Tampilkan postingan dengan label bloggerKAH. Tampilkan semua postingan

10 Before 40!


Tujuh tahun lagi dari saat aku menulis sekarang, aku akan berusia 40! Wow! Time so fast. Perasaan baru kemarin merid, melahirkan, lalu melahirkan lagi. Ternyata, waktu tidak selambat jam Cinderella saat berdansa dengan pangeran!

Pernah tidak, terbayang saat sudah menginjak usia 40 tahun akan seperti apa kita ini. Udah deh, nggak usah muluk-muluk bayangin kita akan jadi seperti apa nanti. 

Sebenarnya, saat perempuan berusia 40 tahun, perempuan sedang ranum-ranumnya. Kebijaksanaan sudah dikantongin, kemapaman insya Allah sudah digenggam. What to do now?

Yuk bikin bucket list to do before 40!

4 Gamis Terfavorit!

https://www.ranirtyas.com/2019/03/4-gamis-terfavorit.html

Assalamu alaikum!

Lebaran sebentar lagi! Lebaran sebentar lagi! Eh kok malah mikir lebaran! Harusnya kan mikir puasa dulu. Kamu udah lunas belum hutang puasanya? Aku sendiri sih baru berusaha nyicil tunggakan hutang puasa. Doakan ya semoga segera lunas.

Ngomongin lebaran, kita pasti udah sering banget lihat beredar banyak foto-foto gamis bertebaran. Udah beli gamis berapa? #eh

My Simple Love


https://www.ranirtyas.com/2019/02/my-simple-love.html

Lagi-lagi, handuk basah diletakkan begitu saja di atas kasur! Ngeselin. Selalu begitu dan selalu saja lupa untuk mengembalikan ke tempat sedia kala. Belum lagi, kaos yang habis dipakai juga diletakkan di atas kasur. Alih-alih menggantung di tempat gantungan baju atau dimasukkan ke tempat cucian, pak suami selalu mencari alasan agar bisa meletakkan baju habis pakai di atas kasur.

Masya Allah wanginya..

Jangan ditanya lagi. Bisa pingsan nanti.

5 Kebahagiaan di Tahun 2018

https://www.ranirtyas.com/2019/01/5-kebahagiaan-di-tahun-2018.html

Anyeong!

Alhamdulillah sudah tanggal keempat bulan Januari 2019. And eight month again, I will be 33!!

Masya Allah, kusyudah tua sekali..

Umur 33 sepertinya Ibuku sudah punya rumah sendiri, aku kapan? Krik.. Krik.. Krik..

Itulah mengapa, aku kadang malas memikirkan resolusi besar! Lha partnernya aja aras-arasen. Mending resolusi yang ada di depan mata aja ya!

And lagi, aku bukan tipikal orang yang bikin resolusi jangka panjang. Apa yang ada di pikiranku untuk 3 bulan ke depan, itulah yang akan aku lakukan.

Tahun kemarin saja, di pertengahan tahun 2018 aku tiba-tiba membuat resolusi yang berbeda dari biasanya. Aku ingin punya buku sendiri! Raketang buku bareng-bareng, wuahahahha.

Eits, malah spoiler.

7 Cara Meningkatkan kecerdasan Emosi Balita


Apa yang sebetulnya diperlukan dalam hidup? Sukses dan Bahagia!

Ya atau iya?

Ternyata menurut ilmu yang kami peroleh di kelas Bunda Sayang kemarin, untuk dapat meraih kesuksesan dan kebahagiaan dalam hidup diperlukan KECERDASAN HIDUP.

Sementara itu, kecerdasan hidup terbagi menjadi 4 kecerdasan yaitu:

Kecerdasan Spiritual ( Spiritual Intelligence)

Kemampuan untuk mengenal Allah dan memahami posisinya sebagai hamba Allah. Inilah yang disebut dalam agama sebagai fitrah keimanan.

Kecerdasan Intellectual (Intellectuall Quotient / IQ)

Merupakan kemampuan untuk menalar, perencanaan sesuatu, kemampuan memecahkan masalah, belajar memahami gagasan, berfikir, penggunaan bahasa dan lainnya.

Di blog ini sudah pernah saya bahas ya sebelumnya, bahwa kecerdasan manusia itu ada 8 macam. Nah yang aku maksudkan ternyata kesemuanya itu termasuk kecerdasan intellectual.

Hal yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Personil BloggerKAH

Anyeong chingu.. Beberapa tahun ini kalau kamu ngikutin tulisan dan SNS media sosial aku, terkadang aku kan share tuh beberapa postingan kolaborasi #BloggerKAH, pasti kamu udah bosen denger saking seringnya kami berkolaborasi setiap bulannya. Pada penasaran nggak sih karakter personil girlband bloggerKAH?

