Bismillahirohmanirrahim. Sepagi ini keringatku bercucuran. Panasnya minta ampun, padahal jarum jam masih berada di angka 7. Beberapa tahun silam, perasaan cuaca tidak seekstrim ini.
Bumi semakin lama semakin tua.
Perubahan cuaca secara ekstrim bisa dipengaruhi oleh banyak hal, tetapi utamanya karena perbuatan manusia itu sendiri. Pembangunan industrial besar-besaran, efek dari rumah kaca dll.
Tetapi tiba-tiba, Allah menghentikan semua aktivitas manusia. Semua orang harus melakukan ibadah, pekerjaan dan sekolah di rumah aja. Sehingga bermunculan di kota-kota besar, langit menjadi lebih cerah, jalanan juga menjadi lebih lenggang.
Sayangnya, tanpa kita sadari, kadar CO² yang biasanya bersumber dari sektor industrial berpindah ke sektor rumah tangga. Oleh sebab, kebanyakan aktivitas saat ini dilakukan dari rumah.
Berdasarkan siaran live dari Ruang Publik KBR saya jadi tahu bahwa konsumsi energi kita yang meliputi listrik, gas, air juga daftar belanja naik sebanyak 3% selama masa pandemi Covid-19 ini.
Bagaimana caranya agar kita bisa tetap bijak menggunakan energi di masa-masa pandemi seperti ini?



















