni Al Banat segera mengetuk kamar Mbak Vivi untuk menanyakan ada apa gerangan.
"Ada yang sedang berdiri di atas kepalaku saat aku tidur," begitu katanya.
Mbak Vivi merupakan mbak kostku yang berbeda 3 tingkat denganku. Keluguan kami kala itu, hanya saling pandang memandang dengan teman satu kost. Mbak Vivi yang sedang menyusun skripsi memang tidur sendirian di kamarnya, sebab teman sekamarnya sudah menikah dan jarang tidur di kost.
Ada yang mengatakan, mata bathin Mbak Vivi terbuka.
Ada juga yang mengatakan, Mbak Vivi mungkin sedang banyak pikiran.