Coba bayangin aja nih kamu melihat spesies anjing, maka bisa dibilang karakter kami bertiga bloggerKAH yang mirip jenis-jenis anjing adalah

Mbak Widi Utami: Chihuahua
Mbak Arinta Adiningtyas: Golden Retriever
Mbak Rani R Tyas: Siberian Husky


Lha kok punya Mbak Rani yang anu sendiri? Suka-suka aku lah.! Hahaha. Kurang lebih gambaran karakter kami itu ya begitu, nah buat kamu yang ingin lebih jelas tentang mereka berdua, check this out! Semoga penafsiranku dan penghayatanku agak sedikit benar ya.

Hal yang perlu kamu ketahui tentang Mbak Arinta Adiningtyas


Pertama kali mengetahui ada sosok Mbak Arin itu tentu saja di Arisan Grup BP. Hahaha, eh bukan dink, sebelumnya pernah beberapa kali mampir di blog suwungnya Mbak Arin yang mana pemilihan temanya waktu itu belum secerah saat ini.

9 Amalan di Bulan Ramadan yang Bisa Dilakukan Saat Haid


Marhaban ya Ramadan!

Satu per satu pesan masuk ke dalam handphone, banyak yang bermaaf-maafan, banyak juga yang sekedar mengucapkan selamat menyambut bulan Ramadan. Alhamdulillah semoga kita diberi kenikmatan untuk mengejar kesempatan meraih pahala sebanyak-banayaknya di Ramadan yang akan jatuh bulan depan.

Apakah yang sudah kamu persiapkan?

Beli mukena dan gamis baru? go to the hell!!

Bobo, Dahulu, Kini dan Nanti akan Menjadi Buku Favorit

Literasi anak jaman kecilku dulu memang tidak digaungkan seperti sekarang ini, bahkan bisa dibilang literasi anak-anak pada jaman dahulu terbatas pada buku perpustakaan sekolah atau majalah anak-anak.

Meskipun demikian, aku merasa kehidupan anak-anak pada jaman kami tidak kalah bahagianya dibandingkan anak-anak jaman now yang bukunya harus beli sepaket dengan harga jutaan. Bahkan banyak yang rela antri arisan demi mendapatkan buku sepaket lengkat dengan e-pennya.

Sementara buatku sendiri majalah anak-anak terfavorit dan terus melegenda hingga kini adalah Bobo.

Berdagang, Passion atau Kebutuhan?

Awalnya aku memang bukan pedagang, bahkan sekarang pun belum bisa dikatakan pedagang tapi mungkin DNA ku mengandung darah seorang pedagang sehingga entah mengapa setiap aku cuma iseng mengupload dagangan, ada saja yang berkomentar dan tertarik dengan dagangan.

Suami yang paling bersemangat belanja dagangan kalau ada yang menanyakan padaku soal dagangan kami. Kalau aku sih, ada ya dikirim, nggak ada ya dicancel aja.

Slow aja sih.. Emang kurang niat juga kan jualannya.

Ekspektasi vs Realita Kehidupan Setelah Menikah


Pernah nggak ngebayangin seperti apa rasanya jadi seorang Ibu waktu masih gadis dulu. Setidaknya angan-angan akan seperti ini kehidupan setelah menikah.

Entah apa yang ada di benak Mbak Widi Utami dan Mbak Arinta Adiningtyas juga ya.

Aku dulu kok jarang banget ya mikirin kehidupan setelah menikah nanti, lha angan-angan menikah aja embuh-embuhan (translate: tidak jelas) karena hidupku terlalu berharga untuk menikah muda, pikirku waktu itu. Hahaha.

Flash Fiction - Ibu Hajah

"Assalamu alaikum Bu Hajah, saya mau menjual barang ini barangkali ibu berminat." Ujarku pada tetangga baru yang menetap di rumah paling mewah tepat berada di ujung komplek ini.

Pembawaannya yang tenang seraya menghitung sebuah angka di kalkulatornya tetapi tetap santun menyambutku di bilik rumah yang tertutup tirai kerei bambu sehingga cahaya matahari sayup-sayup menyapa kami saat itu.

Sesekali sambil menghitung sesuatu, tampak sekilas dari balik lengan bajunya bergelantungan gelang-gelang emas berhiaskan mahkota berlian.

Seraya menunggunya menyelesaikan perhitungan, sesekali aku menatap sekeliling tembok rumah yang dihiasi oleh pernak-pernik kaligrafi, tak lupa aku tertegun dengan gambar Ka’bah yang terurai indah dibingkai berkeliling warna keemasan. Belum lagi ayat kursi yang terukir di sebuah kulit binatang dan lagi-lagi dibingkai di bingkai dinding berukuran 100x50 sentimeter.

