Kabar kepulangan seorang sahabat ke haribaanNya telah menggegerkan kami semua orang yang pernah dekat dengannya. Bagaimana tidak, seseorang yang baik hatinya, insyaAllah khusnul khotimah tiba-tiba saja harus kembali menemui penciptanya.
"Seseorang yang pergi bisa saja pergi, tetapi akan berat beban seseorang yang ditinggal pergi."
Benar saja aku pikirkan sampai sekarang. Sungguh orang yang paling bersedih adalah orang yang tertinggal di sini, yang masih berusaha menguatkan hati dan segenap usaha agar hasil perjuangannya terus berjalan sesuai rencana.
Seorang sahabat meninggalkan istri dan kedua anaknya di mana sang kakak baru masuk TK dan adik bayi baru lahir Bulan Januari kemarin yang berarti dia hanya mengenal ayahnya 3 bulan. Mengapa harus mereka yang menghadapi semua ini, mereka pasangan yang sama-sama baik duh Gusti..
Tentang Firasat
Sebelum kecelakaan naas yang hampir menimpaku beberapa tahun silam, sebenarnya entah bagaimana aku seperti sudah ada feeling guilty tapi tidak tahu jenis perasaan apa itu, hanya tahu "mungkin akan terjadi sesuatu". Bahkan mungkin saja temanku itu sebenarnya juga sudah mendapat firasat, hanya saja kita sebagai manusia tidak tahu harus berbuat apa untuk menghadapinya. Apakah harus terus maju atau mau menghindarinya lagi. Terlihat dari status terakhir WA sahabat kemarin seperti ini..
Memang kematian bisa datang kapan saja dan di mana saja, bahkan menimpa siapa saja. Tetapi terkadang orang secara tidak sadar sudah mengetahui akan takdir yang segera dihadapinya sendiri. Secara TIDAK SADAR.
Tidak sadar tiba-tiba ingin membungkus uang dalam amplop sendiri-sendiri untuk segala kebutuhan yang belum terpenuhi.
Tidak sadar tiba-tiba ingin sekali meminta maaf pada siapa saja.
Tida sadar bila...
Ketika Hidayah itu Datang
Hidayah bisa datang kepada siapa saja yang dikehendakiNya. Hidayah bisa datang dalam bentuk apa saja, termasuk omongan dari seorang bocah sekalipun. Kematian juga termasuk hidayah bagi orang yang ditinggalkan. Apakah kita termasuk orang yang sabar?
Bilakah hidayah itu sebenarnya sudah menghampiri kita apakah kita termasuk orang-orang yang sadar? Apakah dunia membutakan mata batin dan hati kita dari nurNya?
Semoga kita semua termasuk orang-orang yang dipermudahkan dalam memahami hidayah dariNya.
Kesempatan untuk Kembali Hidup
Kematian bisa saja sedang mengincar kita.. Tetapi ada saja orang-orang yang dikembalikan dari pintu kematian.
Sadarkah kita bahwa kesempatan itu sebetulnya hanya bonus waktu.
Bonus waktu yang sedikit itu sebetulnya hanya digunakan untuk remidial perbuatan kita di dunia ini.
Aku dan teman-teman yang lain yang pernah merasakan bangkit dari kematian, apa yang sudah kita lakukan di akhir bonus waktu ini? Sahabat yang sudah berpulang terlebih dahulu, pernah bercerita saat aku baru saja lolos dari maut di rumah sakit bahwa beliau jauh sebelum ini pernah mengalami kecelakaan yang hampir saja merenggut nyawanya tapi saat itu beliau masih diloloskan dari kematian berkat laptopnya.
Hanya selisih beberapa tahun dari kejadian saat itu, menunggu beliau berangkat ke rumah Allah, menunggu beliau mempunyai keturunan hingga dipanggil kembali.
Ya Allah.. bisa saja, bonus waktuku dan teman-teman yang lain juga tinggal sebentar lagi.
Berapa waktu lagi yang akan kami peroleh. Bila saja diijinkan.. Semoga kami bisa menuntaskan kewajiban kami sebagai orang tua untuk anak-anak kami, paling tidak hingga menyiapkan mereka mandiri. Sedikit waktu lagi duh Gusti.. Semoga hidup kami lebih bermanfaat.