7 Drakor ini Akan Membuatmu Baper dan Susah Move On

Anyeong haseo.. Lama tidak menulis drakor, salah satu hobi favoritku selain nulis 😁 Sepertinya mulai detik ini menuju hari-hari berikutnya, aku akan belajar (lagi) menulis review drakor kesayangan kita-kita semua. Nah sebelum aku mereview, kuy kita simak 7 drakor yang akan membuatmu baper dan susah move on tapi kali aku nggak menulis sendirian.

Aku sama sahabatku Mbak Irawati Hamid juga akan menulis yang sama.


Berikut referensi 7 drakor yang akan membuatmu baper dan susah move on:


1| Moon Lovers - Scarlet Heart Ryeo


Scarlet Heart Ryeo ini drakor pertama yang bikin nyesek dan susah move on sampai detik ini. Banyak yang menyayangkan dengan ending akhir cerita ini, dan mengharapkan ada session 2 sampai aku juga terpaksa turun tangan ikut komen di IG nya Lee Joon-gi #halah.

Jurnal Syukur Sebagai Solusi Self Healing

Beberapa minggu yang lalu, kami belajar mengenai inner child. Sebagian teman-teman di kelas masih merasakan inner child yang belum terselesaikan.

Aku pun bingung sendiri dengan inner child yang aku punya karena aku merasa baik-baik saja dengan kehidupan masa kecilku.

Lalu aku bertanya sama dua sahabatku, apa benar aku memang tidak punya inner child yang belum terselesaikan? 

Rupa-rupanya aku mendapat pencerahan dari Mbak Widut, dengan teori yang mudah diterima oleh bahasa emak. "Apakah Mbak Ran saat memarahi Mas Han tiba-tiba teringat dengan masa lalu dan ingin melakukannya lagi pada anaknya?"

Ah iya! aku ingat, aku pernah sekali itu tok memarahi Mas Han dengan cara orang tuaku melakukannya juga padaku. Saat kecil dulu, aku memang tergolong anak yang bandel. Orang tua sulit memahami kemauanku karena memang aku merasa kesulitan dalam menyampaikan keinginan. Entah apa cuma aku yang sulit dipahami oleh Bapak Ibu.

KomProd Anak #Intonasi Suara dan Gunakan Suara Ramah


Seharian kemarin aku tidak memegang handphone sama sekali lantaran hp nya tertinggal di rumah Prambatan. Aku langsung curiga sama pak suami yang suka bawa handphoneku tapi nggak bilang-bilang "Aku taruh di sini ya handphonenya."

Langsung saja aku runutkan kejadian kala kemarin.

Sore itu.. Mas Han asyik melihat youtube di handphone Ibu, pas mau pulang dia cruncky karena merasa nontonnya belum selesai tapi akhirnya berhasil dibujuk untuk pulang.

KomProd pada Pasangan #Clear and Clarify


Besok pagi tanggal 18 September, sekolah Mas Han akan mengadakan kegiatan parenting dan outing ke Kebun Iboe. Maka saya berencana cuti dan berangkat dari Muria Indah sekalian sama Mas Han.

Berhubung pagi-pagi berangkatnya sama Mas Han, aku berencana bertukar motor yang ada di rumah, supaya Mas Han tidak kanginan pas berangkatnya. Kejadian tempo lalu, pak suami tidak ngasih STNK sebelumnya karena kami sama-sama lupa.

Tumbuh Kembang Bayi Alisha dalam Setahun


Sangeil chuka hamnida.. sangeil chuka hamnida..
Sarang e Alisha ❤️❤️ Sangeil chuka hamnida..

Happy birthday to you..  Happy birthday to you..
Happy birthday.. Happy birthday..
Happy birthday to you..

Rasa-rasanya baru kemarin mau kontrol ke dokter karena perut mules timbul tenggelam hingga akhirnya tepar 3 hari di ruang persalinan dan terpaksa dioperasi (lagi), bayi Ibu ternyata sekarang sudah 1 tahun.

Alhamdulillah.. Alhamdulillah..

Bila melihat Alisha, sejak dalam kandungan dia ini adalah personal yang very strong.

Usia janin 8-10 minggu diajak ke Malang naik bus, dia sehat-sehat saja. Usia kandungan 5 bulan diajak ke Semarang dia juga baik-baik saja, tanpa ngeflek tanpa bikin ibunya mual muntah.