Seorang anak perempuan berjilbab manis keluar dari dalam membawakan segelas air dingin dan menawarkan kepadaku, “Maaf ya Mbak, seadanya di dapur.”

“Ah ya Allah merepotkan sekali.”

Gadis manis itu menggeleng dan tersenyum lalu meninggalkan kami di teras.

“Astagfirullah mbak, maaf ya mbak menunggu lama. Mbak Tanti ini tetangga saya ya? Bagaimana mbak, njenengan punya dagangan apa?” sapanya sopan.

Pembicaraan kami berlangsung lumayan lama, tiba-tiba suami beliau datang menyapa kami.

“Wah umi, sudah punya teman baru di sini ya.”

Batinku pun berpikir keras, sungguh keluarga yang agamis sekali, bahkan sapaannya pun Umi dan Abi. Memang agama bisa membawa sesuatu kedamaian, sampai tingkah laku pun sangat sopan. Saya pun teringat dengan ajakan ibu-ibu komplek untuk bersilahturahim ke tetangga yang lain karena beliau akan berangkat haji bulan ini.

“Bu Hajah mau ikut bareng kami ibu-ibu komplek sini tidak? Kami rencananya akan bersilahturahim bareng-bareng ke rumah Ibu Sulis karena beliau mau berangkat haji tanggal 22 Agustus nanti.”

Tanpa babibu, Bu Hajah ternyata mengiyakan ajakanku.

“Boleh-boleh mbak, memang tugas kita seraya muslim jika ada saudara kita yang mendapat panggilan untuk berangkat ke rumah Allah adalah untuk mendoakannya juga. Siapa tahu kita mendapat berkah dan mendapat panggilan berangkat berikutnya.”

“Aamiin bu, saya juga pengen berangkat ke sana suatu hari nanti, tapi sekarang nabung niat dulu, hihihi” sahutku malu-malu mengucapkan ini.

“Saya juga mbak, semoga tahun depan bisa beneran berangkat dan mendapatkan haji yang mabrur.”

Dengan polosnya, aku malah menanyakan “Lho Bu Hajah baru berangkat tahun depan? Berangkat untuk kali ke berapa Bu?”

“Apa sih mbak ini, kami baru berangkat pertama kali mbak.”

Sambil meminum air dingin yang sudah tak dingin lagi, saya meneguk air mineral itu sambil kebingungan.

“Lho tapi nuwun sewu, kok orang-orang pada manggilnya Bu Hajah?”

“Hahaha, jadi mbak ini mengira saya dipanggil Bu Hajah karena sudah haji? Nama Saya memang Hajah mbak, Laelatul Hajah.”

422 kata
Flash Fiction

Baca punya BloggerKAH
Mbak Arinta Adiningtyas - Korban Mitos Tentang Jodoh
Mbak Widi Utami - FF | Ceret Merah Kekinian

Dear Abang Han yang Akan Segera Menjadi Kakak

Dear anakku, Abang Han.

November nanti, 3 tahun yang lalu Ibu yang berkutat dengan induksi yang dijejalkan terus menerus setiap jamnya karena pembukaan terasa sangat lambat dan air ketuban terus menerus mengalir deras, hanya bertujuan agar bayinya cepat membuka jalan lahir.

Andai saja waktu itu Ibu sudah mempelajari segalanya, andai Ibu ilmunya sudah setingkat lebih maju tentu Ibu akan berjuang sampai titik darah penghabisan karena anggapan orang-orang di sekitar kita saat itu melahirkan secara sectio operation adalah ibu yang kurang mau berjuang untuk anaknya, ibu yang tidak kuat menahan sakit.

Andai saja mereka tahu Bang, apa yang ibu rasakan waktu itu. Ibu hanya khawatir air ketuban akan habis sebelum masanya tiba dan bayi Ibu akan mengalami infeksi. Naudzubillah min dzalik. Sayangnya mereka hanya bisa membully Ibu tanpa mau menunggui Ibu saat berada di ranjang pesakitan saat itu.

Seharusnya ranjang itu tidak menjadi ranjang pesakitan, karena melahirkan adalah proses alami yang otomatis akan direspon tubuh wanita penuh cinta untuk anak-anaknya. Tetapi ketakutan Ibu akan dibully mengalihkan segalanya.

 Abang Han saat newborn


Belum selesai saat itu, Ibu yang berada di kamar pemulihan pasca operasi dianggap tidak penting karena mereka hanya ingin melihat bayinya, bukan ibunya. Suamiku bahkan tidak tahu cerita ini sampai kutuliskan di sini. Nyesek? Sudah biasa. Aku sudah terbiasa dibully bahkan sejak sebelum hamil, mungkin memang aku pantas dibully.

