Bobo, Dahulu, Kini dan Nanti akan Menjadi Buku Favorit

Literasi anak jaman kecilku dulu memang tidak digaungkan seperti sekarang ini, bahkan bisa dibilang literasi anak-anak pada jaman dahulu terbatas pada buku perpustakaan sekolah atau majalah anak-anak.

Meskipun demikian, aku merasa kehidupan anak-anak pada jaman kami tidak kalah bahagianya dibandingkan anak-anak jaman now yang bukunya harus beli sepaket dengan harga jutaan. Bahkan banyak yang rela antri arisan demi mendapatkan buku sepaket lengkat dengan e-pennya.

Sementara buatku sendiri majalah anak-anak terfavorit dan terus melegenda hingga kini adalah Bobo.

Supaya Meja Dapur Granit Anda Berkilau, Lakukan 4 Kiat Perawatan Ini!

Kesibukan di dapur memang didominasi oleh kalangan ibu rumah tangga maupun wanita single yang hobi memasak. Entah memasak menu harian maupun berkreasi membuat aneka jenis kue baik kue kering maupun basah. Oleh karena kesibukan di dapur bisa berlangsung selama beberapa jam maka penting untuk menciptakan suasana yang nyaman di dapur. Kemudian penting juga untuk mendesain dapur agar lebih fungsional, misalnya saja menghadirkan meja dapur yang berkualitas dan desainnya cocok dengan area dapur tersebut.

source: Bukalapak

Meja di ruangan dapur biasanya dibeli satu set dengan lemari kabinet atau kitchen set namun beberapa orang membelinya secara terpisah. Sah-sah saja memang toh setiap orang memiliki kebutuhan dan kondisi finansial yang berbeda. Pada saat masih memilih meja seperti apa yang cocok untuk dapur di rumah maka kita perlu melakukan survei dulu. Paling praktis ya melirik desain meja ini melalui situs belanja online, karena jasa pembuatan meja khusus dapur sering ditawarkan melalui internet.

9 Tips Traveling Nyaman tanpa Takut Anyang-Anyangan


Februari lalu aku menemani anak pertamaku karya wisata Kelompok Bermainnya. Meskipun akhirnya perginya sekeluarga juga sama bayiku yang masih kecil.

Bila biasanya kami traveling menggunakan kendaraan pribadi (baca: carter mobil sendiri) kali ini kami harus mempertahankan hidup agar nyaman traveling meskipun menggunakan bus beramai-ramai.

Segala persiapan harus sudah on ready, agar Mas Han tidak muntah di perjalanan, agar mereka berdua betah selama perjalanan menggunakan bus dan lain sebagainya. Juga tidak kalah seru adalah bagaimana cara nyaman bepergian tanpa khawatir anyang-anyangan.

Hidayah itu Bernama Kematian

Kabar kepulangan seorang sahabat ke haribaanNya telah menggegerkan kami semua orang yang pernah dekat dengannya. Bagaimana tidak, seseorang yang baik hatinya, insyaAllah khusnul khotimah tiba-tiba saja harus kembali menemui penciptanya.

"Seseorang yang pergi bisa saja pergi, tetapi akan berat beban seseorang yang ditinggal pergi."

Benar saja aku pikirkan sampai sekarang. Sungguh orang yang paling bersedih adalah orang yang tertinggal di sini, yang masih berusaha menguatkan hati dan segenap usaha agar hasil perjuangannya terus berjalan sesuai rencana.

Seorang sahabat meninggalkan istri dan kedua anaknya di mana sang kakak baru masuk TK dan adik bayi baru lahir Bulan Januari kemarin yang berarti dia hanya mengenal ayahnya 3 bulan. Mengapa harus mereka yang menghadapi semua ini, mereka pasangan yang sama-sama baik duh Gusti..

Tentang Firasat


Sebelum kecelakaan naas yang hampir menimpaku beberapa tahun silam, sebenarnya entah bagaimana aku seperti sudah ada feeling guilty tapi tidak tahu jenis perasaan apa itu, hanya tahu "mungkin akan terjadi sesuatu". Bahkan mungkin saja temanku itu sebenarnya juga sudah mendapat firasat, hanya saja kita sebagai manusia tidak tahu harus berbuat apa untuk menghadapinya. Apakah harus terus maju atau mau menghindarinya lagi. Terlihat dari status terakhir WA sahabat kemarin seperti ini..



Memang kematian bisa datang kapan saja dan di mana saja, bahkan menimpa siapa saja. Tetapi terkadang orang secara tidak sadar sudah mengetahui akan takdir yang segera dihadapinya sendiri. Secara TIDAK SADAR.

Tidak sadar tiba-tiba ingin membungkus uang dalam amplop sendiri-sendiri untuk segala kebutuhan yang belum terpenuhi.

Tidak sadar tiba-tiba ingin sekali meminta maaf pada siapa saja.

Tida sadar bila...

Ketika Hidayah itu Datang


Hidayah bisa datang kepada siapa saja yang dikehendakiNya. Hidayah bisa datang dalam bentuk apa saja, termasuk omongan dari seorang bocah sekalipun. Kematian juga termasuk hidayah bagi orang yang ditinggalkan. Apakah kita termasuk orang yang sabar?

Bilakah hidayah itu sebenarnya sudah menghampiri kita apakah kita termasuk orang-orang yang sadar? Apakah dunia membutakan mata batin dan hati kita dari nurNya?

Semoga kita semua termasuk orang-orang yang dipermudahkan dalam memahami hidayah dariNya.


Kesempatan untuk Kembali Hidup


Kematian bisa saja sedang mengincar kita.. Tetapi ada saja orang-orang yang dikembalikan dari pintu kematian.

Sadarkah kita bahwa kesempatan itu sebetulnya hanya bonus waktu.

Bonus waktu yang sedikit itu sebetulnya hanya digunakan untuk remidial perbuatan kita di dunia ini.

Aku dan teman-teman yang lain yang pernah merasakan bangkit dari kematian, apa yang sudah kita lakukan di akhir bonus waktu ini? Sahabat yang sudah berpulang terlebih dahulu, pernah bercerita saat aku baru saja lolos dari maut di rumah sakit bahwa beliau jauh sebelum ini pernah mengalami kecelakaan yang hampir saja merenggut nyawanya tapi saat itu beliau masih diloloskan dari kematian berkat laptopnya.

Hanya selisih beberapa tahun dari kejadian saat itu, menunggu beliau berangkat ke rumah Allah, menunggu beliau mempunyai keturunan hingga dipanggil kembali.

Ya Allah.. bisa saja, bonus waktuku dan teman-teman yang lain juga tinggal sebentar lagi.

Berapa waktu lagi yang akan kami peroleh. Bila saja diijinkan.. Semoga kami bisa menuntaskan kewajiban kami sebagai orang tua untuk anak-anak kami, paling tidak hingga menyiapkan mereka mandiri. Sedikit waktu lagi duh Gusti.. Semoga hidup kami lebih bermanfaat.