Dan Ibu jatuh cinta lagi saat melihatmu terlahir di dunia ini, persis abangmu saat lahir hanya saja bentuk wajahmu agak sedikit bulat bila dibandingkan Mas Han.

Untuk Mengingat Tumbuh Kembang Alisha, sedikit rangkuman dari Ibu.


Alisha 0-3 Bulan.

Usia sehari, Alisha pas di rumah sakit itu UDAH TIDUR MIRING saudara-saudara! Saudara yang pada jenguk waktu itu sampai kaget ngelihat Alisha bobok miring, dan kata Mbak-Mbak perawat, bayi sekarang cepat gedhenya.

Usia 40 hari, Alisha ganti TIDUR TENGKUREP tanpa bantuan, tapi atuhlah baliknya ya nggak bisa sendiri, namanya juga bayi umur selapan.

Alisha 3-6 Bulan

Alisha sepertinya bisa duduk di usia 6 bulan.
Sudah mengucapkan mam.. mam.., pak.. pak..

Alisha 6-9 Bulan

Alisha sudah bisa berdiri pada tahap ini, tapi masih dipegangin dan belum bisa berdiri sendiri.
Duduk juga sudah tegap tanpa butuh sandaran.

Alisha 9-12 Bulan

9 bulan berdiri dan gigi seri sudah tumbuh 2 bagian atas
10 bulan Alisha bisa mengungkapkan rasa sayang dengan mencium pipi Ibu
11 bulan Alisha mulai merambat dari satu tempat ke tempat lainnya
12 bulan sementara gigi seri atas sudah lengkap

Tumbuhlah menjadi gadis yang cinta ilmu pengetahuan dan seni Nak, sesuai namamu Alisha Saraswati. Jadikan ilmu pengetahuan itu sebagai penolong dirimu dan sesama makhluk lainnya, jadikan ilmu pengetahuanmu sebagai pendekat kepada Sang Pencipta.

Semoga dengan ilmu pengetahuan yang luas, keberuntungan juga selalu datang menghampiri kalian anak-anakku.

Tumbuhlah dengan elok, Ya bunayya.. Alisha ❤️

With Love
Ibumu

tanpa kue, hanya puding buatan Ibu sendiri untuk kalian

KomProd Pasangan #I’m Responsible For My Communication Result


Kemarin malam saat aku dibangunkan pak suami malam-malam, aku merasa ada yang aneh dengan telingaku. Tiba-tiba telingaku menjadi setengah budheg. Seperti kemasukan banyak air.

Suamiku pun bingung, ada apakah dengan telingaku.

Bingung ini mau ngapain dengan telingaku, rasanya sangat tidak nyaman dengan pendengaran yang begini, hingga akhirnya aku curiga dengan flu yang tidak jadi flu tempo hari.

KomProd Anak #Refleksi Pengalaman

https://www.ranirtyas.com/2018/09/komprod-anak-refleksi-pengalaman.html

Brum.. brum.. Mas Han mengambil sepedanya dari ruang dalam, hanya berputar-putar dalam rumah. Mengapa mainnya tidak di luar? Karena sepedanya masih belum mahir dinaiki Mas Han dan masih dituntun, kadang kala dinaiki juga. Selain itu di halaman akan berbahaya jika belajar naik sepeda di situ karena lantainya masih berupa paving.

Alisha pun tidak mau kalah, dia ingin naik baby walkernya mengejar kakaknya yang berlarian ke sana kemari.

Mereka berdua asyik hilir mudik ruang tamu dan ruang keluarga. Alhamdulillah ruangannya kok agak luas ya, beberapa meja saya geser ke pinggir semua agar mereka bisa bermain.

KomProd Anak #Ganti “Tidak Bisa” Menjadi “Bisa”


Sebagai ibu pekerja yang waktunya banyak dihabiskan di kantor, saat-saat bertemu dengan anak adalah saatnya quality time, jadi sekali lagi mohon maaf bagi yang menghubungi di luar jam kerja akan sangat slow respon karena memang saya memprioritaskan waktu untuk anak-anak.