Luka pasca operasi yang masih nyeri kalau dibuat berjalan, duduk atau bahkan jongkok, Ibu harus sudah mendengar bujukan lagi agar Bapakmu segera mengajak kita pulang, agar biaya Rumah Sakit tidak membengkak banyak. Bahkan tidak ada yang tahu, bahwa biaya rumah sakit ditanggung oleh Ibu sendiri saat itu. 

Aaah.. Rasanya nanti.. Ingin melahirkan diam-diam saja, tidak perlu dikunjungi saat kami masih berada di rumah sakit bersalin. Aku tidak sakit jadi tidak usah dijenguk dan pasti kami akan berbagi kebahagiaan saat sudah di rumah saja. Sementara di rumah sakit, biarkan kami memulihkan diri dulu, baik secara fisik maupun psikis. Biarkan kami membagi kebahagiaan saat kami sudah siap berbagi, iya kan Abang Han?

Sekarang, Ibu tidak mau jadi korban pembullyan lagi, setidaknya Ibu harus berani maju. Maju untuk keselamatan dan kenyamanan kita Nang.

Ibu ingin berjuang lagi nanti, 2 bulan lagi. Ibu minta doamu Nang. Bukan melalui sectio operation lagi tapi melalui vaginal birth agar kita bisa bersama berada di ruang kelas no 1. Ibu ingin saat dirimu menjenguk adikmu yang baru saja lahir berada di ruang yang nyaman, yang tidak terganggu oleh keluarga pasien lain. Pengalaman saat melahirkanmu, Ibu sama sekali tidak terganggu dengan pasien yang berada di kasur sebelah tapi justru sama keluarganya. Tiba-tiba keluarganya menjadi pedekate dengan kami saat itu, bersikap sangat ramah seakan-akan dia adalah salah satu keluarga kita juga. Tantenya terus mengejar kita sampai ke rumah, karena ternyata dia adalah agen asuransi. Haaah kampret bener ya Nang.

Sebetulnya jika bisa menunda kelahiran untuk adikmu, Ibu ingin menundanya barang 1 atau 2 tahun lagi. Saat dirimu sudah agak dewasa dan siap untuk menerima kelahiran adik, tapi melihatmu yang begitu sayang dengan calon adikmu, sepertinya Ibu tidak perlu was-was lagi karena Ibu yakin Abang Han pasti akan menyayangi adiknya begitu juga dengan adik akan menyayangi abangnya.

Cinta Ibu bulat utuh untuk kalian berdua, tanpa harus terbagi sedikitpun karena kalian berdua adalah semangat Ibu dan bukti bahwa cinta itu buta, bahkan sebelum Ibu bertemu dengan kalian.

Tetap sehat anak-anakku dan tetaplah saling menyayangi sesama kalian.

Salam sayang,
Ibu Rani R Tyas

***

Bulan ini bulan istimewa bagi #bloggerKAH karena bulan ini bertepatan dengan hari anak Nasional yang akan jatuh nanti tanggal 23 Juli, makanya kami sepakat untuk menuliskan curhatan kami untuk anak-anak kami. 

Simak yuk cerita Mbak Arin untuk Mas Amay dan

Tips Untuk Ibu Hamil Agar Lancar Berpuasa

Halo semua... Sesuai kesepakatan beberapa bulan yang lalu, kolaborasi bloggerKAH dimajukan tanggal 14. Nah sehubungan dengan bulan suci Ramadhan maka kali ini kami bertiga akan berbagi cerita Ramadhan seputar dunia kami bertiga.

Ramadhan tahun ini alhamdulillah saya masih diberi kesempatan untuk merasakan kehadiran bulan suci kembali tetapi dalam situasi yang berbeda. Bila tahun kemarin puasa saya masih dipenuhi intrik karena menyusui maka tahun ini alhamdulillah saya diberikan kesempatan lagi untuk berpuasa saat hamil dan menyusui. Iya saya memasuki peran keduanya, karena Abang Han belum lepas nenen kendati usianya 30 bulan lebih, hahhaha. Saya nya aja yang belum tega untuk melepas dia, tetapi saya agak terbantu karena Abang Han nenen hanya saat mau tidur, sementara untuk kesehariannya dia sudah memakan segala macam dan meminum segala macam minuman kecuali yang berbau kacang hijau. Entah kenapa, minuman yang satu ini dia sama sekali tidak doyan mencicipinya.

Tips Untuk Ibu Hamil Agar Lancar Puasa


Kemarin malam saat kontrol kehamilan untuk bulan ini, dokter kandungan bertanya pada saya, "Ibu puasa ya? Kok HBnya rendah sekali?" Tentu saja saya menjawab, "Ya sekenanya saja dok, kalau pas kuat puasa ya puasa, kalau nggak ya nggak puasa." Beliau pun mengangguk.

