Selamat pagi dari mamak muda yang sedang berusaha menormalkan berat badan kembali ideal!
Barusan aku emang kaget melihat angka di timbangan yang melebihi kadar BB normalku. FYI, BB normalku adalah standar di angka 53-55. Itupun aku sudah terlihat sintal karena memang aku tidak setinggi Song Hye-kyo. Sadar diri lah.
Sebenarnya bukan karena aku iri melihat wanita lain yang lebih langsing, bukan! Aku ngeri sama penyakit yang bersembunyi di timbunan lemak di sekujur pinggang. Dih ngeri lah pokoknya. Soalnya ada kebiasaan buruk yang memang sering aku lakukan saat ini. Aku suka makan malam di atas jam 7 malam dan suka minum teh manis.
Buat orang Jawa, minum teh manis memang sudah menjadi kebiasaan. Minum teh manis ini tidak hanya saat pagi dan sore hari tapi bisa dipastikan sepanjang hari. Mulai bangun tidur sampai terbangun tengah malam juga minumnya teh manis. Padahal teh manis memiliki kalori lebih banyak daripada teh tawar, sehingga bisa menyebabkan kerusakan gigi dan kelebihan berat badan.
Oh no! Aku yang sedari kecil terbiasa minum teh tawar ataupun air putih mulai menyukai kebiasaan orang Jawa ini yang noted adalah suamiku sendiri. Beliau suka minum teh manis dari pagi sampai paginya lagi. Tiada hari tanpa teh manis. Kalau dibilangin, ya gitulah you know what I mean. Udah habit! Alhasil, aku sendiri yang merasakan efek kebanyakan minum teh manis!









