Selamat Hari Guru Nasional..
Dahulu sekali, banyak yang menyarankan pada saya agar saya menjadi guru saja. Ah jaman kecil dahulu saya memang suka sekali bermain menjadi guru-guruan. Tentu saja saya yang menjadi guru. Menyenangkan sekali, berdiri di depan papan tulis sambil memegang penggaris. Lalu bercerita di depan teman-teman yang saat itu menjadi murid. Rasa-rasanya wajahku yang kalem ini cocok menjadi guru meskipun aslinya galaknya minta ampun, pasti nggak percaya kan kalau aku galak? Cobain gih tanya sama mas suamiku. Hahahha.
Dahulu sekali, banyak yang menyarankan pada saya agar saya menjadi guru saja. Ah jaman kecil dahulu saya memang suka sekali bermain menjadi guru-guruan. Tentu saja saya yang menjadi guru. Menyenangkan sekali, berdiri di depan papan tulis sambil memegang penggaris. Lalu bercerita di depan teman-teman yang saat itu menjadi murid. Rasa-rasanya wajahku yang kalem ini cocok menjadi guru meskipun aslinya galaknya minta ampun, pasti nggak percaya kan kalau aku galak? Cobain gih tanya sama mas suamiku. Hahahha.
Beriring waktu, sedikit demi sedikit saya semakin asyik dengan duniaku sendiri, terutama utak-atik matematika. Bila berhasil menemukan sang x hidup ini terasa sangat bahagia.. la..la..la..
Itulah simpelnya matematika, cukup dengan menemukan x maka dirimu akan menjadi sepintar Galileo. Rasanya saja tapi, kalau aslinya ya tergantung aslinya juga.