Sementara tips dari dokter, disuruh mengurangi teh manis. Tentu saja tanpa harus disuruh pun, saya sudah mengurangi teh manis entah sejak kapan karena saya tahu teh mempunyai kadar kafein yang walaupun termasuk rendah tetapi mampu membuat bayi gelisah dan kurang tidur. Selain itu, kebetulan maag saya selalu kambuh bila saya terlalu banyak meminum teh manis.

Meskipun HB saya rendah, saya berusaha untuk tetap berpuasa karena selain kurang menyukai hutang yang bertumpuk-tumpuk dari tahun yang lalu, rasanya lebih menyenangkan bila digunakan berpuasa bersama banyak orang.

Maka ini tips untuk ibu hamil agar lancar puasanya.

1| Perhatikan usia kandungan dan juga kesehatan ibu saat akan menjalankan ibadah puasa. 


Jangan sampai karena niat beribadah lalu membahayakan bayi yang ada di dalam kandungan ibu. Biasanya para ibu hamil menjalani puasa akan terasa berat saat trimester pertama, itupun bila mengalami gejala mual muntah.

2. Usahakan untuk Memakan Buah Kurma Saat Sahur dan Berpuasa. 


Sementara saya sendiri lebih merasakan efek positif setelah meminum jus kurma plus susu.


3. Hindari Makanan Pencetus Alergi juga Pencetus Asam Lambung.

Tidak semua ibu hamil langsung mengalami maag saat meminum teh atau kopi, bahkan makan gorengan pun ada beberapa yang langsung semaput mual muntah. Pelajari tubuh masing-masing, kira-kira makanan seperti apa yang dapat meningkatkan asam lambung. Bila saya sendiri sih, selain menghindari teh dan gorengan, saya juga menghindari makanan yang terlalu asam, contoh Garang Asem yang beli di Jl R Agil Kusumadya kesukaannya MbahKungnya Abang Han. Langsung tepar biasanya ketika habis memakan garang asem tersebut.

source pic : garnesia.com

4. Niatkan untuk Mengajak Ibadah si Kecil


Pendidikan anak bisa dimulai sejak dini. Niscaya, anak yang dilatih puasa sejak dalam kandungan insyaAllah akan menjadi anak nerimonan.

Selain itu, puasa sebetulnya baik untuk yang ingin melahirkan bayi dengan berat badan yang tidak terlalu besar. Percayalah, membesarkan berat badan bayi itu lebih baik ketika dia sudah lahir daripada ketika di dalam kandungan 😁

Alasan Ibu Hamil Perlu Membatalkan Puasa


Alhamdulillah selama 17 hari di Bulan Ramadan ini, sudah 2 hari saya membatalkan puasa. Meskipun HB saya rendah dan sering mengalami pusing tetapi terkadang saya tetap memaksakan untuk berpuasa sekiranya saya sanggup. Tetapi ada beberapa alasan yang harus membatalkan puasa bagi Ibu hamil dan menyusui. Islam itu agama yang Rahmatan Lil alamin, jadi Islam memang memberi kemudahan bagi ibu hamil dan menyusui untuk tidak berpuasa. Alasan-alasan yang perlu bagi kita ibu hamil dan menyusui untuk segera membatalkan puasa adalah:

1. Bila pusing berlebihan yang sangat mengganggu aktivitas ibu. Bisa jadi ini disebabkan karena asupan gula darah dalam tubuh kurang berjalan secara maksimal sehingga oksigen kurang mengalir secara lancar. Keadaan yang seperti ini memerlukan untuk membatalkan puasa, dan tahapan pusing yang seperti apa, hanya ibu hamil yang mengetahuinya.

2. Mual muntah yang berlebihan. Mual muntah secara tidak sengaja memang tidak membatalkan puasa, tetapi biasanya setelah mengalami mual muntah, ibu hamil akan semakin lemas tidak berdaya. Ada baiknya ibu hamil juga membatalkan puasa bila dirasa terasa sangat lemah.

3. Urine menjadi sangat pekat dan berwarna kekuningan. Urine yang pekat menandakan bahwa tubuh mengalami dehidrasi sehingga diperlukan cairan yang banyak untuk menunjang kandungan yang sedang dikandung. Jangan sampai hanya karena ingin bertahan, lalu melupakan cairan yang diperlukan si kecil di dalam kandungan.


Pengganti Puasa yang Batal Bagi Ibu Hamil


Maka dari itu, Islam yang memberikan keringan juga memberikan solusi untuk ibu hamil dan menyusui yang terpaksa membatalkan puasanya. Kemarin saya dikirimi teman saya gambar ini, tetapi mohon maaf saya belum ketemu sumber aslinya. Sepertinya sih sudah tercantum di bawah ya.