Terkadang Mas Han sepulang dari kantor langsung aku jemput untuk ke rumah Ibuku nyamperin adek Alisha sampai menunggu dijemput bapaknya anak-anak, tapi kadang juga tidak. Tergantung jam berapa aku pulang dari kantor.

Ada kalanya aku memilih mengenyampingkan tugas-tugas harian rumah tangga, nunggu saat anak-anak sudah sibuk bermain dengan bapaknya (misalnya) tapi lebih sering pak suami yang ambil alih urusan rumah tangga sementara aku yang menemani mereka bermain.

Akhir-akhir ini Mas Han senang sekali mewarnai gambar. Meskipun lukisan warnanya belum sempurna tapi menurut Bu Nisa kepala sekolahnya, gambar anak kecil seusia Mas Han sudah cukup bagus meskipun warnanya masih banyak keluar dari tempatnya.

Kalau sedang menggambar sih Ibu tenang aja ya, kan cuma mewarnai.. tapi kalau diminta menggambar.. duh..

“Ibu.. gambar truk.” Pintanya

“Duh Nang.. Kok nggak nggambar sendiri?” tanyaku

Mas Han malah menggeleng terus menyodorkan ballpointnya kepadaku.

“Ibu.. gambar dump truck.”

Ng.. bagaimana ya.. sepertinya Mas Han ingin mengucapkan kalau dia tidak bisa menggambar dump truck. 

Bukan tidak bisa sih sebenarnya tapi belum bisa.

“Mas Han itu bisa ya nggambar dump truk. Coba sini mana tangannya.”

Aku pun memegangi tangannya, mengarahkan tangannya membentuk lingkaran dan garis-garis lurus.

“Tarra... sudah jadi kan dump truknya.” Kataku.

“Horre..” sahut Mas Han kegirangan sambil bertepuk tangan.

Kan, bisa kan Mas Han menggambar truk, jangan enggan dulu ya Nak sebelum kamu belajar bertahap mengerjakannya. 

Semua hasil di dunia ini melalui sebuah proses, Nak. Tidak ada yang mak benduduk jadi. Bahkan mie instan pun memerlukan waktu untuk memasak air terlebih dahulu baru mienya bisa matang. Makanya kalian juga ya, semoga semangat pantang menyerah yang ibu miliki sejak bawaan lahir juga kalian miliki dan semoga hidup kalian lebih beruntung daripada Ibu.

#hari7
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


KomProd Anak #Menunjukkan Empati

https://www.ranirtyas.com/2018/09/komprod-anak-menunjukkan-empati.html

Balita belum bisa bermain bersama, mereka baru mengerti namanya bermain bersama-sama.

Bermain bersama-sama berarti bermain dengan mainan sendiri-sendiri (tanpa saling mengganggu dan merebut mainan punya temannya) secara bersama-sama dalam satu ruang, sementara bermain bersama berarti bermain dengan sharing mainan juga secara bersama.

Semoga bahasanya tidak njelimet (rumit) ya.

Mas Han pun masih dalam tahap seperti itu, saat dia sedang bermain sebisa mungkin tidak ada orang yang meminta mainan yang sedang dia pakai, tapi kalau adiknya punya mainan baru sebisa mungkin dia pengen pinjam T_T

KomProd Anak #Jelas dalam Memberikan Pujian dan Kritikan


“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun..” pengumuman dari masjid Subuh ini membuat kami sontak terhentak kaget bahwasanya tetangga depan rumah meninggal malam tadi. Memang almarhumah sudah sakit selama 10 tahun dan selama itulah beliau sama sekali hampir jarang keluar rumah.

Seperti biasa para tetangga terdekat mulai saling bantu membantu untuk mengurus jenazah. Biasanya aku kalau ada beginian juga ikut nimbrung, walaupun sekedar mendengarkan mitos ora penting.


Tetapi kali ini aku harus mengalah tidak ikut membantu karena ada 2 batita dalam rumah, yang kalau dititipkan ke bapaknya bakal merepotkan sejagad raya #halah.

Maksud hati ingin ikut mengantarkan jenazah saat pemberangkatan, berangkatlah aku bersama bayi Alisha dan Mas Han. Belum sampai tujuan, aku sudah dipanggil Mbak Puji, sepupunya pak suami. Intinya diajak ke rumahnya dulu karena mengajak bayi saat masih ada jenazah itu kurang elok. Iya sih, bagi orang Jawa pantang mengajak bayi ke acara pemakaman seperti ini karena dikhawatirkan kena sawan.

