Para Sahabat tau kan akhir-akhir ini saya lagi sering membahas make up? Selain untuk menambah portofolio tulisan “beauty” juga untuk mempersembahkan kecantikan wanita Indonesia yang sesungguhnya, kuning langsat juga sawo matang. Tau kan artinya apaan? Hahaha.
Dipikir-pikir, di antara #bloggerKAH yang paling ganjen soal make up kayaknya aku deh =,= selain karena mereka berdua memang udah cantik naturalist dari sananya, juga kayaknya para suami mereka lebih suka jika para istrinya hanya bersolek untuk suaminya. Sementara suamiku... Beliau suka senyum-senyum sendiri kalau lihat saya udah dandan luama, soalnya di rumah memang tidak pernah pake bedak, sekali pake bedak bisa bahaya.. bisa masuk angin paginya karena habis diserang negara api.. hahahahahhahahahahhha.. Sensor sorry.
Mengenang make up pertama kali itu kayaknya udah dari kecil tahu yang namanya make up, tapi ya begitulah.. Saya diajari make up yang natural dan sering buat sendiri.
Iya buat sendiri.. jadi bukan make up yang bikin wajah kayak denok deblong.
Kalau diingat-ingat, sepertinya pertama kali tahu yang namanya luluran itu pas masih SD. Iyes, masih SD guys, walaupun pas TK sudah tahu yang namanya bedak dan lipstik tapi sebatas buat main-main saja. Tetapi luluran pas SD ini rutin dilakukan seminggu sekali bareng Ibu dan adik lelaki saya. Hahaha, ya kami berdua taunya cuma buat mainan aja sih.
Lulur yang digunakan juga bukan lulur hasil beli, tetapi lulur yang buat sendiri.
Bahan yang dibutuhkan:
- Kunyit
- Minyak goreng
- Tepung beras
- Sedikit air
Cara Penggunaan :
- Tumbuk kunyit sampai rada halus,
- Campurkan kunyit yang telah ditumbuk dengan tepung beras ditambah sedikit air. Bila sudah agak kalis, campurkan dengan minyak goreng sedikit.
- Balurkan ke seluruh tubuh dan gosok perlahan, maka sel-sel kulit mati akan terangkat dengan sendirinya.
Lulur ini lebih alami juga dapat mendekatkan hubungan ibu dan anak. Menyenangkan sekali. Makanya dalam seminggu sekali, kami akan membuat lulur ini. Bisa saja sih memakai kunyit yang sudah berupa bubuk, tetapi hasilnya sedikit kurang puas kalau buat kami.
Selain lulur, saya mulai rutin menggunakan hand body pas jaman SMP. Waktu itu belinya yang Citra sachetan. Namanya anak SMP kan, uang sakunya seberapa dan lagi lulur cuma dipakai di tangan karena anak SMP yang mulai centil khawatir tangannya gosong saat dipakai bersepeda dari sekolah sampai rumah.
Meskipun hand body yang saya pakai saat itu santer dengan rumornya yang menumbuhkan banyak rambut di tubuh pemakai, saya mah tetep nggak peduli, toh udah panjang dari sananya. Hahhaa. Anak centil mah bodho teuing, yang penting wangi dan kulit jadi bersih putih.
Tetapi jaman segitu mah, saya kok udah pinter ya membedakan kulit saya dengan kulit teman-teman lainnya. Saya jarang banget membeli Citra yang pemutih, seringnya beli Citra hand body kuning langsat tapi kayaknya sekarang yang varian itu masih ada nggak sih di pasaran?
Waktu sekolah paling sebatas pelembab, bedak dan hand body kalau ada uang tambahan. Seringnya cuma pelembab dan bedak.
Barulah menginjak kuliah sudah mengenal lips gloss.
Meskipun cilikanku lugu, tapi saya mah seneng karena itu berarti kulit saya masih alami dan aman dari bahan-bahan pembuatan bedak segala macam.
Bila disuruh memilih antara make up yang glamour atau yang naturalis, saya memilih “LIHAT SITUASI DAN KONDISI”, iyalah.. Mosok kalau cuma ke kantor atau pergi belanja pakai make up yang glamour? Atau bahkan kalau pengen ketemu sama temen-temen nggak mungkin juga kan pakai yang glamour? Eh tapi temennya pak suami dulu acara kumpul-kumpul juga pake yang glamour. Ketemu di lain waktu, pas pakai bedak seadanya. Hmm...
Memakai make up glamour atau naturalis, kalau saya sih lebih lihat tempat ya. Wisuda dan pergi kondangan juga tidak mungkin pakai yang naturalis, walaupun waktu wisuda saat itu saya terlihat lebih cantik dengan make up naturalis, hahahha. Iyalah itu request yang ngotot sama salonnya minta make up yang naturalis, udah sampai lepas berapa biji giginya. Hahaha.. nggak ding, yang punya salon ramah kok orang-orangnya.
Kalau para Sahabat Ran, sejak kapan mengenal make up?