Kehamilan saya yang ini, karena saya mengkhawatirkan diri saya sendiri dan juga janin saya maka hutang puasa 2 hari yang lalu seharusnya saya bayar melalui fidyah juga mengganti puasa di lain hari karena memang menggantinya untuk 2 orang.

Saya juga sempat berdiskusi dengan suami setelah mendapat sharing berita di grup RT tentang suatu badan yang menawarkan untuk penerimaan zakat dan fidyah. Tetapi sayangnya di situ tercantum bagi yang ingin membayar fidyah adalah dengan membayar 30ribu/hari. Wah seingat saya jaman sekolah, fidyah itu dibayarkan dengan beras. Memang sih uang memudahkan tetapi juga memberatkan bagi yang uangnya sak uprit. Seharusnya Islam itu memudahkan bukan memberatkan. Maka pak suami membuka kembali buku-buku beliau dan menjelaskan bahwa fidyah dibayar 6,7 ons/hari. Mohon koreksi jika salah. Tingal dikalikan berapa hari hutang puasa yang harus dibayar dengan fidyah.

Berbeda dengan keadaan ibu menyusui, tinggal siapa yang dikhawatirkan. Tentang dirinya sendiri atau bersama dengan bayinya juga. Setahun yang lalu, baby Han sebetulnya tidak masalah ketika saya berpuasa tetapi sayanya langsung tepar setelah menyusui dia ketika pulang kerja. Maka saat itu saya mengkhawatirkan diri saya sendiri dan saya cukup mengganti puasa di lain hari yang entah kapan bisa terbayar kembali mengingat tahun ini akan melahirkan dan insyaAllah menyusui kembali. Mohon doakan kami ya teman-teman agar bisa menjalani kesemua proses alami ini.

Semoga teman-teman yang sedang menjalani puasa juga dilancarkan ya, dan bila terpaksa membatalkan, semoga dimudahkan juga dalam membayar hutang puasanya nanti.

Selamat berpuasa.

Belajar Kesabaran dari Widi Utami

Setahun lebih saya baru mengenal Widi Utami atau kami biasa memanggilnya Mbak Widut tetapi rasanya sudah mengenal berpuluh-puluh tahun. Semoga persahabatan kita bertahan sampai sehidup sesurga ya. Perkenalan dengannya memang berkat Arisan Link Grup Blogger Perempuan V. Bahkan di awal, saya menerawangnya sebagai sosok yang galak padahal aslinya orangnya memang sedikit galak tapi lebih banyak mellow, hahaha *mulai buka aib*.

Mengenal Make Up Pertama Kali

Para Sahabat tau kan akhir-akhir ini saya lagi sering membahas make up? Selain untuk menambah portofolio tulisan “beauty” juga untuk mempersembahkan kecantikan wanita Indonesia yang sesungguhnya, kuning langsat juga sawo matang. Tau kan artinya apaan? Hahaha.

Dipikir-pikir, di antara #bloggerKAH yang paling ganjen soal make up kayaknya aku deh =,= selain karena mereka berdua memang udah cantik naturalist dari sananya, juga kayaknya para suami mereka lebih suka jika  para istrinya hanya bersolek untuk suaminya. Sementara suamiku... Beliau suka senyum-senyum sendiri kalau lihat saya udah dandan luama, soalnya di rumah memang tidak pernah pake bedak, sekali pake bedak bisa bahaya.. bisa masuk angin paginya karena habis diserang negara api.. hahahahahhahahahahhha.. Sensor sorry.

Baca Juga Punya Mbak Widi Utami : Ketika Suami Tak Berkenan Istri Bermakeup Riahttp://widiutami.com/ketika-suami-tidak-berkenan-istri-ber-make-ria.html
Mbak Arinta Adiningtyas

Mengenang make up pertama kali itu kayaknya udah dari kecil tahu yang namanya make up, tapi ya begitulah.. Saya diajari make up yang natural dan sering buat sendiri.

Iya buat sendiri.. jadi bukan make up yang bikin wajah kayak denok deblong.

Kalau diingat-ingat, sepertinya pertama kali tahu yang namanya luluran itu pas masih SD. Iyes, masih SD guys, walaupun pas TK sudah tahu yang namanya bedak dan lipstik tapi sebatas buat main-main saja. Tetapi luluran pas SD ini rutin dilakukan seminggu sekali bareng Ibu dan adik lelaki saya. Hahaha, ya kami berdua taunya cuma buat mainan aja sih.

Lulur yang digunakan juga bukan lulur hasil beli, tetapi lulur yang buat sendiri.

