Alhamdulillah hari ini Alisha tepat berumur 3 bulan,
alhamdulillah perkembangannya pun sangat pesat. Banyak cerita sudah kami lalui
bersama, mulai dari saat awal-awal kehadirannya di rahimku hingga kini seorang
bayi mungil yang selalu membalas dengan celotehannya saat diajak berbicara.
Buatku yang sudah dua kali melahirkan ini, mendekatkan diri
dengan anak-anak bukanlah sesuatu yang mudah, di mana pagi hingga sore hari
saya lebih banyak menghabiskan waktu di kantor. Quantity time saya bersama
anak-anak tidak lagi saya perhitungkan asalkan quality time saya bersama mereka
terus dipupuk dan terjaga.
Maka berikut cara saya memberikan perhatian agar selalu
dekat dengan mereka
1| Menyusui Bukan Memberi ASI
Bisa menyusui hingga usia 3 bulan merupakan anugerah
terbesar bagi saya. Bahagianya ibu jika ASI nya bisa melimpah ruah apalagi bisa
menyusui hingga 2 tahun lebih merupakan impian kami karena kenyataannya di luar
sana banyak ibu yang bahkan ASInya tidak mau keluar.
Sedari itu, bagi ibu yang bisa menyusui anaknya secara
langsung selain dengan bersyukur juga sebisa mungkin menyusui langsung, bukan
memberi ASI, maknanya ketika menyusui, tataplah bayi kita dengan sepenuh hati,
ajak mereka mengobrol dan sentuh lembut dahi, pipi juga genggam kedua
tangannya.
Menyusui secara langsung akan mendekatkan bonding bagi Ibu
dan anak.
Sehingga ada baiknya jangan hanya memberi ASI yang menyusui
tapi pikiran menerawang ke mana-mana, sambil mainan hp, atau ditinggal nonton
TV yang penting anak nemplok. Padahal menyusui berbeda makna dengan memberi
ASI.
Bilapun bekerja, bismillah saya mencoba untuk terus memompa
ASI agar badan anak kami selalu sehat, kalis dari penyakit dan kasih sayang
kami mengalir terus lewat ASI.
2| Memeluk dalam Gendongan
Sering tidak mendengar “Anak jangan sering digendong, nanti bau
tangan”?
Padahal masa-masa anak minta digendong singkat, nanti
setelah mereka tidak mau digendong lagi dan mereka mulai pintar meloloskan diri
dari gendongan kita dengan meluruskan pantat dan meluncur ke bawah. Pasti kita
akan merindukan masa-masa itu.
Babywearing helps them explore the world with you, when they are not ready to without you
Menggendong bukan berarti membiasakan anak bau tangan tetapi
menggendong membantu kita tetap dekat dengan anak sembari mengerjakan tugas
rumah tangga. Shoot 2 birds in 1 hands J
3| Membacakan Buku Cerita
Kenangan dalam masa-masa golden age biasanya akan terbawa
sampai mereka dewasa. Sewaktu saya kecil, saya selalu teringat selalu
didongengin sama Ibu tetapi dengan cara menggambar. Ibu menggambar di buku sambil
bercerita dan saya selalu terkenang dengan masa-masa itu.
Makanya saya sebetulnya masih berusaha membangun masa-masa
indah mereka dengan menceritakan dongeng kepada mereka.
Apalagi khayalan anak biasanya dibangun dari kebiasaan.
Kebiasaan baik akan membawa kepada kebaikan juga. Semoga kelak mereka akan
mencintai buku dan selalu haus akan ilmu pengetahuan.
4| Memberikan Perhatian saat Sakit
Anak merupakan belahan jiwa kita, kalau sampai sakit apalagi
sampai panas kejang-kejang. Ya Allah..
salah Ibu di mana nak, kenapa harus sampai sakit. Seringkali saya memilih cuti
untuk menemani anak yang sedang sakit.
Jaman dulu saat si abang sakit panas lebih dari 40 dan
keluar bintik-bintik merah di seluruh tubuhnya apalagi harus sampai dicek
laborat karena dokter anak pun harus melihat hasil tes darah baru memutuskan
diagnosa yang tepat untuk anak kami.
Makanya sangat penting mencegah daripada mengobati, tetapi
untuk pertolongan pertama kami selalu menyediakan Tempra Syrup di rumah sebagai
penurun demam anak.
Tempra Syrup banyak dipercaya Ibu-Ibu karena kandungannya
yang aman di lambung si kecil bahkan untuk newborn sekalipun. Larutannya yang
sudah larut 100% juga menyebabkan Tempra Syrup tidak perlu dikocok sebelum
diberikan pada bayi. Alhamdulillah cocok untuk Ibu yang suka grusa-grusu
memberikan obat pada si kecil sehingga sering lupa mengocok sirup terlebih
dahulu, tetapi dengan Tempra tak perlu khawatir lagi.
Adanya pipet dan gelas khusus di kemasannya juga membuat
Tempra Syrup mengandung dosis tepat, tidak over dosis ataupun kurang dosis.
Menggunakan pipetnya pun tergolong mudah, apalagi gelasnya.
Buat kami para ibu pekerja, akan lebih mengutamakan quality
time daripada quantity time karena memang kami hanya punya waktu yang terbatas,
jadi wajar ketika bersama anak-anak kami akan mengupayakan untuk berusaha
sedekat mungkin.
Oh iya tanggal 22 Desember ini dirayakan sebagai hari Ibu,
maka saya mengucapkan Selamat Hari Ibu bagi seluruh Ibu-Ibu yang berbahagia.
Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang
diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Tempra.
Salam sayang,
