Kadang sedih kalau ada anggapan seperti ini, karena orang meninggal tidak membawa sawan. Hanya saja memang ada setan-setan di sekitar yang berusaha menghasut manusia agar lupa akan tujuan dan persiapan jawaban untuk bertemu Malaikat Munkar-Nakir. Sehingga para orang tua khawatir para anak-anak yang polos diganggu oleh setan tersebut.

Mbak Puji menawarkan untuk menggendong Alisha, sementara aku pergi melayat menghampiri Ibu-Ibu yang sudah tahlil lebih dahulu. Baru mau menyebrang, Mas Han sudah menjerit-jerit minta sama Bapaknya.

Ya Allah Gusti.. kan bapaknya anak-anak ikut menyolatkan jenazah tadi..

Mas Han terus saja aku gendong menuju ke rumah duka. Tapi dia sama sekali tidak bisa ditenangkan, tantrum ora keturutan.

Karena khawatir malu dan juga takut Mas Han semakin malu dan tambah tantrum, Mas Han aku ajak pulang seketika setelah selesai mengantarkan seperangkat beras gula dan teman-temannya.

Sudah sampai seberang jalan, ganti Mas Han minta kembali ke rumah duka.

Duh Gusti..

Kalau diturutin nanti setelah kembali menyebrang, pasti dia minta balik lagi.

Wes pulang aja batinku.

Sesampainya di rumah beberapa saat kemudian pak suami muncul dari belakang, karena kebetulan memang rumah kami pepetan sama makam. Pak suami cuma tersenyum karena tahu suara tangisan anaknya terdengar sampai makam.

Keran di depan rumah langsung aku kucurkan untuk mencuci muka Mas Han agar emosinya yang sedang meledak-ledak sedikit lebiha adem karena air.

Kami pun masuk rumah dan menunggu Mas Han tenang kembali sambil beraktivitas seperti biasa. Begitu dia tenang, kutatap matanya sambil mengusap kepalanya.

Mas, tadi itu Mas Han minta apa sebenarnya? Gitu itu kurang bagus lho Nang, besok tolong jangan gitu lagi ya.

Mas Han sepertinya mudeng dan sedikit malu akan tantrumnya sendiri, dan dia langsung mengalihkan perhatian. Kami tahu, bocah ini bocah pintar, makanya ketika dia merasa bersalah dia akan langsung melakukan kegiatan lain.

Duh ya Allah.. hari Minggu yang melelahkan.

#hari5
#gamelevel1
#tantangan10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional


KomProd Pasangan #Kaidah 7-38-55


Matahari sudah bersembunyi menuju ke daratan yang lain, suara sayup-sayup pujian pada sang Khaliq mulai menggema.

Usai pamitan dengan Ibu, kami semua melanjutkan perjalanan pulang.

Di bangku belakang, kami (baca: Mas Han, Alisha dan aku ibunya) sudah mapan pewe dengan posisi masing-masing. Mas Han juga duduk dengan tenang, sambil menanyakan ini dan itu. Bercerita banyak hal, meskipun ceritanya masih sangat terbatas, seperti “Ibu.. Ikan bobok.”

Menunjuk ini dan itu, setiap truk yang berada di pinggiran jalan diabsen satu persatu, begitu pun dengan truk yang lewat. Memang favoritnya adalah kendaraan umum.

Lalu Mas Han mulai sibuk meminum minuman yang kami bawa.

Tiba-tiba pak suami dari bangku depan bercerita, “Kerja sehari buat bayar orang.”

5 Alasan Perempuan Menyukai Perhiasan, No 5 Bikin Kamu Melongo

Berkunjung ke Kota Gede Yogyakarta membuatku terkesima akan perhiasan-perhiasan tradisional kala itu. Semua tampak bersinar menyilaukan mata. Naluriku sebagai perempuan mengatakan aku ingin memiliki perhiasan-perhiasan ini.

Belum lagi saat melihat ke sekeliling di seputaran toko emas, benda-benda berkilau berjejer-jejer membuatku terus mengkhayal seandainya aku bermahkotakan perhiasan-perhiasan tersebut, dengan cincin di jari tangan, kalung berantai, dan bersepatukan emas sembari duduk di singgasana menemui tamu istana satu persatu. Haish..