Bahan yang dibutuhkan:

  • Kunyit
  • Minyak goreng
  • Tepung beras
  • Sedikit air

Cara Penggunaan :

  1. Tumbuk kunyit sampai rada halus,
  2. Campurkan kunyit yang telah ditumbuk dengan tepung beras ditambah sedikit air. Bila sudah agak kalis, campurkan dengan minyak goreng sedikit.
  3. Balurkan ke seluruh tubuh dan gosok perlahan, maka sel-sel kulit mati akan terangkat dengan sendirinya.

Lulur ini lebih alami juga dapat mendekatkan hubungan ibu dan anak. Menyenangkan sekali. Makanya dalam seminggu sekali, kami akan membuat lulur ini. Bisa saja sih memakai kunyit yang sudah berupa bubuk, tetapi hasilnya sedikit kurang puas kalau buat kami.

Selain lulur, saya mulai rutin menggunakan hand body pas jaman SMP. Waktu itu belinya yang Citra sachetan. Namanya anak SMP kan, uang sakunya seberapa dan lagi lulur cuma dipakai di tangan karena anak SMP yang mulai centil khawatir tangannya gosong saat dipakai bersepeda dari sekolah sampai rumah.

http://www.ranirtyas.com/2017/05/mengenal-make-up-pertama-kali.html

Meskipun  hand body yang saya pakai saat itu santer dengan rumornya yang menumbuhkan banyak rambut di tubuh pemakai, saya mah tetep nggak peduli, toh udah panjang dari sananya. Hahhaa. Anak centil mah bodho teuing, yang penting wangi dan kulit jadi bersih putih.

Tetapi jaman segitu mah, saya kok udah pinter ya membedakan kulit saya dengan kulit teman-teman lainnya. Saya jarang banget membeli Citra yang pemutih, seringnya beli Citra hand body kuning langsat tapi kayaknya sekarang yang varian itu masih ada nggak sih di pasaran?

Waktu sekolah paling sebatas pelembab, bedak dan hand body kalau ada uang tambahan. Seringnya cuma pelembab dan bedak.

Barulah menginjak kuliah sudah mengenal lips gloss.

Meskipun cilikanku lugu, tapi saya mah seneng karena itu berarti kulit saya masih alami dan aman dari bahan-bahan pembuatan bedak segala macam.

Bila disuruh memilih antara make up yang glamour atau yang naturalis, saya memilih “LIHAT SITUASI DAN KONDISI”, iyalah.. Mosok kalau cuma ke kantor atau pergi belanja pakai make up yang glamour? Atau bahkan kalau pengen ketemu sama temen-temen nggak mungkin juga kan pakai yang glamour? Eh tapi temennya pak suami dulu acara kumpul-kumpul juga pake yang glamour. Ketemu di lain waktu, pas pakai bedak seadanya. Hmm...

Memakai make up glamour atau naturalis, kalau saya sih lebih lihat tempat ya. Wisuda dan pergi kondangan juga tidak mungkin pakai yang naturalis, walaupun waktu wisuda saat itu saya terlihat lebih cantik dengan make up naturalis, hahahha. Iyalah itu request yang ngotot sama salonnya minta make up yang naturalis, udah sampai lepas berapa biji giginya. Hahaha.. nggak ding, yang punya salon ramah kok orang-orangnya.

http://www.ranirtyas.com/2017/05/mengenal-make-up-pertama-kali.html

Kalau para Sahabat Ran, sejak kapan mengenal make up?

Review Buku Anak : Halo Balita KDA Semut dan Nabi Sulaiman

Hai semuanya.. Sekarang ini tanggal 19 berarti waktunya bloggerKAH beraksi mengeluarkan jurus pamungkas *halah* Sebetulnya tema bulan ini saya meminta khusus pada para sahabat saya agar membahas tema yang ringan-ringan saja karena saya masih mabok sampai tulisan ini launching. Tadinya mau bikin.. ah rahasia.. hahahha..

Makanya karena kami bertiga kebetulan penggemar buku hardcover untuk anak-anak kami, jadinya kami ingin membahas buku anak favorit kami.

baca punya Widi Utami : Beri Si Beruang

Antara Mantan dan Sahabat

http://www.ranirtyas.com/2017/02/antara-mantan-dan-sahabat.html

Haloo semuaaa.. Ini tanggal 19 kan? Saatnya memunculkan tulisan kolaborasi nan absurb bersama bloggerKAH. Beberapa waktu yang lalu entah kenapa Mbak Wiwit selalu membahas tentang mantan, padahal status yang ditulis Mbak Widut saat itu bukan tentang mantan. Akhirnya kami bertiga sepakat membuat tulisan tentang mantan versi masing-masing. Walaupun kami bertiga adalah gambaran versi gadis pesantren kilat yang tidak mengenal pacaran, hahahaha.

