Halo semua... Sesuai kesepakatan beberapa bulan yang lalu, kolaborasi bloggerKAH dimajukan tanggal 14. Nah sehubungan dengan bulan suci Ramadhan maka kali ini kami bertiga akan berbagi cerita Ramadhan seputar dunia kami bertiga.
Ramadhan tahun ini alhamdulillah saya masih diberi kesempatan untuk merasakan kehadiran bulan suci kembali tetapi dalam situasi yang berbeda. Bila tahun kemarin puasa saya masih dipenuhi intrik karena menyusui maka tahun ini alhamdulillah saya diberikan kesempatan lagi untuk berpuasa saat hamil dan menyusui. Iya saya memasuki peran keduanya, karena Abang Han belum lepas nenen kendati usianya 30 bulan lebih, hahhaha. Saya nya aja yang belum tega untuk melepas dia, tetapi saya agak terbantu karena Abang Han nenen hanya saat mau tidur, sementara untuk kesehariannya dia sudah memakan segala macam dan meminum segala macam minuman kecuali yang berbau kacang hijau. Entah kenapa, minuman yang satu ini dia sama sekali tidak doyan mencicipinya.
Tips Untuk Ibu Hamil Agar Lancar Puasa
Kemarin malam saat kontrol kehamilan untuk bulan ini, dokter kandungan bertanya pada saya, "Ibu puasa ya? Kok HBnya rendah sekali?" Tentu saja saya menjawab, "Ya sekenanya saja dok, kalau pas kuat puasa ya puasa, kalau nggak ya nggak puasa." Beliau pun mengangguk.
Sementara tips dari dokter, disuruh mengurangi teh manis. Tentu saja tanpa harus disuruh pun, saya sudah mengurangi teh manis entah sejak kapan karena saya tahu teh mempunyai kadar kafein yang walaupun termasuk rendah tetapi mampu membuat bayi gelisah dan kurang tidur. Selain itu, kebetulan maag saya selalu kambuh bila saya terlalu banyak meminum teh manis.
Meskipun HB saya rendah, saya berusaha untuk tetap berpuasa karena selain kurang menyukai hutang yang bertumpuk-tumpuk dari tahun yang lalu, rasanya lebih menyenangkan bila digunakan berpuasa bersama banyak orang.
Maka ini tips untuk ibu hamil agar lancar puasanya.
1| Perhatikan usia kandungan dan juga kesehatan ibu saat akan menjalankan ibadah puasa.
Jangan sampai karena niat beribadah lalu membahayakan bayi yang ada di dalam kandungan ibu. Biasanya para ibu hamil menjalani puasa akan terasa berat saat trimester pertama, itupun bila mengalami gejala mual muntah.
2. Usahakan untuk Memakan Buah Kurma Saat Sahur dan Berpuasa.
Sementara saya sendiri lebih merasakan efek positif setelah meminum jus kurma plus susu.
3. Hindari Makanan Pencetus Alergi juga Pencetus Asam Lambung.
Tidak semua ibu hamil langsung mengalami maag saat meminum teh atau kopi, bahkan makan gorengan pun ada beberapa yang langsung semaput mual muntah. Pelajari tubuh masing-masing, kira-kira makanan seperti apa yang dapat meningkatkan asam lambung. Bila saya sendiri sih, selain menghindari teh dan gorengan, saya juga menghindari makanan yang terlalu asam, contoh Garang Asem yang beli di Jl R Agil Kusumadya kesukaannya MbahKungnya Abang Han. Langsung tepar biasanya ketika habis memakan garang asem tersebut.
 |
| source pic : garnesia.com |
4. Niatkan untuk Mengajak Ibadah si Kecil
Pendidikan anak bisa dimulai sejak dini. Niscaya, anak yang dilatih puasa sejak dalam kandungan insyaAllah akan menjadi anak nerimonan.