Apa yang menjadikan kami para perempuan sangat menyukai perhiasan-perhiasan? 

Mungkin alasan-alasan berikut penyebab kami menyukai perhiasan

KomProd Anak #Mengatakan Keinginan


Sore hari seperti biasa Mas Han dan pak suami datang menjemput dari rumah Ibu. Begitu mendengar suara pintu gerbang terbuka dan ucapan salam dari luar, Alisha riang sekali melihat bapaknya pulang, karena berarti jatahnya minta jalan-jalan sama Bapak keluar rumah.

Bila biasanya Mas Han melihat adik dan bapaknya jalan-jalan sore, Mas Han agak kurang bersemangat pada hari itu. Ibu pun bertanya-tanya dalam hati. Sepertinya masih mengantuk tapi jika dia mengantuk pasti masuk ke dalam rumah dalam keadaan cemberut dan mulai agak rewel. Tapi tadi dia masih ceria saja seperti biasa.

KomProd Anak #Keep Information Short & Simple (KISS)


Sewaktu kecil dulu, ketika aku berusaha ngeyel adu pendapat dengan Ibu (terutama) beberapa kali kami jarang sinkron idenya dan rahasia andalan Ibu kalau sudah kepepet selalu mengatakan hal ini “Aku itu sudah pernah jadi anak kecil, kamu yang belum pernah jadi orang tua.” Sekarang setelah menjadi orang tua sendiri, aku mengerti maksud ibu dengan pernyataan tersebut. Well tidak semua yang orang tua katakan memang benar sih, tapi ada saja pengalaman-pengalaman yang belum pernah dirasakan oleh sang anak.

Komunikasi Produktif (KomProd) Anak #Ganti Perintah dengan Pilihan


Semalam Alisha sudah ingin sekali tidur karena jam menunjukkan sudah pukul 8 malam lebih 30 menit tapi Mas Han masih sibuk dengan mainannya sendiri.

Sementara itu, Alisha diambil alih oleh bapaknya untuk ditidurkan.

Cara Ampuh Memutihkan dan Menghilangkan Bau Ketiak


Dua masalah ketiak yang paling umum kita alami adalah bau ketiak yang tak sedap dan warnanya yang gelap atau hitam setelah bulu-bulunya dicabuti.

Padahal, untuk menjaga agar ketiak tetap sehat, mencabut bulu adalah salah satu opsi terbaik. Agar kedua masalah ketiak tersebut tidak menyebabkan kamu kehilangan rasa percaya diri kamu bisa mencoba beberapa tips memutihkan dan menghilangkan bau ketiak berikut ini.

Cara Memutihkan Ketiak


Gunakan Produk Pemutih Ketiak


Cara pertama yang paling mudah untuk membuat ketiak terlihat lebih cerah adalah dengan membeli produk pemutih ketiak. Kamu bisa membelinya secara online maupun offline di banyak tempat. Tapi tentu saja, yang paling mudah adalah dengan berbelanja di online shop seperti Bukalapak atau olshop lainnya.

Perempuan Indonesia dan Ragam Perhiasan Tradisional

Sehari menjelang pernikahan, seorang Bapak yang sudah kami anggap sebagai Pakdhe sendiri menghampiri saya, tiba-tiba beliau ingin meminjamkan gelang yang digadang-gadang mirip Ageman Keprabon atau perhiasan para Kanjeng Ratu Solo.

Meskipun hanya dipinjamkan, tetapi saat itu aku merasa aura kecantikanku yang saat itu menjadi ratu sehari (karena menjadi pengantin perempuan) semakin bersinar, hal ini mungkin dikarenakan sugestiku sendiri yang teringat-ingat dengan anggunnya para priyayi Keraton Solo.

Para priyayi ini selain karena kecantikannya yang alami, auranya yang bersinar juga didukung oleh keindahan perhiasan tradisional. Jaman dahulu, tidak semua perhiasan tradisional terbuat dari emas, ada perunggu, perak dan batu alam lainnya. Bersyukur Indonesia memiliki kekayaan alam yang luas sehingga menambah kecantikan para wanita sendiri.