Juga punya Mbak Widut tentang bersahabat dengan mantannya pasangan

Sebetulnya bahasan Blogger KAH kali ini seru banget.. Tapi miris nulisnya, takut dibaca mas suami. Hahahhaa. Dari 10 orang yang berada di Indonesia pasti sekitar 8 orang sudah pernah merasakan yang namanya pacaran. Entah itu yang namanya pacaran monyet, pacaran biasa aja sampai pacaran di luar batas. Naudzubillah min dzalik.

Saya?

Memanggil dan Mengingat Memori Jangka Panjang

http://www.ranirtyas.com/2017/01/memanggil-dan-mengingat-memori-jangka-panjang.html

Ingatan manusia pada dasarnya dimiliki oleh setiap manusia. Kecuali untuk kasus orang dengan amnesia (kehilangan ingatan). Hanya saja ingatan itu sebenarnya terbagi-bagi oleh beberapa jenis ingatan. Beberapa orang masih mengingat kenangan kecil mereka tetapi sedasar apakah ingatan itu mendasar pada ingatan manusia. Bahkan ingatan memberi manusia kemampuan mengingat masa lalu, dan perkiraan pada masa depan.

Ingatan merupakan kumpulan reaksi elektrokimia yang rumit yang diaktifkan melalui beragam saluran indrawi dan disimpan dalam jaringan syaraf yang sangat rumit dan unik di seluruh bagian otak. Ingatan yang sifatnya dinamis ini terus berubah dan berkembang sejalan dengan bertambahnya informasi yang disimpan.

Jadi, mengingat itu adalah proses kerja otak menyimpan informasi dan memunculkannya kembali.

Posyandu Oh Posyandu

Drama baru dalam hidupku adalah ketika aku dinobatkan menjadi seorang Ibu. Usiaku memang tak muda lagi saat aku memanggul peran sebagai seorang Ibu, tetapi di lingkungan manapun tak peduli berapa usia ibu muda tersebut asalkan dia adalah seorang ibu baru, maka konflik siap terjadi.

Konflik yang diciptakan oleh sesama ibu-ibu.

Aku pun termasuk ibu-ibu, terkadang juga suka mencampuri urusan orang lain tetapi selama ini aku lebih memilih diam, hanya bermain kata dengan pikiran aku sendiri. Tidak juga ingin menyindir orang lain lewat kalimat retrorika ataupun pengucapan lewat status facebook.

Baru kemarin petang, aku mengantri pembayaran di kasir sebuah pusat perbelanjaan. Antriannya sangat panjang, dan di belakang aku adalah seorang gadis muda berbicara layaknya orang berpendidikan. Dia mengantri bersama pacarnya entah cuma teman lelakinya. Mengobrol ngalor-ngidul tidak peduli orang lain. Sudah begitu, tampaknya sang gadis ini tidak sabar karena antrian panjangnya sehingga sering mendorong aku yang di depannya. Aku lelah buibu, mendengarkan cerita mereka yang aku kenal aja nggak sehingga aku mengeluarkan handphoneku sendiri, bukan handphone punya dia of course. Mengecek email, grup bloger whatsapp, dan tiba-tiba gadis ini yang mungkin sudah bosan ngobrol dengan teman lelakinya mengatakan dengan sangat keras, “Ngantri sambil mainan hp, ya bakal tambah lama dong.

Rasanya pengen tak tabok mulut cantikmu itu mbak!

[CERPEN ANAK] Ulat dan Jeruk Neina

http://www.ranirtyas.com/2016/10/cerpen-anak-ulat-dan-jeruk-neina.html


Neina suka sekali dengan jeruk, hampir setiap pulang dari bepergian Neina selalu meminta jeruk. Begitu juga ketika Bapak atau Ibu pergi ke pasar atau ke kota, Neina selalu meminta dibawakan buah tangan berupa jeruk.

"Bapak, jangan lupa bawakan jeruk untuk Neina ya."

Neina sangat menyukai jeruk karena selain manis juga memberikan banyak manfaat buat tubuh kita.

Ibu Neina sering mengatakan kepada Neina, "Neina, jeruk ini sangat bermanfaat bagi tubuhmu."

Ibu juga sering bercerita tentang kebaikan buah jeruk, kandungan vitamin C dalam buah jeruk mampu meningkatkan daya tahan tubuh, makanya Neina jarang sakit karena rajin memakan buah jeruk.

Tetapi ada kebiasaan Neina yang tidak disukai Ibu, berkali-kali diingatkan Ibu agar Neina tidak membuang ampas jeruk yang sudah dimakan pada sembarang tempat.