Selain itu, puasa sebetulnya baik untuk yang ingin melahirkan bayi dengan berat badan yang tidak terlalu besar. Percayalah, membesarkan berat badan bayi itu lebih baik ketika dia sudah lahir daripada ketika di dalam kandungan 😁
Alasan Ibu Hamil Perlu Membatalkan Puasa
Alhamdulillah selama 17 hari di Bulan Ramadan ini, sudah 2 hari saya membatalkan puasa. Meskipun HB saya rendah dan sering mengalami pusing tetapi terkadang saya tetap memaksakan untuk berpuasa sekiranya saya sanggup. Tetapi ada beberapa alasan yang harus membatalkan puasa bagi Ibu hamil dan menyusui. Islam itu agama yang Rahmatan Lil alamin, jadi Islam memang memberi kemudahan bagi ibu hamil dan menyusui untuk tidak berpuasa. Alasan-alasan yang perlu bagi kita ibu hamil dan menyusui untuk segera membatalkan puasa adalah:
1. Bila pusing berlebihan yang sangat mengganggu aktivitas ibu. Bisa jadi ini disebabkan karena asupan gula darah dalam tubuh kurang berjalan secara maksimal sehingga oksigen kurang mengalir secara lancar. Keadaan yang seperti ini memerlukan untuk membatalkan puasa, dan tahapan pusing yang seperti apa, hanya ibu hamil yang mengetahuinya.
2. Mual muntah yang berlebihan. Mual muntah secara tidak sengaja memang tidak membatalkan puasa, tetapi biasanya setelah mengalami mual muntah, ibu hamil akan semakin lemas tidak berdaya. Ada baiknya ibu hamil juga membatalkan puasa bila dirasa terasa sangat lemah.
3. Urine menjadi sangat pekat dan berwarna kekuningan. Urine yang pekat menandakan bahwa tubuh mengalami dehidrasi sehingga diperlukan cairan yang banyak untuk menunjang kandungan yang sedang dikandung. Jangan sampai hanya karena ingin bertahan, lalu melupakan cairan yang diperlukan si kecil di dalam kandungan.
Pengganti Puasa yang Batal Bagi Ibu Hamil
Maka dari itu, Islam yang memberikan keringan juga memberikan solusi untuk ibu hamil dan menyusui yang terpaksa membatalkan puasanya. Kemarin saya dikirimi teman saya gambar ini, tetapi mohon maaf saya belum ketemu sumber aslinya. Sepertinya sih sudah tercantum di bawah ya.
Kehamilan saya yang ini, karena saya mengkhawatirkan diri saya sendiri dan juga janin saya maka hutang puasa 2 hari yang lalu seharusnya saya bayar melalui fidyah juga mengganti puasa di lain hari karena memang menggantinya untuk 2 orang.
Saya juga sempat berdiskusi dengan suami setelah mendapat sharing berita di grup RT tentang suatu badan yang menawarkan untuk penerimaan zakat dan fidyah. Tetapi sayangnya di situ tercantum bagi yang ingin membayar fidyah adalah dengan membayar 30ribu/hari. Wah seingat saya jaman sekolah, fidyah itu dibayarkan dengan beras. Memang sih uang memudahkan tetapi juga memberatkan bagi yang uangnya sak uprit. Seharusnya Islam itu memudahkan bukan memberatkan. Maka pak suami membuka kembali buku-buku beliau dan menjelaskan bahwa fidyah dibayar 6,7 ons/hari. Mohon koreksi jika salah. Tingal dikalikan berapa hari hutang puasa yang harus dibayar dengan fidyah.
Berbeda dengan keadaan ibu menyusui, tinggal siapa yang dikhawatirkan. Tentang dirinya sendiri atau bersama dengan bayinya juga. Setahun yang lalu, baby Han sebetulnya tidak masalah ketika saya berpuasa tetapi sayanya langsung tepar setelah menyusui dia ketika pulang kerja. Maka saat itu saya mengkhawatirkan diri saya sendiri dan saya cukup mengganti puasa di lain hari yang entah kapan bisa terbayar kembali mengingat tahun ini akan melahirkan dan insyaAllah menyusui kembali. Mohon doakan kami ya teman-teman agar bisa menjalani kesemua proses alami ini.
Semoga teman-teman yang sedang menjalani puasa juga dilancarkan ya, dan bila terpaksa membatalkan, semoga dimudahkan juga dalam membayar hutang puasanya nanti.
Selamat berpuasa.