Setitik embun belum bisa menggoyahkan daun untuk bisa jatuh menjuntai ke tanah. Butuh banyak koloni embun untuk bisa meraih bumi.
Terkadang, batu bisa menjadi lunak karena jatuhan setitik embun yang datang terus menerus. Tetapi, aku memutuskan untuk tetap menjadi batu di Surga, yang tidak akan pernah tersentuh oleh tetesan embun tersebut.
Manusia memiliki kenangan masing-masing. REMINISCENCE.
Sebagian dari kita memilih untuk mengubur kenangan pahit tersebut dalam-dalam. Sementara, sebagian yang lain memutuskan untuk tetap menyimpan kenangan itu dalam pikirannya.
Resolve your self. Hati manusia hanya dapat disembuhkan oleh manusianya sendiri, bukan dirimu, dirinya atau mereka yang akan menyembuhkan.
Bila kenangan buruk mendatangimu kembali. Ingatlah, bahwa dirimu kini sudah bertumbuh menjadi
daisy yang cantik. Mengapa harus tertunduk kembali mengingat ke belakang. Kita ada saat ini berkat terpaan mereka yang pernah menyakitimu di masa lalu. Kita tumbuh secantik ini karena kita diberikan hati dan tulang yang kuat untuk menyembuhkan luka kita sendiri.
Ingatlah, perjalanan kita masih sangaaaaaaaat jauh.
Kita semua hanyalah sebuah gabungan sperma+sel telur yang telah menjelma menjadi manusia, kita ini sebenarnya telah diusir dari alam roh dan juga alam kandungan. Sebentar lagi kita akan menyusul orang tua kita, leluhur kita, terlempar dari dunia fana ini ke dunia alam kubur.
Tapi, yen iso.. hamba minta diusir setelah menyelesaikan kewajibanku terhadap anak-anak Ya Rabb. Saat mereka sudah mandiri dan sudah siap segalanya.
Berbahagialah diriku saat ini. Mungkin aku tidak bergelimangan harta seperti yang lain. Mungkin aku juga masih bahagia dengan pekerjaanku yang belum bisa dibanggakan. Tapi, aku tahu satu hal. Harta, tahta, pekerjaan, rumah, kendaraan hanyalah titipan. Tetapi anak, harta yang tidak ada duanya.
Jika aku disuruh memilih menjadi orang kaya tanpa anak atau menjadi orang sederhana dengan kedua anak, jelas aku memilih yang kedua. Alhamdulillah. Alhamdulillah. Alhamdulillah.
Mereka yang datang kepadaku, hanyalah bias!